Connect with us

Sumut

Pemko Medan akan Lakukan Revisi Perda Kota Medan No 13/2011 Tentang RTRW

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan akan melakukan revisi  Perda Kota Medan No. 13/2011 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan.  Dengan revisi yang dilakukan diharapkan akan terwujud tata ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH yang diwakili Kepala Bapedda Kota Medan Irwan Ritonga ketika memimpin Rapat Konsultasi Publik Revisi RTRW Kota Medan Tahun 2011 – 2031 di Ruang Rapat Rapat III Kantor Walikota Medan, Kamis (15/8/2019).

Adapun alasan revisi menurur Ihwan terkait perkembangan Kota Medan yang cenderung memusat pada inti kota berimplikasi terhadap keterbatasan lahan. Ditambah lagi  pembangunan yang dilakukan secara vertikal serta adanya trend permintaan pasar terhadap kebutuhan lahan dalam skala besar

“Disamping itu dengan revisi yang dilakukan, kita harapkan dapat menjadikan Kota Medan memiliki daya saing dan daya tarik sebagai daerah tujuan investasi,” kata Irwan.

“Sebagai contoh hutan lindung di bagian utara Medan, ditempat ini masih  harus diberi zonasi agar kita tau mana yang daerah pemukiman dan menjadi ruang  terbuka hijau (RTH). Dengan demikian pembangunan yang dilakukan kedepannya tidak lagi menimbulkan permasalahan,” ungkapnya.

Mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah itu selanjutnya mengungkapkan, rapat yang dilakukan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi guna memanfaatkan ruang daratan, lautan dan udara untuk aktifitas pembangunan kota berbasis ekonomi di sektor perdagangan dan jasa. Di samping itu juga berbasis  pariwisata serta industri yang berwawasan lingkungan di Kota Medan.

“Saya harap dengan revisi ini nantinya menghasilkan perencanaan yang baik dan sempurna, sehingga  dapat membawa Kota Medan menuju kota berkelas internasional di masa mendatang,” harap Irwan.

Sementara itu  Kabid Fisik dan Tata Ruang Bappeda Kota Medan Fery Ichsan didampingi Sekretaris Bappeda Kota Medan Syafruddin mengatakan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)  Kota Medan tahun 2006-2026 secara ekonomis, dalam 20 tahun kedepan akan ditandai dengan produktivitas ekonomi yang tinggi, sehingga mendorong peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat dalam jangka panjang. Dengan begitu  dapat membentuk perekonomian kota yang tangguh, dinamis, progresif dan merata.

“Dalam 20 tahun kedepan apakah rencana terkait Kota Medan tersebut dapat tercapai dengan rencana alokasi ruang sebesar perumahan dan permukiman seluas 14.970,79 ha atau 54,47%, perdagangan dan jasa seluas 836,82 ha atau 3,16%, kawasan industri seluas 1.373.83 ha atau 5,18%, fasilitas umum seluas 453,96 ha atau 1,71%, kawasan khusus seluas 636 ha atau 2,4% dan kawasan pertanian seluas 200 ha atau 0,75%,” kata Fery.

Rapat konsultasi publik diakhiri dengan penandatanganan berita acara konsultasi publik kedua revisi RTRW Kota Medan Tahun 2011 – 2031 oleh Medan Marelan, Medan Deli, Medan Labuhan dan Medan Marelan disaksikan Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga. (lamru)

Advertisement

Sumut

Polsek Medan Baru Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Kos Jalan Punak

Published

on

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengungkap keberhasilan Polsek Medan Baru soal kasus pembunuhan di Jalan Punak Medan, Senin (9/12/2019)

Geosiar.com, Medan – Tim Pegasus Polsek Medan Baru sukses mengungkap kasus pembunuhan Rubiah alias Bian (17) yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kos nya di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur I, Medan Petisah pada Rabu (4/12/2019) lalu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan bahwa pelaku tidak berkutik saat dibekuk dan diberikan tindakan tegas oleh petugas Polsek Medan Baru.

“Menyesal pelaku,” ucap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, kepada awak media di Mapolsek Medan Baru Senin (9/12/2019).

Tersangka juga mengakui antara korban dan tersangka ini memiliki hubungan asmara. Tersangka telah mempunyai istri dan dua orang anak. Sedangkan korban merupakan seorang janda dengan satu anak.

Selain tersangka, petugas menyita barang bukti satu buah pisau cutter, pecahan kaca nako, baju korban dan 1 unit HP.

Kombes Dadang menjelaskan bahwa tersangka membunuh korban lantaran cemburu dengan kekasihnya tersebut. “Jadi motifnya tersangka cemburu yang diduga korban memiliki pria lain.”

Atas penangkapan tersangka, Kombes Dadang mengaku salut lantaran timnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut, ia menyebut sudah pantas diberikan penghargaan. Apalagi Polsek Medan Baru mampu menjaga suasana tetap kondusif di masyarakat.

Begitu pula mampu melakukannya penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi dan berhasil memburu tersangka yang bersembunyi di Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Sementara keluarga Korban yang melihat pelaku diamankan di Polsek Medan Baru juga mengaku bangga melihat polisi berhasil menangkap pelaku yang melakukan pembunuhan kepada adiknya.

