Connect with us

Daerah

Pungli Marak Dikaro, Pemerhati Minta Polda Sumut Dan UPP Saberpungli Provsu Lakukan Penindakan

Published

on

dok : saat pengukuhan satuan tugas (Satgas) sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Wilayah kabupaten karo

Geosiar – Tanahkaro – Maraknya pungutan liar (pungli) dikabupaten karo sepertinya memang benar adanya, hal tersebut terlihat selain di jalan kabanjahe – sidikalang juga terlihat kembali kegiatan pungli dilokasi di jalan menuju destinasi wisata pemandian air panas desa semangat gunung kecamatan merdeka – kabupaten Karo.

Selanjutnya tim media langsung memberi informasi sekaitan dugaan terjadinya pungutan liar di dua titik lokasi pemungutan uang oleh sekelompok orang kepada pengemudi dan penumpang yang ingin masuk kelokasi pemandian air panas didesa semangat gunung kecamatan merdeka kabupaten karo sumatra utara yang dilakukan secara terang terangan, jumat, (30/8/2019) sekira pukul 15.00 Wib.

Amatan media langsung dilokasi melihat banyaknya mobil/kendaraan pengunjung yang dimintai uang, dan lokasi pungutan liar tersebut dilakukan tidak lagi ditempat biasanya, melainkan pindah tempat dengan jarak sekitar 300 dan 200 meter sebelum sampai pada bangunan tempat biasa dilakukan (pos) pemungutan retribusi yang terlihat kosong.

Lebih lanjut lagi, awak media juga melihat ada pengunjung yang diberikan karcis retribusi berwarna kuning sebagai tanda masuk kelokasi desa semangat gunung, dan ada juga yang terlihat tidak diberikan karcis, sehingga kemungkinan besar karcis berwarna kuning tersebut hanya dijadikan modus.

Lokasi pengutipan tersebut sudah pernah dilakukan penindakan oleh Unit Pemberantasan Pungli (UPP) saber pungli, dan anehnya hingga kini tidak diketahui penyelesaian prosesnya apakah sudah dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negri Karo atau tidak, sehingga terindikasi dan dapat berpotensi terjadinya pungutan liar tersebut karena terorganisir dengan baik.

Namun sayang, para pejabat – pejabat yang berkompeten dikabupaten karo setelah di informasikan dan dikonfirmasi tidak pernah berhasrat untuk menjawab terkait kegiatan pungli yang terjadi dikabupaten karo ini.

Seperti yang dikatakan Soni Husni Ginting pemerhati pungli yang intens melakukan pengamatan di berbagai layanan publik mengatakan selain pungli di jln kabanjahe – sidikalang, pungli masuk ke desa semangat gunung yang bermodus retribusi dan banyak lagi lainya.

Seperti salah satu contoh prihal meminta uang parkir tanpa ada bukti pembayaran retribusi parkir yang di berikan oleh petugas parkir kepada pengguna lahan parkir, kami juga sudah pernah meminta dinas terkait agar menentukan dan mempublikasikan sekaitan titik titik tempat parkir yang boleh dipergunakan sesuai aturan dan regulasi yang mengatur, ujarnya.

lanjunya lagi, kita sama sama mengetahui bahwa banyaknya terkait dugaan dugaan dimasyarakat selama ini terhadap mereka yang berkompeten membidangi pemberantasan pungli dikabupaten karo ini “Benar” miliki keterkaitan dan berkepentingan lain.

Sehingga orang orang yang melakukan pungutan liar tersebut miliki keberanian yang kuat untuk melakukan Pungli secara terang terangan dan secara berkesinambungan.

Soni berharap didalam hal pungli dikabupaten karo ini agar sudi kiranya bapak kapolda sumut melalui bapak Direktur Reserse kriminal khusus Polda Sumut bersama satuan UPP Saberpungli Provinsi Sumatra utara bersedia melakukan penindakan terhadap seluruh kegiatan Pungli dikabupaten Karo, harap soni yang juga diamini oleh ketua LSM Komite Pemantau Kinerja Pemerintah kabupaten karo Ikuten Sitepu di kota kabanjahe. (30/8/19)./edy surbakti

Advertisement

Daerah

Duda dan Janda Ditemukan Tewas di Bojonegoro

Published

on

Geosiar.com, Bojonegoro – Mayat pria dan wanita ditemukan di dalam satu rumah Desa Sidomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/9/2019). Keduanya bukan pasangan suami istri, namun sama-sama berstatus pernah menikah.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Waidi (53) dan Sriatun (41). Mereka ditemukan tewas di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya secara pasti, namun diduga akibat menenggak minuman keras (miras).

Di lokasi penemuan mayat, polisi menemukan bekas miras, minuman soda di botol plastik serta dua butir obat sakit kepala. Waidi yang berstatus sebagai duda dan Sriatun merupakan janda, diduga sedang sama-sama mengonsumsi miras oplosan sebelum menjalin asmara.

Kedua jenazah telah dimakamkan pada Selasa sore. Akan tetapi untuk memastikan penyebab kematiannya polisi melakukan membongkar kuburan mereka, dan melakukan autopsi di lokasi pemakaman pada Rabu (18/9/2019) dini hari.

Sementara hasil autopsi dikirim ke Labfor Polda Jatim.

