Connect with us

Nasional

Polda Maluku Utara Siagakan 100 Personel Brimob untuk Papua

Published

on

Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Suroto menjadi inspektur upacara pelepasan 100 personel Brimob Polda Malut (antaranews.com)

Geosiar.com, Maluku – Polda Maluku Utara menyiagakan 100 personel Brimob yang akan dikirim ke Papua huna mengamankan Amanusa II Polda Papua dan Papua Barat. Hal tersebut untuk memulihkan ketertiban di kedua provinsi itu.

“Personel yang dikirim nanti akan membantu pengamanan di Papua,” ujar Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto saat menjadi inspektur upacara pelepasan 100 personel Brimob Polda Malut di Ternate, Kamis (22/8/2019).

Pasukan Brimob Polda Malut sebanyak 100 personel siap diberangkatkan dengan menunggangi pesawat Lion Air dari Bandara Babullah Ternate menuju Bandara Mozes Kilangin Timika pada Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 04.00 WIT dini hari.

Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto menyebut, jumlah Personel yang di-BKO-kan berjumlah 100 personel dipimpin oleh Iptu Nadar Surabi.

Suroto mengatakan, Polda Maluku Utara dipercaya oleh Mabes Polri untuk mengamankan situasi konflik di Papua dan Papua Barat. Suroto berharap agar personel yang akan bertugas di Timika nantinya dapat menunjukkan kemampuannya sebaik mungkin untuk membantu rekan-rekan yang melaksanakan pengamanan di Papua.

Sebelumnya, sebanyak 200 personel Brimob Polda Maluku Utara juga diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalankan tugas melaksanakan pengamanan ibu kota di bawah kendali BKO Polda Metro Jaya.

Personel yang dikirim tersebut untuk membantu Polda Metro Jaya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat pascapemungutan suara 17 April 2019 di Jakarta. Para personel Brimob yang diberangkatkan sebanyak dua kompi atau sebanyak 200 orang. Mereka diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Lion Air.

Nasional

Menkumham Yasonna Laoly Copot Dirjen Imigrasi Ronny Sompie, Ini Reaksi KPK

Published

on

Ronny Franky Sompie

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly resmi mencopot Ronny Franky Sompie dari jabatan direktur jenderal (dirjen) Imigrasi. Pencopotan tersebut diduga terkait polemik keberadaan politikus PDIP yang kini jadi buronan kasus suap, Harun Masiku.

Meski begitu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan berkomentar lebih jauh mengenai pencopotan Ronny itu. Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pencopotan dirjen Imigrasi merupakan kewenangan dari Kemenkumham selaku instansi. KPK tidak akan mencampuri urusan itu.

“Itu kan urusan Kemenkumham ya. Jadi kita tidak mau masuk ke sana,” tutur Ali di Gedung KPK, Selasa (28/1/2020) malam.

Dirinya mengatakan, KPK masih berusaha mencari keberadaan Harun Masiku.

“Kami fokus dulu lah ke penyelesaian perkara ini. Jadi kita belum masuk sampai ke sana, infonya kan baru, dari sore kita tidak tahu apa keterkaitannya,” tuturnya.

Yasonna hari ini mengonfirmasi pencopotan Ronny dari jabatan dirjen Imigrasi. Dirinya lalu menunjuk Irjen Kemenkumham, Jhoni Ginting, sebagai pelaksana harian dirjen Imigrasi. Tak hanya itu, Yasonna juga membenarkan pencopotan Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian, Alif Suaidi.

Yasonna menyampaikan hal tersebut setelah Ronny membenarkan keberadaan politikus PDIP Harun Masiku di Indonesia sejak 7 Januari 2020. Harun pulang kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Batik Air, setelah sehari sebelumnya terbang ke Singapura.

Ronny mengatakan, terjadi delay time (waktu tunda) pada sistem pemantauan Imigrasi karena di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta mengalami gangguan perangkat teknologi informasi (TI), sehingga baru akhirnya diketahui Harun telah masuk ke Indonesia pada 7 Januari 2020.

Continue Reading

Nasional

Pemerintah Kirim 10 Ribu Masker untuk WNI di Wuhan

Published

on

Tenaga medis di rumah sakit di Wuhan, China yang memakai perlengkapan khusus saat melayani pasien virus corona (AFP)

Geosiar.com, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pemerintah bakal mengirimkan sebanyak 10 ribu masker N95 untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kota-kota terinfeksi virus 2019-nCoV di Cina khususnya mahasiswa Indonesia yang berada di Wuhan, Provinsi Hubei dan sekitarnya.

Pengiriman tersebut dilakukan sebagai respons BNPB atas permohonan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing soal berjangkitnya wabah virus corona di China.

“Ada 10 ribu masker untuk WNI dikirim besok,” ujar Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Prasinta Dewi, Selasa (28/1/2019).

KBRI Beijing sebelumnya mendapatkan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya membagikan masker kepada seluruh WNI di Tiongkok. Akan tetapi, tambah Dewi, stok masker di Negara Tirai Bambu tersebut tidak tersedia di hampir seluruh wilayah.

Kepala BNPB Doni Monardo memberi arahan kepada jajaran BNPB agar melakukan apa yang tertuang dalam UU Nomor 24 tahun 2007 terkait bencana non-alam dan Inpres No 4 tahun 2019, sehingga pengiriman bantuan dapat segera dilakukan tanpa menunggu status darurat, terlebih untuk kasus seperti yang terjadi di Tiongkok.

“Saya minta BNPB harus bisa mempersiapkan diri karena amanah undang-undangnya termasuk bencana non-alam, termasuk pandemik merupakan tanggung jawab BNPB. Termasuk diperkuat dengan inpres no 4 Tahun 2019. Saya minta tidak perlu menunggu status,” ucap Doni.

Continue Reading

Nasional

Menlu Laporkan 100 WNI di Wuhan Dalam Keadaan Sehat

Published

on

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melaporkan bahwa ada 243 warga negara Indonesia (WNI) yang tersebar di 15 titik karantina di China. Sebanyak 100 di antaranya dikarantina di Wuhan, China.

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan data dari pemerintah China. WNI itu terpaksa dikarantina karena adanya penyebaran virus corona di negara tersebut.

Para WNI yang dikarantina sebagian besar merupakan seorang pelajar. Pemerintah pun tak henti-henti berkomunikasi kepada para WNI itu.

“Komunikasi kita dengan para pelajar kita buka terus, dari waktu ke waktu kita berkomunikasi dengan mereka untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi sehat,” tutur Retno setelah mengikuti rapat di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Dari komunikasi itu, Retno bersyukur karena semua WNI dikabarkan berkondisi sehat per 24 Januari kemarin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari perwakilan Indonesia di Beijing, para WNI yang dikarantina mempunyai cadangan pasokan makanan serta kebutuhan sehari-hari lainnya untuk 3 sampai 5 hari ke depan. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia memikiran untuk mengirimkan bantuan logistik maupun masker.

“Ada keperluan masker yang berkualitas baik, kita sudah kontak BNPB dan akan dikirim melalui Garuda Indonesia dari Beijing akan di kirim ke Wuhan,” ungkapnya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com