Connect with us

Dunia

PM Justin Trudeau Diduga Langgar Aturan Etika

Published

on

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

Geosiar.com, Kanada – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau diduga sudah melanggar aturan soal etika ketika mencoba mencampuri kasus hukum sebuah perusahaan. Oleh karenanya, ia menerima laporan lembaga pengawas etika independen, namun Trudeau menolak minta maaf pada Rabu (14/8/2019).

Dilansir dari reuters pada kamis (15/8/2019), komisi etika independen Mario Dion menyebut PM Trudeau dan timnya pada tahun lalu sudah berupaya merusak sebuah keputusan yang dibuat jaksa penuntut federal bahwa pembangunan yang dilakukan perusahaan SNC-Lavalin Group Inc harus dibawa ke persidangan untuk mengungkap dugaan korupsi.

“Saya sepenuhnya menerima laporan ini. Saya mengambil tanggung jawab sepenuhnya,” ungkap Trudeau, walaupun dia tidak setuju dengan kesimpulan Dion.

Laporan Dion yang tebalnya hingga 58 halaman yang diterima Trudeau itu kemungkinan dapat mencederakan peluang Trudeau untuk mempertahankan jabatannya pada pemilu Kanada yang akan digelar Oktober 2019 mendatang.

Skandal SNC-Lavalin mencuat pada awal Februari 2019 lalu. Perusahaan itu pada 2018 ingin mengambil keuntungan dari sebuah undang-undang yang memungkinkan SNC-Lavalin ‘menyelamatkan diri’ dengan membayar denda ketimbang menghadapi persidangan atas diduga telah menyuap beberapa pejabat di Libya.

Kasus hukum SNC-Lavalin mempertaruhkan Trudeau sebagai pemimpin muda yang melindungi pemerintah dan berjanji akan bersikap terbuka dan transparan.

Kini Trudeau sudah menjadi PM Kanada pertama yang diduga sudah menciderai aturan etika federal.

Trudeau mengaku telah mencoba membujuk mantan Menteri Kehakiman Jody Wilson-Raybould supaya memikirkan kembali keputusan jaksa penuntut. Dirinya menganggap apa yang telah terjadi dimasa lalu tidaklah hal yang baik, tapi saat yang sama dia tidak bisa meminta maaf karena mempertahankan lapangan kerja bagi masyarakat Kanada.

Menurut Dion, PM Trudeau sudah melanggar aturan konflik kepentingan yang melarang para pemegang jabatan publik mencoba mendorong kepentingan pribadi orang lain secara tidak layak.

Dunia

14 Negara Evakuasi Warga dari Wuhan

Published

on

Ilustrasi pencegahan tertularnya virus Corona di Korea Selatan dengan menggunakan masker. [Foto : JUNG YEON-JE/AFP/GETTY IMAGE]

Geosiar.com, China – Wabah virus Corona semakin ditakuti masyarakat di seluruh dunia. Akibatnya, 14 negara dilaporakan tengah berupaya untuk mengevakuasi warganya yang terjebak di Kota Wuhan, yang merupakan asal virus itu berkembang.

Dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (29/1/2020), ada 8 negara di kawasan Asia Pasifik yang tengah berupaya mengevakuasi warganya dari Wuhan. Kedelapan negara itu ialah Jepang, Australia, India, Filipina, Sri Lanka, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia.

Sementara itu, negara bagian Amerika Utara yang dilaporkan mengevakuasi warganya ialah Amerika Serikat. Kemudian negara di Eropa di antaranya Prancis, Jerman, dan Spanyol. Sedangkan di Afrika, negara Algeria dan Maroko juga telah mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk memulangkan warganya dari Wuhan.

Sejauh ini, sedikitnya ada 14 negara yang telah mengonfirmasi menemukan kasus virus Corona di negaranya. Belasan negara itu yakni Thailand sebanyak empat belas kasus, Australia menemukan lima kasus, Taiwan sebanyak tujuh kasus, Jepang sebanyak tujuh kasus, Singapura sebanyak tujuh kasus.