Continue Reading

Daerah

28 Hektare Lahan di Sulteng Terbakar Akibat Puntung Rokok

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Sulteng – Kebakaran hutan dan lahan menyebar di enam desa di dua kecamatan di Kabupaten Tojo Una Una (Touna), Sulawesi Tengah. Kebakaran itu terjadi akibat puntung rokok dan menghanguskan sepanjang 28 hektare lahan.

Kebakaran terjadi sejak (9/9/2019) hingga saat ini pada Selasa (10/9/2019). Menurut hasil penyelidikan pihak kepolisian mengungkap bahwa penyebab kebakaran yakni puntung rokok.

“Kebakaran terjadi gara-gara puntung rokok, yang dibuang ke lahan kering. Kebakaran masih terjadi hingga saat ini, dan upaya untuk memadamkan masih terus dilakukan oleh TNI/Polri dan Pemadam Kebakaran Poso dan Touna,” ujar Kapolres Touna AKBP Boyke Karel pada Selasa (10/9/2019).

Insiden ini terjadi di Kecamatan Tojo dan Kecamatan Tojo Barat yang tersebar di Desa Lemaro, Desa Mawomba, Desa Kabalo, Desa Tanamawau, Desa Korondoda dan Desa Buyuntaripa.

“Angin sangat kencang adalah kendala utama saat ini, sehingga penyebaran cepat terjadi. Untuk luas lahan yang terbakar di wilayah Kec.Tojo di perkirakan seluas 13 Ha dan kec. Tojo Barat di perkirakan seluas 15 Ha,” ungkapnya.

Continue Reading

Daerah

Marak Pungli Dikaro, UPP Saberpungli Tidak Bekerja Dan Terkesan Sengaja “Tutup Mata”

Published

on

Geosiar – Tanahkaro – Kegiatan Pungutan liar (pungli) yang terjadi diwilayah kabupaten karo sepertinya benar benar sudah terangkai secara terstruktur antara pihak pihak terkait bersama pihak ketiga ataupun oknum tertentu.

Hal itu terlihat dengan jelas dan nyata terjadi di pos retribusi (tempat pengutipan) didaerah pintu masuk sipiso piso dan pintu masuk menuju dea tongging hingga ke kabupaten lainya.

Seperti penuturan Soni husni, sekretaris GM FKPPI 0205 Tanah Karo mengatakan, sehari sebelumnya (3/9/2019) sekira pukul 11.00 wib. kita bersama tim telah meminta dengan mendatangi sekertariat Saber pungli kabupaten karo terkait maraknya kegiatan pungli di kabupaten karo.

Inspektur inspektorat kabupaten karo Philemon Brahmana yang juga menjabat sebagai sekertaris saber pungli kabupaten karo didampingi Binar Daud berjanji bila ada keterkaitan ASN silahkan laporkan dan bawa kemari karcisnya agar dapat kita proses, ujar philemon diruang kerjanya.

Lanjut soni, dikaro kegiatan Pungli Marak dan Tim UPP Saberpungli Tidak Bekerja dan sangatlah terkesan sengaja “Tutup Mata”, Tim sapu bersih pungli wilayah kabupaten karo tidaklah mungkin tidak mengetahuinya, karena pengutipan itu sudah lama berlangsung dan dengan kejadian ini sudah mempertegas bahwa unit saberpungli wilayah kabupaten karo tidak bekerja.

Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) wilayah karo sangat diharapkan segera menurunkan tim untuk menyelidiki asal muasal karcis yang kita duga sangat ilegal dan sesuai pengakuan dari pelaku pengutipan dia mendapatkan karcis dari oknum dinas terkait yang membidangi dan mungkin pasti berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) kabupaten karo.

Pungli terjadi di pos retribusi pintu masuk ke desa tongging diduga menggunakan karcis yang sengaja diberikan dan yang melakukan pengutipan bukanlah dari dinas terkait, sebab tidak ada tanda tanda apapun yg menyatakan sebagai pemungut retribusi yang sah secara hukum, ujar soni mengakhiri.

ketua Lembaga Swadaya Komisi Pemantau Kinerja Pemerintahan di Kabupaten karo, Ikuten Sitepu yang juga turut bersama soni menjelaskan ianya langsung mempertanyakan kepada pelaku Pungli terkait kedua karcis berwarna biru langit dan berwarna kuning yang diberikanya kepada setiap pengguna jalan yang melintasi pos, mengapa kedua karcis tersebut tidaklah tertera tanda tangan penanggung jawab serta tidak dibubuhi stempel basah dari dinas terkait.

Pelaku yang memberi karcis retribusi tersebut terlihat kebingunan dan mengatakan “karcis itu memanglah sudah begitu dan tidak ada yang ditanda tangani, ujar pelaku pengutipan.

ikuten langsung bertanya lagi karcis ini untuk pembayaran masuk kemana, tujuan wisata nya kenapa tidak ada tertulis, pelaku pengutipan diam dan tidak bisa menjelaskan.

Awak media langsung mendatangi kantor sekertariat saberpungli kabupaten karo (4/9/2019) untuk konfirmasi sekaligus melaporkan adanya pengutipan dengan karcis sebagai tanda terima, pihak sekertariat mengatakan sekertaris saberpungli sedang tidak berada dikantor, boleh saya foto karcisnya agar dapat saya laporkan kepada bapak sekertaris saberpungli, ujar Daud sembari mendokumentaslan kedua karcis dengan menggunakan nomor selulernya./edy surbakti.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com