Connect with us

Daerah

Perkara Ijin Oprasional Alkes RSUD Kabanjahe P21, Direktur Terakhir Jadi Tersangka

Published

on

(dok) pelaksana harian kepala Rumah sakit umum kabanjahe bersama staf lainya saat menjenguk Direktur RSU Kabanjahe saat Pelimpahan berkas perkara dikejari karo (2/9/2019)

Tanahkaro – Geosiar – Perkara terkait Pengoprasionalan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe yang diduga tidak miliki ijin telah memasuki proses tahap dua (P21) dan dilimpahkan kepada kejari karo.(2/9/2019).

Sebelumnya, informasi yang didapat geosiar terkait Alkes bermerek Thosiba milik RSUD Kabanjahe yang dilaporkan oleh BAPETEN Sumut diadakan pada Tahun Anggaran 2010, serta diketahui sudah lama beroprasi dan juga telah beberapa kali berganti kepemimpinan.

Awak media juga mendapatkan informasi dari orang yang dapat dipercaya bahwa perkara dengan nomor Laporan Polisi no Lp/363/III/2019/ditreskrimsus Polda Sumatra Utara tersebut dipersangkakan melanggar Undang – undang Republik Indonesia (UU RI no 10 tahun 1997 pasal 43).

Selanjutnya awak media mendapati kebenaran informasi Pelimpahan tersebut dan usai proses pelimpahan, tim media mencoba konfirmasi langsung kepada Kasipidum Kejari Karo guna mempertanyakan kebenaran pasal yang disangkakan, modus dan posisi Tsk hingga menjadi terlapor, serta apa alasan pelimpahan dari Kejatisu kepada Kejari Karo untuk proses Hukum selanjutnya.

Kepala Seksi Pidana Umum (kasipidum) Kejaksaan Negri Karo Firmansyah Siregar SH mengatakan “benar perkara sudah tahap dua” (P21) dan hari ini kita terima pelimpahan berkas perkara dari kejatisu beserta Barang bukti beberapa Dokumen atau Buku daftar pasien pemohon untuk dilakukan Rongent pada RSUD Kabanjahe beserta Tersangkanya (tsk).

Pelapornya adalah Ahli dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN) Sumatra Utara (sumut) dengan Tsk Dr Arjuna Wijaya Bangun yang menjabat sebagai Direktur Utama (dirut) RSUD Kabanjahe, dan pelimpahan ini sah sah saja dilakukan karena lokasi perkara berada diwilayah Kabupaten Karo.

Lanjut Kasipidum, untuk keterangan lebih lanjut kita tunggu besok agar kajarilah yang menjelaskan, karena saat ini kita baru menerima berkas dan belum meneliti secara keseluruhan, nantinya jaksa yang menangani juga dari pihak kejatisu, ujarnya mengakhiri. senin (2/9/2019) sekira pukul 17.00 Wib.

Awak media berusaha mencari informasi terkait isi dari UU RI no 10 tahun 1997 pasal 43 yang dipersangkakan kepada tersangka, yakni :

Angka ke 1 menyebutkan, Barang siapa melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 ayat (1) dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)

Angka ke 2 menyebutkan, Dalam hal tidak mampu membayar denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terpidana dipidana dengan kurungan paling lama 1 (satu ) tahun .

Pasal 17 angka ke 1 menyebutkan, Setiap pemanfaatan tenaga nuklir wajib memiliki izin, kecuali dalam hal-hal tertentu yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Sebagai Perimbangan berita, awak media akan mempertanyakan secara langsung kepada pihak RSU kabanjahe serta khusus kepada Bupati karo Terkelin Brahmana SH sekaitan mengapa bisa terjadi selama kepemimpinanya Pesawat Rongent Radiologi itu bisa beroprasi tanpa ada miliki ijin pengoprasionalan. /edy surbakti

Advertisement

Daerah

Duda dan Janda Ditemukan Tewas di Bojonegoro

Published

on

Geosiar.com, Bojonegoro – Mayat pria dan wanita ditemukan di dalam satu rumah Desa Sidomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/9/2019). Keduanya bukan pasangan suami istri, namun sama-sama berstatus pernah menikah.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Waidi (53) dan Sriatun (41). Mereka ditemukan tewas di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya secara pasti, namun diduga akibat menenggak minuman keras (miras).

Di lokasi penemuan mayat, polisi menemukan bekas miras, minuman soda di botol plastik serta dua butir obat sakit kepala. Waidi yang berstatus sebagai duda dan Sriatun merupakan janda, diduga sedang sama-sama mengonsumsi miras oplosan sebelum menjalin asmara.

Kedua jenazah telah dimakamkan pada Selasa sore. Akan tetapi untuk memastikan penyebab kematiannya polisi melakukan membongkar kuburan mereka, dan melakukan autopsi di lokasi pemakaman pada Rabu (18/9/2019) dini hari.

Sementara hasil autopsi dikirim ke Labfor Polda Jatim.

Continue Reading

Daerah

28 Hektare Lahan di Sulteng Terbakar Akibat Puntung Rokok

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Sulteng – Kebakaran hutan dan lahan menyebar di enam desa di dua kecamatan di Kabupaten Tojo Una Una (Touna), Sulawesi Tengah. Kebakaran itu terjadi akibat puntung rokok dan menghanguskan sepanjang 28 hektare lahan.