“Kalau bisa pelaku yang sudah menghilangkan nyawa adik saya diberikan hukuman seberat-beratnya,” ungkap Kemala Dewi (29) warga Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal.

Atas perbuatan yang dilakukan pelaku itu melanggar Pasal 338, 365 dan 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau serendah rendahnya 9 tahun penjara.

Continue Reading

Sumut

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi, Masyarakat Minta DPRD Panggil Dinas Pertanian

Published

on

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi

Geosiar.com, Tebing Tinggi –  Virus hog cholera atau kolera babi masih mewabah di Kota Tebing Tinggi hingga Selasa (10/12/2019). Bahkan, setiap saat selalu ada bangkai babi yang ditemukan mati, sehingga warga kalut bagaimana mencari lokasi penanaman bangkai babi tersebut.

Lando Rajagukguk, warga Jalan Purnawirawan Gang Musyawarah Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, didampingi sejumlah peternak diantaranya Candra Sipahutar, Donal Gultom, S Simalango, Sigiro, D Tanjung, Pinta br Sinaga dan Rina Br Sirait dan R Rajagukguk mengaku sangat heran atas kurang seriusnya Pemerintah Kota atas wabah ini.

Bahkan, mereka heran sejak datangnya tim dari Dinas Pertanian ternak babi milik mereka bertambah mati. Baik setelah di semprot dan diberi penyuntikan.

“Kami minta agar pihak DPRD Kota Tebing Tinggi memanggil Dinas Pertanian untuk dimintai tanggung jawab. Sebab, meski ternak mereka sehat juga tidak pernah dikunjungi pihak Dinas Pertanian, apalagi sedang adanya wabah penyakit ini,” katanya.

Menurut Candra dan Br Sinaga ternak babi mereka puluhan mati pada hari ini, dan warga kewalahan untuk melakukan lokasi penanaman bangkai akibat ketiadaan lahan. “Jangan ada perbedaan dikota ini kepada peternak dan janji manis,” ucapnya.

“Kami hanya berharap ada usaha pemerintah secepatnya untuk memberikan solusi, agar ternak warga tidak mati berkelanjutan. Baik melalui obat dan biaya pengganti sebab ini adalah hal sebuah bencana,” kata Lando, diamini beberapa orang tetangganya yang juga memiliki ternak babi.

Dalam catatan, kemarin pihak Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi melalui Kabid Ida  mengaku vaksin belum sampai di kota tersebut dari pihak Provinsi Sumut. Diharapkan juga warga jangan membuang bangkai babi sembarangan karena ada pidananya.

Continue Reading

Sumut

Korwil PMPHI Sumut Ingatkan Politisi Jangan Buat Gaduh

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat menegaskan kepada para Politisi, tokoh daerah dan nasional agar tidak membuat gaduh atau contoh buruk dengan rakyat. Hal tersebut terkait diadukannya Roky Gerung ke Bareskrim.

“Hentikan angkat telor. Saya himbau kepada seluruh tokoh atau politisi daerah maupun nasional, jangan buat gaduh atau contoh buruk kepada segenap rakyat. Ingat Presiden Jokowi itu seluruh rakyat Indonesia bukan hanya milik satu Partai. Kalau mau cari perhatian Jokowi biar dipuji dan dikasih jabatan menteri/wakil, komisaris BUMN. Lebih bagus dukung Anak, Menantu menjadi Walikota Medan dan Solo dari pada mengadukan Rokky Gerung orang pintar itu ke Bareskrim yg akhirnya ditolak,” tegas Gandi kepada Geosiar.com di Medan, Selasa (10/12/2019).

Lebih lanjut kata Gandi, “Jangan libatkan masyarakat luas untuk memusuhi orang pintar Rokky Gerung dan jangan pengaruhi aparat, peliharalah budaya malu. Kenapa politisi yang duduk di DPR tidak berpikir untuk kepentingan masyarakat luas yang menghadapi kenaikan BPJS, Listrik dan kesulitan kehidupan lainnya.”

Menurutnya, saat ini memang banyak yang cari perhatian ke Jokowi seperti menginginkan jabatan Presiden 3 periode, membuat UU yang diprotes masyarakat luas yang menjadi korban mahasiswa.

“Kami menilai pendapat seseorang dalam debat atau dialog kalau ada seseorang yang tersinggung atau merasa dipojokkan, itu masalah biasa bagi orang pintar dan bukan harus diselesaikan masyarakat suatu daerah atau hukum negara. Aparat tidak bodoh. Lebih bagus para politisi mencari perhatian Jokowi memenangkan Anak dan Menantunnya menjadi Walikota Medan dan Solo dan mengajak para petugas untuk memenangkannya dari pada bernafsu memenjarakan orang,” tegas Gandi lagi

Dijelaskan, aparat akan bertindak sesuai dengan hukum jika ada warga yang melanggar undang undang.

“Kami yakini, aparat pasti bertindak apabila ada yang melanggar Undang Undang, makanya tak perlu repot repot cari perhatian apalagi melibatkan masyarakat luas untuk memusuhi seseorang yang menyampaikan pendapatnya didalam diskusi atau debat,” tutup Gandi. (X1)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com