Connect with us

Sumut

Polsek Bandar Khalifah Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba ke Nelayan

Published

on

Suasana penyuluhan bahaya narkoba oleh Kapolsek Bandar Khalifah AKP Leo Sembiring kepada para nelayan, Rabu (14/8/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Polsek Bandar Khalifah melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba kepada para nelayan di Dusun III Simpang Boom, Desa Pekan, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (14/8/2019) pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Leo mengatakan, tujuan diadakannya penyuluhan bahaya narkoba adalah untuk menyelamatkan generasi muda yang dapat menghancurkan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, Leo mengajak semua kalangan masyarakat khususnya nelayan agar turut mendukung program pemerintah dalam memerangi kejahatan narkoba.

“Kita wajib mendukung program pemerintah yaitu salah satunya perangi narkoba dan ini merupakan salah satu peran polisi selain tugas preventif, salah satunya menjaga ketertiban dan keamanan serta penegakan hukum. Kita berharap kepada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan agar dapat bekerja sama yang baik dengan Polri, karena nelayan berada di garis depan perairan sehingga dapat membantu tugas-tugas polisi,” kata Kapolsek Leo, Rabu (14/8/2019).

Adapun alasan Polsek Bandar Khalifah menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada para nelayan karena selain peredaran melalui darat, peredaran narkoba juga sering dilakukan melalui perairan dengan modus menggunakan kapal nelayan dan pengangkut barang.

“Masuk dan beredarnya narkoba di wilayah Indonesia selain dari darat juga dari perairan laut dengan modus menggunakan kapal nelayan dan pengangkut barang. Dengan demikian agar kita tetap waspada dan tidak mudah dipengaruhi para pelaku kejahatan dengan cara membujuk para nelayan agar sarana kapalnya dipergunakan untuk membawa narkoba ke Indonesia khususnya di Kecamatan Bandar Khalifah, Sergai,” lanjut dia.

Dengan demikian, Leo mengharapkan nelayan mau menjalin kerja sama dengan Polri untuk memberantas peredaran narkoba melalui jalur perairan.

“Karena sumber narkoba dari negara lain, seperti dari Malaysia, Thailand, dan Tiongkok masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur laut, transit menggunakan kapal ikan Indonesia, lalu dibawa ke darat,” jelasnya.

“Bagi para nelayan yang mengetahui ada kejahatan narkoba di wilayah perairan Indonesia, khususnya wilayah hukum Polsek Bandar Khalifah agar segera menginformasikannya kepada pihak kepolisian setempat,” tandas Kapolsek.

Selain Kapolsek Bandar Khalifah, AKP Leo Sembiring, kegiatan penyuluhan ini juga dihadiri Kanit Sabhara, IPTU A Sitorus, Kasium IPDA A Nababan, dan puluhan nelayan setempat. (WH)

Sumut

Dua Residivis Narkoba Dihadiahi Timah Panas

Published

on

Kondisi kedua residivis narkoba setelah terkena timah panas polisi. (Foto: art/geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Dua residivis narkoba yang merupakan pengedar sabu di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai (Sergai) ditembak polisi karena mencoba melarikan diri.

Kedua pengedar sabu yakni, MA alias Juar (37) warga Dusun I Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Sergai, ditangkap di Kampung Tempel Desa Penggalangan Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai.

Sementara IS alias Kabul (29) warga Dusun X Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai ditangkap di Desa Cempedak Lobang Dusun V, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai, Jumat (17/1) malam.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pengedar barang haram itu yakni, dompet berisikan 10 plastik klip kecil yang di dalamnya diduga berisi kristal sabu berat bruto 2,39 gram, 2 plastik klip sedang berisi kristal diduga sabu berat bruto 12.03 gram, 1 unit timbangan elektrik, 1 pipet yang digunakan sebagai sendok sabu.

Kapolres Sergai AKBP R. Simatupang didampingi Kassubag Humas Ipda Zulfan Ahmadi mengatakan, MA alias Juar saat sedang berdiri di pinggir tali air dan langsung diamankan. 

“Dari penggeledahan badan tersangka ditemukan 1 buah dompet warna merah dari saku celana. Tersangka Juar menerangkan mendapat sabu dari IS alias Kabul warga Desa Firdaus, lalu dilakukan pemancingan terhadap tersangka Kabul dan berhasil ditangkap di Desa Cempedak Lobang,” ujar Kapolres.

Petugas melakukan pengembangan, saat Juar diinterogasi Kasat Narkoba di depan kantor Kepala Kejaksaan Negeri (Kajri) Sergai, ia mencoba melompati Kasat dari dalam mobil seketika dengan refleks diberi hadiah timah panas. Tersangka Juar merupakan residivis kasus narkotika tahun 2017 divonis 2 tahun penjara.

Sementara Kabul menerangkan bahwa barang haram jenis sabu itu didapatnya dari W alias Botak yang merupkan warga Balidahan.

“Saat dilakukan pengembangan di lapangan, tersangka mencoba kabur, lalu diberikan tembakan peringatan sebanyak 2 kali namun tersangka tidak mengindahkannya sehingga tersangka diberikan tembakan tepat di kaki sebelah kanan,” jelas Kapolres.

Tersangka Kabul ini juga merupakan residivis kasus narkoba tahun 2017 yang divonis 3 tahun penjara. (art)

Continue Reading

Sumut

Paripurna DPRD Sergai Bahas 3 Rapenda

Published

on

Bupati Sergai, Ir H Soekirman bersama jajaran anggota DPRD Sergai dalam rapat paripurna pada Jumat (17/1/2020). (Foto: art/geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) membahas tiga agenda penting dalam rapat paripurna yang dilaksanakan di Gedung DPRD, Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah pada Jumat (17/1/2020).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sergai dr. M. Riski Ramadhan, SH, SE, dan dihadiri Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, para wakil ketua, para anggota DPRD Sergai, para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, pejabat administrator dan undangan lainnya.