Kebakaran terjadi sejak (9/9/2019) hingga saat ini pada Selasa (10/9/2019). Menurut hasil penyelidikan pihak kepolisian mengungkap bahwa penyebab kebakaran yakni puntung rokok.

“Kebakaran terjadi gara-gara puntung rokok, yang dibuang ke lahan kering. Kebakaran masih terjadi hingga saat ini, dan upaya untuk memadamkan masih terus dilakukan oleh TNI/Polri dan Pemadam Kebakaran Poso dan Touna,” ujar Kapolres Touna AKBP Boyke Karel pada Selasa (10/9/2019).

Insiden ini terjadi di Kecamatan Tojo dan Kecamatan Tojo Barat yang tersebar di Desa Lemaro, Desa Mawomba, Desa Kabalo, Desa Tanamawau, Desa Korondoda dan Desa Buyuntaripa.

“Angin sangat kencang adalah kendala utama saat ini, sehingga penyebaran cepat terjadi. Untuk luas lahan yang terbakar di wilayah Kec.Tojo di perkirakan seluas 13 Ha dan kec. Tojo Barat di perkirakan seluas 15 Ha,” ungkapnya.

Continue Reading

Daerah

Marak Pungli Dikaro, UPP Saberpungli Tidak Bekerja Dan Terkesan Sengaja “Tutup Mata”

Published

on

Geosiar – Tanahkaro – Kegiatan Pungutan liar (pungli) yang terjadi diwilayah kabupaten karo sepertinya benar benar sudah terangkai secara terstruktur antara pihak pihak terkait bersama pihak ketiga ataupun oknum tertentu.

Hal itu terlihat dengan jelas dan nyata terjadi di pos retribusi (tempat pengutipan) didaerah pintu masuk sipiso piso dan pintu masuk menuju dea tongging hingga ke kabupaten lainya.

Seperti penuturan Soni husni, sekretaris GM FKPPI 0205 Tanah Karo mengatakan, sehari sebelumnya (3/9/2019) sekira pukul 11.00 wib. kita bersama tim telah meminta dengan mendatangi sekertariat Saber pungli kabupaten karo terkait maraknya kegiatan pungli di kabupaten karo.

Inspektur inspektorat kabupaten karo Philemon Brahmana yang juga menjabat sebagai sekertaris saber pungli kabupaten karo didampingi Binar Daud berjanji bila ada keterkaitan ASN silahkan laporkan dan bawa kemari karcisnya agar dapat kita proses, ujar philemon diruang kerjanya.

Lanjut soni, dikaro kegiatan Pungli Marak dan Tim UPP Saberpungli Tidak Bekerja dan sangatlah terkesan sengaja “Tutup Mata”, Tim sapu bersih pungli wilayah kabupaten karo tidaklah mungkin tidak mengetahuinya, karena pengutipan itu sudah lama berlangsung dan dengan kejadian ini sudah mempertegas bahwa unit saberpungli wilayah kabupaten karo tidak bekerja.

Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) wilayah karo sangat diharapkan segera menurunkan tim untuk menyelidiki asal muasal karcis yang kita duga sangat ilegal dan sesuai pengakuan dari pelaku pengutipan dia mendapatkan karcis dari oknum dinas terkait yang membidangi dan mungkin pasti berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) kabupaten karo.

Pungli terjadi di pos retribusi pintu masuk ke desa tongging diduga menggunakan karcis yang sengaja diberikan dan yang melakukan pengutipan bukanlah dari dinas terkait, sebab tidak ada tanda tanda apapun yg menyatakan sebagai pemungut retribusi yang sah secara hukum, ujar soni mengakhiri.

ketua Lembaga Swadaya Komisi Pemantau Kinerja Pemerintahan di Kabupaten karo, Ikuten Sitepu yang juga turut bersama soni menjelaskan ianya langsung mempertanyakan kepada pelaku Pungli terkait kedua karcis berwarna biru langit dan berwarna kuning yang diberikanya kepada setiap pengguna jalan yang melintasi pos, mengapa kedua karcis tersebut tidaklah tertera tanda tangan penanggung jawab serta tidak dibubuhi stempel basah dari dinas terkait.

Pelaku yang memberi karcis retribusi tersebut terlihat kebingunan dan mengatakan “karcis itu memanglah sudah begitu dan tidak ada yang ditanda tangani, ujar pelaku pengutipan.

ikuten langsung bertanya lagi karcis ini untuk pembayaran masuk kemana, tujuan wisata nya kenapa tidak ada tertulis, pelaku pengutipan diam dan tidak bisa menjelaskan.

Awak media langsung mendatangi kantor sekertariat saberpungli kabupaten karo (4/9/2019) untuk konfirmasi sekaligus melaporkan adanya pengutipan dengan karcis sebagai tanda terima, pihak sekertariat mengatakan sekertaris saberpungli sedang tidak berada dikantor, boleh saya foto karcisnya agar dapat saya laporkan kepada bapak sekertaris saberpungli, ujar Daud sembari mendokumentaslan kedua karcis dengan menggunakan nomor selulernya./edy surbakti.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com