Connect with us

Dunia

Sempat Diduga Mandul, Wanita di Rusia 3 Kali Hamil Anak Kembar

Published

on

Olga Akopyan, 31 tahun, perempuan dari Rusia, tak menyangka bakal dikaruniai banyak anak setelah sempat diduga mandul (mirror.co.uk)

Geosiar.com, Rusia – Wanita di Rusia, Olga Akopyan (31) tak menyangka dirinya dikarunai banyak anak, padahal sebelumnya sempat diduga mandul melalui tes kesehatan yang pernah dilakukannya. Akan tetapi dugaan kemandulannya luntur di usianya 19 tahun divonis hamil tanpa perawatan IVF.

Akopyan merupakan ahli microbiologis. Ia mempunyai lima orang anak, yaitu dua pasang anak kembar dan satu anak perempuan. Kini dirinya kembali dianugerahkan anak kembar, yakni sepasang, laki-laki dan perempuan bernama Gaspar dan Aurora.

Akopyan dan suaminya sangat terkejut bisa memiliki anak kembar sampai tiga kali. Pasalnya, mereka tidak memiliki sejarah silsilah keluarga yang melahirkan kembar. Bahkan sebelumnya Akopyan ketakutan bakal tidak akan punya anak setelah melakukan tes dan menerima hasil yang diduga bahwa dirinya mandul.

Saat pertama kali mengetahui sedang mengandung anak kembar, Akopyan langsung pergi ke rumah sakit di ibu kota Moskow dengan suaminya untuk melahirkan Christina dan Karina.

Usai kelahiran anak pertama, mereka pun tidak berfikir untuk kembali segera memiliki momongan. Akan tetapi yang terjadi, Akopyan mengandung kembali dan lagi-lagi kembar.

Di kehamilan ketiga, dia pergi lagi ke rumah sakit yang sama, yakni ditempat dia diperiksa oleh dokter yang sama, yakni Vladimir Mirzonov. Yang berbeda, pada kehamilan ini, Akopyan dan suaminya merayakannya bersama Komisaris lokal untuk Hak Anak di Wilayah Moskow.

“Kembar, laki-laki dan perempuan, lahir di Khimki, wilayah Moskow. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa saya membuat kehebohan besar tentang hal ini, dan Anda benar, bahwa hal ini terjadi untuk yang ketiga kalinya berturut-turut di keluarga yang sama,” ujar Ksenia Mishonova, komisi hak anak wilayah Moskow.

Ditotalkan, Akopyan empat kali melahirkan. Pada kelahiran pertama, dia melahirkan satu anak perempuan yang diberi nama Alina. Namun tiga kelahiran berikutnya adalah anak kembar.

Walaupun total sudah punya tujuh anak, Akopyan yang masih aktif bekerja sebagai ahli mikrobiologi, mengaku masih ingin menambah buah hati lagi.

Bahkan menurut dokter yang merawatnya, Akopyan mungkin saja mendapatkan lagi kehamilan kembar.

Dalam populasi umum, kurang dari satu persen kehamilan adalah kembar, tetapi begitu seorang wanita memiliki anak kembar kemungkinan akan terulang lagi hamil anak kembar.

Dokter sepsialis kandungan, Boris Lordkipanidze, menyatakan tidak banyak perempuan dengan kecenderungan melahirkan anak kembar. Namun jika seorang perempuan berovulasi dengan dua telur, maka kemungkinan menjadi dua kali lipat bagi perempuan itu memiliki anak kembar pada kehamilan kedua.

Dunia

Somalia Laporkan Kematian Pertama Virus Corona

Published

on

Ilustrasi Tim Medis

Geosiar.com, Internasional – Somalia pada hmelaporkan kematian pertamanya dari seorang pasien yang menderita virus corona atau Covid-19 pada Rabu (8/4/2020). Pasien itu tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Kematian pertama dari Covid-19 dicatat hari ini sebagai orang Somalia berusia 52 tahun yang memiliki virus itu meninggal,” kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP, Kamis (9/4/2020).

Pernyataan tersebut juga mendokumentasikan empat kasus baru dengan kategori pasien tanpa catatan perjalanan ke luar negeri.