Adapun ketiga pembahasan tersebut yakni pengesahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), pengesahan Rencana Kerja DPRD Kabupaten Sergai tahun 2020-2021 dan penetapan Panitia Khusus tentang tiga peraturan DPRD Kabupaten Sergai tahun 2020.

Soekirman menyebut, sebagai tindaklanjut dari UU No. 12 Tahun 2011, Pemkab Sergai pada tahun 2020 mengusulkan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD Kabupaten Sergai, serta satu Ranperda yang merupakan inisiatif DPRD Kabupaten Sergai dan telah dilakukan pembahasannya dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah pada 8-10 Januari lalu.

Adapun kesebelas Ranperda yang diusulkan Pemkab Sergai adalah Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD T.A. 2019, P-APBD TA 2020, Ranperda tentang APBD TA 2021, Retribusi Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Kesehatan Pertama, Sistem Kesehatan Daerah, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Kemudian, Pajak Daerah, Irigasi, Pemilihan Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa, Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Sergai, serta Penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah yang merupakan inisiatif DPRD.

“Atas nama Pemkab Sergai, kami sangat mengapresiasi seluruh kegiatan termasuk rapat-rapat yang dilaksanakan oleh Badan Pembentukan Perda yang telah banyak memberikan waktu dan masukan-masukan sehingga Prompemperda Kabupaten Sergai tahun 2020 dapat disahkan pada sidang paripurna ini,” ujar Bupati.

Kemudian, nantinya akan dilakukan pembahasan secara bersama-sama antara eksekutif dengan legislatif serta pada akhirnya dapat ditetapkan sebagai Peraturan Daerah.

Bupati juga menyampaikan dukungan atas pengesahan rencana kerja DPRD Kabupaten Sergai tahun 2020-2021 dengan harapan rencana kerja yang disahkan dapat bersinergi dan sejalan dengan rencana kerja Pemkab Sergai untuk dapat mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sergai yang unggul, inovatif dan berkelanjutan. (art)

Continue Reading

Sumut

Asosiasi UMKM Harap Pemprov Sediakan Tempat Promosi di Kantor OPD

Published

on

UKM Center : Tenant UKM Center Medan di Manhattan Times Square. [Foto: jurnalasia.com/Netty]

Geosiar.com, Medan – Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengimbau agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut membantu dalam penyediaan tempat promosi di setiap kantor organisasi perangkat daerah (OPD).

“Asosiasi UMKM Sumut mau bekerja sama untuk terobosan ini bila Pemprov Sumut bersedia, sebab ini merupakan wujud promosi UMKM,” ujar Ketua Asosiasi UMKM Sumut, Anna Sianturi, dikutip dari Suaratani.com, Sabtu (18/1/2020).

Menurutnya, dengan disediakannya tempat khusus promosi di setiap kantor OPD dapat mendongkrak produksi para pelaku UMKM karena akan sangat membantu produk UMKM dikenal masyarakat luas.

“Kalau tamu datangkan bisa membeli produk UMKM unggulan Sumut secara langsung, paling tidak mereka tahu ada produk seperti itu di Sumut. Karena banyak produk UMKM yang punya kualitas bahkan berorientasi ekspor,” jelas Anna.

Imbauan ini disampaikan Anna mengingat para pelaku UMKM yang harus patungan untuk menyewa booth setiap kali mengikuti pameran. Sementara pemerintah sendiri masih terbilang jarang memberikan fasilitas dan hanya selalu menuntut agar produk UMKM terus dipasarkan.

“Semua ini dilakukan karena keinginan pelaku usaha untuk bisa mempromosikan produknya agar lebih dikenal. Kita juga berusaha, karena kita bukan membawa pribadi melainkan nama daerah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia berharap Gubernur Edy Rahmayadi segera menyarankan para OPD-nya untuk menyediakan salah satu tempat promosi bagi produk-produk UMKM Sumut,

“Bapak Gubernur Sumatera Utara adalah Bapak Asuh UMKM di provinsi ini. Karenanya, kami berharap hal itu dapat dilakukan melihat perkembangan UMKM Sumut saat ini sudah signifikan,” harap Anna.

Pemerintah diharapnya lebih lagi memperhatikan pelaku UMKM sebab banyak produk yang punya kualitas bahkan berorientasi ekspor tapi butuh pendampingan dan pelatihan dalam berbagai hal, seperti kemasan, rasa dan lain-lain.

“Kita memohon bagaimana pemasaran produk-produk UMKM ini meningkat lewat promosi yang dilakukan. Saling kerjasama dengan asosiasi yang ada sangat kita harapkan, karena tujuannya sama yakni meningkakan produk UMKM yang sudah punya kualitas,” lanjutnya.

Keluhan pelaku UMKM selama ini, lanjut Anna, ialah masalah ruang dan tempat untuk memasarkan produknya, mereka membutuhkan itu. Maka dari itu, perlunya dukungan dari pemerintah dalam hal ini

“Dengan adanya kerjasama antara pelaku UMKM dengan pemerintah, produk UMKM Sumut pastilah naik kelas,” pungkasnya.

Menurut Anna, produk UMKM bisa ditempatkan di kantor OPD seperti Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Ketahanan Pangan, Badan Perizinan, Penanaman Modal, Lingkungan Hidup, dan OPD lainnya. Bahkan di Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com