Connect with us

Dunia

Malaysia Perketat Keamanan dari Pemberontak Abu Sayyaf

Published

on

Kelompok militan Abu Sayyaf asal Filipina. (Foto: youtube.com)

Geosiar.com, Malaysia – Kelompok pemberontak Abu Sayyaf dilaporkan kembali mencari mangsa untuk merompak atau menculik demi mendapatkan uang tebusan, untuk mendukung aktivitas teror mereka. Atas informasi itu, Malaysia langsung memperketat pengamanan di bagian pantai timur Sabah.

Dilansir dari media Free Malaysia Today, Selasa (3/9/2019), Komandan Keamanan Sabah Timur Malaysia (ESSCom) Hazani Ghazali menuturkan, pengamanan itu dilakukan usai Konsul Jenderal Indonesia, Muhammad Muhsinin Dollsala, mengirim surat yang menyatakan ada tiga kelompok bersenjata dari selatan Filipina yang bergerak menuju perairan Malaysia.

Meskipun informasi tersebut dinilai belum akurat, Hazani Ghazali memastikan bakal tetap menginstruksikan peningkatan keamanan di wilayah perairan Malaysia.

“Kami akan selalu waspada dan siap terhadap ancaman kriminal apapun, terutama yang berkaitan dengan Abu Sayyaf di perairan negara. Tetapi hingga kini belum ada pergerakan,” ucap Hazani Ghazali.

Selain itu, Ghazali mengaku bahwa pihaknya sudah menghubungi dan melakukan koordinasi dengan otoritas Filipina terkait aktivitas kelompok militan itu.

“Kami telah menghubungi dan memastikan dengan pihak keamanan Filipina dan mereka belum mendapatkan laporan adanya penculikan dengan tujuan meminta uang tebusan,” lanjutnya.

Sebelumnya, informasi terkait kedatangan pemberontak Abu Sayyaf beredar di berbagai grup media sosial. Dalam pesan itu, kelompok ini akan mengarungi berbagai perairan di berbagai kawasan Sandakan, Bakungan, Berhala, Tambisan, dan Taganak.

Adapun peredaran informasi ini diyakini sebagai imbauan kepada warga Indonesia yang bekerja sebagai nelayan dan pelaut di perairan Sabah. Sebab, kelompok ini sering menargetkan kapal penangkap ikan, tongkang, dan tanker untuk dijarah.