Connect with us

Dunia

Malaysia Ubah Nama McDonald’s Jadi Mekdi, Kenapa?

Published

on

Restoran cepat saji McDonald's di Bukit Bintang, berubah nama sementara menjadi "Mekdi" dalam rangka memperingati Bulan Kemerdekaan Malaysia.(Foto: NEW STRAITS TIMES)

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Salah satu gerai restoran cepat saji McDonald’s berubah nama menjadi “Mekdi” di Malaysia. Hal ini disebabkan Malaysia tengah menyambut perayaan hari kemerdekaannya pada 31 Agustus mendatang.

Demi memperingati hari bersejarah tersebut, maka McDonald’s di Malaysia melakukan perayaan dengan cara yang sedikit berbeda dari biasanya yakni dengan memilih ganti nama menjadi ” Mekdi”.

Adapun gerai yang mengubah nama tersebut dilakukan pada cabang pertama McDonald’s di Malaysia, yakni yang berlokasi di Bukit Bintang. Gerai di Bukit Bintang dipilih karena menjadi ikon kota tersebut, di mana gerai pertama McDonald’s Malaysia dibuka pada 29 Mei 1982.

Kendati demikian, perubahan nama tersebut cuma berlaku untuk sementara saja selama perayaan Bulan Merdeka. Nama “Mekdi” sendiri berasal dari pelafalan warga lokal untuk singkatan dari McDonald’s yaitu McD.

Wakil Presiden sekaligus Kepala Pemasaran McDonald’s Malaysia, Melati Abdul Hai, mengatakan perubahan nama itu dimaksudkan untuk lebih menunjukkan ke-Malaysia-an di restoran yang sudah lebih dari tiga dekade ada di antara masyarakat Malaysia.

“Selama 37 tahun terakhir, masyarakat Malaysia telah membantu mengembangkan merek McDonald’s menjadi seperti saat ini.” “Sebagai sebagai bentuk penghargaan atas dukungan berkelanjutan yang diberikan masyarakat Malaysia, kami telah memutuskan untuk menggunakan nama akrab ‘Mekdi’, yang kini identik dengan merek kami,” tutur Melati Abdul Hai, seperti dikutip dari New Straits Times, Rabu (21/8/2019).

Selain mengubah nama, McDonald’s juga bakal memperkenalkan menu lokal, yakni nasi lemak ke dalam menunya. Bahkan, McDonald’s Malaysia membuat petisi online untuk mengakui nasi lemak sebagai hidangan nasional Malaysia lewat situs resminya.

Dunia

Presiden Jerman Ungkapkan Kesedihan atas Wafatnya BJ Habibie

Published

on

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier

Geosiar.com, Jerman – Wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie, menuai duka yang mendalam bagi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Melalui keterangan tertulis, Steinmeier, mengungkapkan belasungkawa kepada Presiden RI Joko Widodo dan masyarakat Indonesia atas meninggalnya mantan BJ Habibie.

“Saya sangat sedih mengetahui kabar kematian Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Izinkan saya menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan dan teman-teman Habibie serta seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Steinmeier, Jumat (13/9/2019).

Steinmeier menyebut, Habibie merupakan sosok yang mengabdi kepada seluruh hidupnya pada negaranya dan membuat sebuah kontribusi luar biasa pada Indonesia. Dirinya membuka jalan bagi demokrasi di Indonesia.

Habibie juga dikenal bekerja secara khusus untuk menumbuhkan koeksistensi damai antara agama dan budaya, sikap saling menghormati sebagai motivasi dan arah bagi setiap tindakannya.

Steinmeier mengakui Presiden Habibie memiliki hubungan yang sangat dalam dengan Jerman dan budayanya serta tradisi negaranya yang telah menjadi rumah kedua baginya.

“Sejak hari-hari dia menjadi mahasiswa di kota Aachen, Habibie telah mempertahankan kedekat dengan negara kami. Dia punya banyak teman di sana. Jerman berutang banyak padanya,” ungkap Steinmeier.

Steinmeier menambahkan, Habibie sudah membuat banyak pencapaian luar biasa dan melakukan lebih dari siapapun untuk mendekatkan dan menjalin hubungan baik Indonesia-Jerman serta masyarakat di kedua negara. Jerman pun mengaku dengan senang hati memberikan penghargaan Grand Cross 1st Class of the Order of Merit Republik Feredal Jerman.

Continue Reading

Dunia

Duta Besar Ukraina Ucapkan Belasungkawa atas Wafatnya BJ Habibie

Published

on

Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie

Geosiar.com, Jakarta – Kedutaan Besar Ukraina mengaku turut merasakan dukacita yang sangat mendalam atas kepergian Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie yang tutup usia pada Rabu, 11 September 2019.

Duta Besar Ukraina, Volodymyr Pakhil, mengatakan pihaknya ikut merasakan kemalangan yang dirasakan masyarakat Indonesia atas berpulangnya Habibie.

“Saya merasakan kehilangan yang sangat besar bagi Indonesia atas meninggalnya orang hebat ini,” katanya.

Pakhil menyebut, Habibie patut dijadikan teladan dan contoh oleh masyarakat Indonesia, khususnya anak muda sebagai penerus bangsa Indonesia. Dia mengatakan, Habibie juga terkenal di kalangan masyarakat Ukraina.

Habibie semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang cerdas dan religius. Habibie menjalani pendidikan tinggi di Jerman selama 10 tahun dengan mendalami bidang teknik penerbangan, hingga akhirnya berhasil menciptakan pesawat N250.

Di sisa hidupnya, Habibie ternyata juga tengah mempersiapkan pesawat R80 yang sekarang masih dalam proses penyelesaian.

Continue Reading

Dunia

Donald Trump Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya BJ Habibie

Published

on

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Geosiar.com, AS – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beserta sang istri, Melania Trump, menyampaikan rasa dukacita atas meninggalnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Menurut Trump, Habibie sudah menjadi pemimpin yang luar biasa untuk Indonesia.

“Presiden Donald J Trump dan Ibu Negara Melania Trump turut berduka bersama rakyat Indonesia atas meninggalnya mantan Presiden BJ Habibie,” demikian informasi dari Sekretariat Pers Gedung Putih, Jumat (13/9/2019).

“Di tengah berbagai tantangan berat yang menyertai berakhirnya era Presiden Suharto, Dr Habibie menjalankan kepemimpinan yang luar biasa dalam menjaga persatuan dan tradisi pluralistik di Indonesia, serta dalam mengantar kemunculan negara ini menjadi salah satu negara demokrasi yang hebat di dunia,” tambahnya.

Sumbangan jasa Habibie untuk Indonesia akan terus dikenang. Habibie dianggap sudah memberi contoh makna dari kreativitas dan tekad kuat kepada masyarakat.

“Habibie seorang insinyur yang berhasil, juga akan dikenang kontribusinya bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia, termasuk industri penerbangan dalam negeri,” lanjut keterangan Sekretariat Pers Gedung Putih.

Diketahui, BJ Habibie wafat pada rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, setelah sempat menjalani perawatan. BJ Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com