“Kementerian menegaskan bahwa penyebaran penyakit telah dimulai di masyarakat,” ujar dia.

“Negara ini sangat rentan terhadap Covid-19 karena efek konflik dan lemahnya infrastruktur kesehatan masyarakat, Dana Kependudukan PBB memperingatkan dalam sebuah pernyataan,” lanjutnya.

“Setiap intervensi untuk menghentikan penyebaran virus di Somalia akan, tanpa diragukan lagi, terhalang oleh retakan dalam sistem kesehatan yang sekarang akan semakin dalam kecuali tindakan cepat diambil oleh mitra Somalia.”

Kementerian kesehatan belum mengatakan berapa banyak tes Covid-19 yang sudah dilakukan walaupun pengujian di wilayah tersebut masih terbatas.

Pada hari Selasa, ada lebih dari 10.200 kasus virus ini yang dikonfirmasi di 52 negara Afrika yang mengakibatkan 492 kematian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika.

Continue Reading

Dunia

Ethiopia Umumkan Dua Pasien Meninggal Pertama Virus Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Ethopia – Otoritas Ethiopia melaporkan dua pasien meninggal pertama virus Corona atau Covid-19. Pasien itu merupakan seorang pria dan wanita yang sempat dirawat intensif.

Dikutip dari kantor berita AFP pada Minggu (6/4/2020), pasien pertama yang meninggal yakni seorang wanita Ethiopia berusia 60 tahun yang sudah menghabiskan enam hari perawIm3atan intensif. Sementara pasien kedua yang meninggal adalah seorang pria Ethiopia berusia 56 tahun yang didiagnosis menderita virus Corona pada Kamis (2/4/2020).

“Ini adalah penyesalan terdalam saya untuk mengumumkan kematian pertama seorang pasien dari #COVID19 di Ethiopia,” ujar Menteri Kesehatan Ethiopia, Lia Tadesse saat mengumumkan melalui akun Twitter miliknya.

Empat jam kemudian, Lia menerbitkan posting kedua yang mengungkapkan kesedihan yang luar biasa ketika meninggalnya pasien kedua.

Ethiopia merupakan negara berpenduduk lebih dari 100 juta orang, mengkonfirmasi kasus pertama virus Corona pada Jumat (13/3/2020) dan telah mencatat total 43 kasus.

Continue Reading

Dunia

Dari 193 Negara di Dunia, 19 Negara Masih Bebas Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Dari 193 negara anggota PBB, dilaporkan hanya tinggal 19 negara bebas Corona atau belum melaporkan adanya kasus infeksi virus Corona pertama yang ditemukan.

Menurut data Universitas Johns Hopkins, berikut 19 negara yang belum melaporkan kasus pertama virus Corona hingga 2 April 2020.

  1. Comoros
  2. Kiribati
  3. Lesotho
  4. Malawi.
  5. Marshall Islands.
  6. Micronesia
  7. Nauru
  8. Korea Utara
  9. Palau
  10. Samoa
  11. Sao Tome and Principe
  12. Solomon Islands.
  13. Sudan Selatan
  14. Tajikistan
  15. Tonga
  16. Turkmenistan
  17. Tuvalu
  18. Vanuatu
  19. Yaman

Korea Utara (Korut) sebagai negara yang tertutup rapat bagi asing belum melaporkan satu kasuspun. Padahal negara ini berbatasan dengan Cina yang menjadi negara awal dari wabah virus Corona

Menurut laporan Newsweek, Turkmenistan untuk beberapa hal meniru Korea Utara dengan secara ketat melarang perjalanan, membersihkan pertemuan massal, dan kampanye memberikan kesadaran.

Sedangkan Yaman diduga belum melaporkan kasus virus Corona lantaran masih dalam situasi perang.

Sebagian besar negara lainnya yang bebas dari virus Corona merupakan negara kepulauan kecil dan jarang dikunjungi orang asing, sebagaimana dilaporkan doncasterfreepress.co.uk, 3 April 2020.

PBB menyebutkan, 7 dari 10 negara di kepulauan kecil itu paling jarang dikunjungi. Kemudian negara-negara ini tidak mempunyai perbatasan darat dengan negara tetangganya, sehingga mereka menjadi negara bebas Corona hingga saat ini.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com