Connect with us

Nasional

Pegawai KPK Beri Pernyataan Soal Jubir Dilaporkan ke Polisi

Published

on

20 Capim KPK menjalani proses tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019). (Foto: Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap menyatakan laporan terhadap Juru bicara KPK Febri Diansyah, Ketua Umum YLBHI Asfinawati, serta Koordinator ICW Adnan Topan Husodo ke Polda Metro Jaya, tidak akan membuat takut lembaga antirasuah dan para pegiat antikorupsi untuk terus bersuara terkait seleksi calon pimpinan (capim) KPK.

“Kami akan terus menyuarakan agar calon pimpinan KPK yang terpilih berintegritas dan memiliki rekam jejak baik,” kata Yudi melalui keterangan tertulis, Kamis (29/8/2019).

Seperti diketahui, seleksi capim KPK yang hampir memasuki tahapan akhir ini banyak menimbulkan polemik. Pasalnya, keputusan panitia seleksi (pansel) capim KPK meloloskan 20 nama kandidat justru menuai kritik, sebab sejumlah kandidat tersebut ditengarai memiliki persoalan etik dan integritas.

Kritikan terhadap sejumlah kandidat itu pun awalnya disuarakan oleh pegawai KPK sendiri, termasuk Juru bicara KPK Febri Diansyah yang berujung dengan dilaporkan ke polisi.

Sebelumnya, KPK mengatakan bahwa Inspektur Jenderal Firli Bahuri diduga melanggar etik ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK lantaran bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, yang saat itu diduga terlibat perkara yang sedang diselidiki KPK.

Selain Firli, KPK juga mengatakan adanya pelanggaran etik yang dilakukan kandidat capim yakni Inspektur Jenderal Antam Novambar. Antam diduga pernah mengintimidasi mantan Direktur Penyidikan KPK, Komisaris Besar Polisi Endang Tarsa ketika diminta menjadi saksi dalam sidang praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang kala itu Wakil Kepala Polri.

Sedangkan sejumlah kandidat lainnya disebutkan tidak tertib menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK.

Tidak hanya Febri Diansyah dan 2 orang lain yang mengkritik kandidat capim terpilih itu, istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid pun menyetujui sejumlah kandidat tidak memenuhi kriteria, tapi tetap diloloskan.

“Sayangnya, ada beberapa calon yang tidak memenuhi kriteria tersebut namun tetap diloloskan,” ucap Sinta Nuriyah Wahid, Rabu (28/8) lalu.