Connect with us

Politik

Golkar Tolak Usul Pembentukan GBHN

Published

on

Ketua DPP Partai Golkar, Ricky Rachmadi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Partai Golkar menolak tegas pembentukan kembali GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) yang diusulkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, Megawati mengatakan ingin mengamandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk memperkuat kewenangan MPR sebagai lembaga tertinggi negara dan menghidupkan kembali GBHN.

Wacana ini sontak memicu pro dan kontra di semua kalangan. Di satu sisi mengatakan, GBHN dinilai mampu membuat kebijakan Indonesia menjadi terarah. Sementara di sisi lain menyebut, GBHN justru memiliki kemampuan untuk melemahkan Presiden. Kontra itu diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar, Ricky Rachmadi.

“Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setiap ada upaya menciptakan parlemen yang terlalu kuat, pemerintah menjadi lemah atau dilemahkan,” kata Ricky Rachmadi lewat keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Ia menilai, meskipun Presiden dipilih oleh rakyat yang notabennya memiliki legitimasi politik dan hukum yang sangat kuat, pada akhirnya bisa dikendalikan parlemen melalui MPR dan GBHN.

“Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat sehingga memiliki legitimasi politik dan hukum yang sangat kuat, akhirnya bisa dikendalikan oleh parlemen melalui MPR dan GBHN,” ujarnya.

Jika hal itu terjadi, jelas Ricky, maka Presiden tidak bisa lagi leluasa menjalankan amanat rakyat yang telah memilihnya dalam pilpres langsung. Sebab, mesti bertanggung jawab dan melaksanakan perintah MPR melalui GBHN yang pada akhirnya akan menciptakan kerancuan sistem ketatanegaraan Indonesia.

“Yang muncul adalah sistem presidensial rasa parlementer. Ini juga rentan transaksi politik dan dikhawatirkan presiden bisa saja dituduh melanggar GBHN. Dan jika mayoritas DPR bersepakat tentang hal yang sama, maka presiden bisa dimakzulkan. Ini sangat berbahaya bagi stabilitas politik,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ricky berpendapat bahwa upaya menghidupkan GBHN dan menjadikan MPR lembaga tertinggi negara dapat membuat presiden seperti terkunci dan tersandra, apalagi jika MPR diberi kewenangan untuk menunjuk langsung presiden.

“Lebih parah lagi jika MPR nanti diberi kewenangan memilih presiden dan wakil presiden. Maka selamat tinggal demokrasi, kita ramai-ramai mundur, kembali ke masa lalu. Ini akan jadi cibiran dunia dan catatan kelam dalam sejarah bangsa,” tegasnya.

Selain itu, Ricky juga mengingatkan dampak negatif dari skema presidensial rasa parlementer yang akan memberi peluang bagi DPR untuk ‘mengganggu’ presiden sehingga memicu konflik eksekutif-legislatif.

“Otoritas yang seharusnya melekat pada presiden dalam skema presidensialisme menjadi peluang bagi DPR untuk melembagakan ‘gangguan’ terhadap presiden. Desain konstitusi yang semula hendak menyeimbangkan kekuasaan eksekutif-legislatif akhirnya terperangkap pada situasi parlementer atau ‘DPR heavy’,” tandasnya.

Dengan demikian, ia mengharapkan wacana pembentukan GBHN dan penguatan parlemen MPR tidak terjadi di politik Indonesia.

Politik

DPRD Medan Dukung Rencana Pentas Seni SMP St Yoseph Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua DPRD Medan Hasyim SE mendukung dan mengapresiasi siswa SMP St Yoseph Jl Pemuda Medan akan menggelar pentas dan seni (Pensi) pada Nopember mendatang. Apalagi pensi yang mengambil tema teater “anak yang hilang” dapat mengajarkan kepada siswa untuk menjauhi narkoba dan pergaulan bebas.

Apresiasi dan dorongan itu disampaikan Hasyim SE didampingi anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor saat menerima audensi Panitia Pensi bersama guru dan orang tua murid SMP ST Yoseph Jl Pemuda Medan, di kantor dewan, Senin (22/10/2019).

