Connect with us

Dunia

ISIS Klaim Dalangi Bom Pernikahan di Afganistan

Published

on

Kondisi aula pernikahan setelah ledakan bom yang terjadi di Kabul, Afghanistan, Sabtu (17/8) malam waktu setempat. (Foto: REUTERS/Mohammad Ismail)

Geosiar.com, Afghanistan – Kelompok Militan Islamic State (ISIS) mengklaim telah mendalangi peristiwa ledakan bom yang terjadi pada pesta pernikahan di Kabul, Afghanistan, Sabtu (17/8/2019) malam waktu setempat, yang merenggut sebanyak 63 jiwa.

Melansir dari Reuters, Senin (19/8) melaporkan, klaim itu disampaikan ISIS melalui sebuah situs pesan instan Telegram terafiliasi grup ekstremis. Dalam pernyataan itu, ISIS mengatakan bahwa seorang simpatisan berhasil menyusup ke acara resepsi dan meledakkan para “kafir.”

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi mengonfirmasi angka kematian beberapa jam usai ledakan terjadi. Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah korban tewas di aula pernikahan.

Sejumlah pihak menuding Taliban sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, Juru bicara Taliban mengklain bahwa pihaknya tidak terlibat dalam ledakan tersebut. Bahkan, ia tampak mengutuk keras serangan tersebut.

“Tidak ada hal yang dapat membenarkan serangan brutal terhadap wanita dan anak-anak seperti itu,” ujar Zabiullah Mujaheed dalam keterangan tertulis kepada media.

Sebagai informasi, serangan ini terjadi saat pemerintah Afghanistan sedang menggelar perundingan damai dengan Taliban. Akibat peristiwa ini, perundingan damai antara kedua negara konflik ini menjadi pertanyaan. Namun, pihak Taliban menegaskan tetap berkomitmen pada perundingan damai.