Kerusuhan di Papua Barat: Polisi Tetapkan 20 Tersangka

by

Geosiar.com, Manokwari – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menetapkan 20 tersangka terkait kerusuhan disertai penjarahan ketika unjuk rasa menolak rasisme di tiga kota yaitu Manokwari, Sorong dan Fakfak, Provinsi Papua Barat, Senin (2/9/2019).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, mengatakan dari 20 tersangka, 10 diantaranya terlibat dalam aksi rusuh di Manokwari pada Senin (19/8) lalu. Kemudian, tujuh tersangka pada kerusuhan di Sorong, diantaranya pembakar Lapas, perusak Bandara DEO dan pembakar Kantor DPRD. Sementara tiga lainnya terlibat dalam pembakar Pasar Tamburuni di Fakfak.

“Masih ada kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. Pengembangan masih berlangsung baik di Manokwari, Sorong maupun Fakfak,” ujar Mathias di Manokwari, Senin (2/9/2019).

Adapun kesepuluh tersangka di Manokwari masing-masing berinisial FM, BW, A, MA, MS, YS, IW, R, YW dan SUR. Mereka terlibat dalam kejadian yang berbeda dari kasus pembakaran Gedung DPR, perusakan ATM hingga penjarahan.

“Kalau di Sorong masing-masing berinisial PR, AW, FM, IM, M, KS serta MSM. PR terlibat dalam kerusuhan di Bandara DEO [Dominie Edward Osok], AW, FM dan IM pada pembakaran gedung Lapas dan M, KS dan MSM terkait perusakan di Kantor DPRD Kota Sorong,” lanjut dia.

Sementara di Fakfak, Polres setempat sudah menetapkan tiga tersangka masing-masing PT, RK dan YEA.