Dikatakan Hasyim bersama Antonius, rencana siswa SMP St Yoseph menggelar Pensi sangat bagus dan patut didukung. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat semakin dewasa membentuk karakter yang positif. Siswa juga akan dapat memilah kegiatan yang dapat berguna bagi bangsa dan tetap menjaga kesatuan tanpa membedakan Suku Agama, Ras dan antar golongan (SARA).

“Momen kegiatan seperti ini akan memunculkan pemuda pemudi yang mandiri sehingga berguna bagi bangsa tanpa melihat latar belakang Sara. Tetap semangat dan berkarya,” ujar Hasyim yang diamini Antonius.

Ditambahkan Antonius Devolis Tumanggor kegiatan semacam itu latut didukung karena sangat positif menjauhi kenakalan remaja seperti pergaulan bebas dan narkoba. Nantinya, kegiatan seperti itu akan menjadi barometer bagi pelajar di kota Medan.

Sebagaimana disampaikan disampaikan panitia, Pensi akan diadakan di Gedung Selecta Jumat , 29 Nopember mendatang. Pihak panitia sengat berharap dukungan dan kehadiran Ketua dan anggota DPRD Medan. (lamru)

Continue Reading

Politik

Tetty Paruntu Hanya Usulan Bukan Calon Menteri

Published

on

upati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty turut menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Tapi, kedatangan Tetty bukan karena dipanggil Presiden Joko Widodo, melainkan sebatas utusan dari Partai Golkar.

“Tadi ada Ibu Tetty, usulan dari Partai Golkar, di dalam tadi beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping. Jadi tidak sampai ketemu Presiden,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019).

Karena tidak bertemu dengan presiden, Bey memastikan bahwa Tetty bukan merupakan calon menteri yang ditunjuk oleh Jokowi, melainkan nama yang disodorkan oleh Golkar kepada Jokowi untuk dipertimbangkan menjadi menteri.

“Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (calon menteri yang dipilih Jokowi),” jelasnya.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh mendatangi Istana Kepresidenan atas panggilan Jokowi. Panggilan ini disebut sebagai penawaran kursi menteri pada periode kedua Jokowi.

Adapun tokoh yang datang ke Istana dan mengaku ditawarkan menjabat sebagai menteri Kabinet Kerja Jilid II yaitu Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, eks CEO Gojek Nadiem Makarim, dan Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama.

Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, Erick Thohir, serta mantan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Continue Reading

Politik

Airlangga Diam Ditanya Soal Rangkap Jabatan Ketum Golkar dan Menteri

Published

on

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Foto: CNBC Indonesia/Ratu Rina)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi salah satu tokoh yang turut dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Airlangga mengaku mendapat penawaran lagi menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid 2 Jokowi-Ma’ruf.

“Insya Allah (jadi menteri lagi), nanti diumumkan Rabu besok,” tutur Airlangga kepada awak media usai bertemu Jokowi di Istana, Senin (21/10/2019).

Namun, momen kedatangan mantan Menteri Perindustrian itu tidak terpantau oleh awak media. Dia baru menemui awak media usai bertemu dengan presiden. Selain dirinya, Airlangga mengaku ada kader dari Golkar yang turut dipanggil untuk menjadi menteri, tapi ia belum mau mengungkapkannya.

“Kader Golkar ada yang dipanggil ada yang tidak dipanggil,” jawab Airlangga singkat.

Saat ditanya mengenai posisi menteri apa yang akan dijabatnya, Airlangga hanya menjawab “Di sektor perekonomian”. Tak hanya itu, ia pun menolak untuk menjawab pertanyaan soal rangkap jabatan sebagai Ketum Golkar dan menteri.

“Baik, terima kasih ya,” tandas Airlangga.

Sebelum Airlangga, sederet tokoh juga memenuhi panggilan Jokowi ke Istana, di antaranya mantan Ketua MK Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu, mantan CEO Gojek Nadiem Makarim, pendiri NET TV Wishnutama, serta Erick Thohir.

Seluruh tokoh yang datang ke Istana atas panggilan presiden kompak mengenakan kemeja berwarna putih.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com