Connect with us

Nasional

Andre Rosiade Sampaikan Usul Jokowi Berkantor di Papua Kepada Moeldoko

Published

on

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade.

Geosiar.com, Jakarta – Politikus Gerindra, Andre Rosiade menyampaikan usulan perpindahan kantor Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Papua secara langsung kepada Kepala Staf Presiden, Moeldoko, Senin (2/9/2019).

Usulan ini sebelumnya sudah diungkapkan Andre pada Jumat (30/8) di hadapan awak media ketika dimintai tanggapan terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Lantas, hari ini usulan itupun dilanjutkannya kepada Moeldoko.

“Ngusulin ke Pak Jokowi dan jajaran kabinet untuk berkantor di Papua itu dalam rangka menyerap aspirasi, dari masyarakat Papua supaya situasi kembali sejuk,” ujar Andre usai menemui Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019).

Andre mengatakan, sudah seharusnya Jokowi terjun langsung untuk menengahi segala permasalahan di Papua, sebab ia meraih sekitar 90 persen suara di Papua dalam Pemilu 2019 yang menjadi bukti dicintai oleh masyarakat provinsi itu.

“Bagaimana pun juga Pak Jokowi menang 90 persen lebih di Papua, tentu pemenang pemilu lebih 90 persen itu dicintai oleh masyarakat Papua, bahkan di beberapa kabupaten beliau menangnya 100 persen, tentu sangat dicintai. Jadi orang yang dicintai datang kan Situasi panas kembali sejuk, itu maksud saya,” lanjut Andre.

Selain itu, usulan Jokowi berkantor di Papua juga dapat dijadikan rujukan dan latihan sebelum Ibu Kota Indonesia pindah pada 2024. Menurut Andre, berkantornya Jokowi di Papua dapat dijadikan latihan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi.

“Lalu, juga harapan kita beliau nanti bisa blusukan lagi, dan juga kan beliau mau pindah ibu kota lima tahun lagi, ya anggaplah berkantor di Papua ini sebagai latihan pindah Ibu Kota. Latihan, kan mau pindah ke Kalimantan lima tahun lagi, ya anggap aja latihan berkantor dengan kabinet, beribu kota di luar Jakarta seperti apa,” tambahnya.

Kendati demikian, Andre menjelaskan usulan Jokowi berkantor di Papua hanya untuk sementara waktu, hingga situasi kembali kondusif. Bukan berarti Jokowi bersama kabinetnya berkantor di Papua untuk waktu yang lama.

“Seminggu dua minggu sehingga situasi reda, yang pasti kita semua cinta Papua harapan kita jangan sampai ada Timor Leste jilid dua. Kita cinta negara ini, kita cinta jangan sampai ada masalah terhadap kedaulatan bangsa, jangan sampai disintegrasi, saya rasa seluruh pihak ingin mendukung pemerintah bekerja keras untuk memastikan tidak ada satu jengkal tanah NKRI lepas dari bangsa kita,” tandas Andre.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah memastikan akan berkantor di Papua dan Papua Barat untuk memastikan wilayah tersebut sudah kondusif. Rencananya, mereka akan tinggal selama 4-10 hari.