Malaysia sebanyak empat kasus, Korea Selatan sebanyak empat kasus, dan Vietnam sebanyak dua kasus. Sementara itu, Sri Lanka dan Kamboja masing-masing menuturkan baru menemukan satu kasus. Di kawasan Amerika dan Eropa, Prancis telah menemukan empat orang yang terinfeksi virus Corona. Kanada, Amerika Serikat, dan Jerman sejauh ini baru menemukan masing-masing satu kasus virus Corona.

Patogen jenis baru ini diketahui menyerang sistem pernapasan manusia, sama halnya seperti penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Setidaknya ada 132 orang di China yang menjadi korban keganasan virus ini.

Continue Reading

Dunia

Xi Jinping Yakin China Mampu Kalahkan Corona

Published

on

Presiden China Xi Jinping. [Foto: Reuters]

Geosiar.com, China – Wabah virus Corona atau 2019-nCoV semakin meluas ke seluruh penjuru dunia. Lebih dari 60 orang di 17 negara dan teritori di luar daratan China menderita virus ini, termasuk kasus baru di Kamboja, Sri Lanka, dan Jerman. Thailand sejauh ini mencatat jumlah infeksi tertinggi di luar China dengan 14 pasien.

Atas penyebaran itu, Presiden China Xi Jinping memastikan negaranya akan mampu mengalahkan virus yang berasal dari wilayah Wuhan itu. Sebab, virus yang disebutnya sebagai ‘iblis’ itu telah menewaskan 106 orang di Negeri Tirai Bambu.

“Virus itu iblis dan kita tidak bisa membiarkan iblis bersembunyi. China akan memperkuat kerja sama internasional dan menyambut partisipasi WHO dalam pencegahan virus,” ujar Xi Jinping dikutip dari Reuters, Rabu (29/1/2020).

“China yakin akan memenangkan pertempuran melawan virus!” tegasnya.

Jinping menegaskan hal tersebut usai bertemu dengan Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Pertemuan itu membahas bagaimana melindungi warga China dan warga asing di daerah yang terkena virus dan kemungkinan alternatif evakuasi.

Continue Reading

Dunia

Malaysia Merasa Diuntungkan dengan Perpindahan Ibu Kota RI

Published

on

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu. [Foto: Yahoo News Singapore]

Geosiar.com, Malaysia – Rencana pemindahan ibu kota Republik Indonesia ke wilayah Kalimantan Timur diakui akan sangat menguntungkan Malaysia. Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com, Mohamad Sabu mengatakan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara merupakan kabar menggembirakan bagi Malaysia. Pasalnya, wilayah calon ibu kota baru itu sangat dekat dengan Sabah dan Serawak yang artinya Malaysia juga akan kelimpahan untung dari segi peluang ekonomi.

“Jika ada kota besar di Indonesia terletak di dekat Sabah dan Sarawak, saya yakin itu akan menjadi keuntungan bagi Malaysia dalam sektor ekonomi, terutama soal pariwisata. Dalam bidang penerbangan, sudah tentu dengan rencana ini penerbangan Malaysia terutama di Sabah dan Sarawak akan lebih sibuk,” ujar Mohamad Sabu kepada CNNIndonesia.com, dikutip pada Selasa (28/1/2020).

Mohamad Sabu juga menilai tak ada dampak negatif bagi negaranya bila ibu kota RI dipindahkan ke wilayah tersebut. Kalaupun ada, dampak negatif itu tidak begitu terlihat dan berpengaruh bagi Negeri Jiran ini.

“Bagi saya tidak nampak sisi negatifnya. Saya yakin pemerintah Indonesia sudah siap dengan segala upaya mereka untuk mengamankan ibu kota baru mereka,” lanjutnya.

Menurutnya, rencana pemindahan ibu kota RI juga akan berdampak positif bagi Indonesia. Ia menilai perpindahan ibu kota ini akan membawa pembangunan yang lebih lestari bagi Indonesia di masa depan. Kendati mendukung rencana tersebut, Mohamad Sabu berujar semua itu adalah keputusan Indonesia.

“Kami melihat Ibu Kota Jakarta saat ini memang sudah terlalu padat dan macet yang begitu kentara. Jika Indonesia melanjutkan rencananya ini, maka saya yakin perpindahan ibu kota baru ini akan membawa pembangunan yang lebih lestari bagi Indonesia di masa depan. Tapi bagaimana pun ini hak Indonesia, kami mendukung segala rencana Indonesia terkait rencana ini,” imbuhnya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com