Connect with us

Kesehatan

Viral Temuan Obat Kanker ‘Akar Bajakah’, Berikut Faktanya

Published

on

Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri saat mempresentasikan penelitian tentang akar bajakah di Korea Selatan (Foto: dok: IYSA)

Geosiar.com, Lifestyle – Akar tanaman Bajakah Tunggal menjadi viral beberapa hari terakhir usai dua siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengklaim jika tanaman ini memiliki khasiat sebagai obat penyembuh penyakit kanker. Kedua siswa itu adalah Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri .

Temuan ini berawal dari penelitian kedua siswa itu terkait tanaman Bajakah hingga berhasil menjuarai kompetisi di Korea Selatan. Mereka melakukan penelitian tentang khasiat tanaman Bajakah sejak 2018.

Bajakah sendiri diketahui sebagai tanaman liar di bagian dalam hutan Kalimantan. Di habitat alaminya, Bajakah tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar.

Rambatan pohon Bajakah mampu mencapai ketinggian lebih dari 5 meter hingga ke puncak pohon lain. Sementara itu, akar Bajakah pun menghujam di dasar aliran air lahan gambut.

Masyarakat suku Dayak lebih mengenal Bajakah sebagai tanaman mistis. Kendati demikian, mereka sudah mengetahui tanaman ini sebagai penyembuh kanker secara turun-temurun.

Hal ini diperkuat dengan cerita salah satu warga suku Dayak asli bernama Daldin. Ia mengaku ibunya bisa sembuh total dari kanker payudara berkan mengonsumsi rebusan air dari akar tanaman Bajakah.

“Hanya dalam dua minggu reaksi, sebulan sembuh total,” tutur Daldin saat diwawancarai secara eksklusif oleh Aiman Witjaksono, host program AIMAN di Kompas TV, Selasa (13/8/2019).

Kesaksian Daldin diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan siswa SMAN 2 Palangkaraya yang membuktikan bahwa tanaman Bajakah memiliki kandungan yang dapat menyembuhkan kanker.

“Tanaman ini selalu diidentifikasi dengan mistik. Namun, berdasarkan hasil laboratorium yang kami uji, kandungan dalam tanaman ini memang dapat menyembuhkan kanker,” ujar Guru pembimbing SMAN 2 Palangkaraya, Herlina, seperti dikutip Geosiar.com dari tayangan AIMAN, Rabu (13/8/2019).

Sementara itu, Kepala Laboratorium Bio Kimia dan Molekuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) Eko Suhartono mengaku, dirinya tidak menyangka jika kayu bajakah memiliki banyak kandungan senyawa antioksidan yang bisa berfungsi untuk melawan sel kanker.

“Hasil penelitian di lab, yang jelas bajakah ini memiliki senyawa-senyawa yang bisa berperan sebagai antioksidan yang sekaligus bisa berperan sebagai anti kanker,” ujar Eko.

Kendati demikian, Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Danang Ardiyanto, mengingatkan butuh proses panjang bagi sebuah obat tradisional untuk bisa diterima sebagai terapi standar.

“Butuh waktu 3 sampai 20 tahun untuk klaim menyembuhkan,” tutur Danang dilansir dari detikHealth, Rabu (14/8/2019).

Ia berkata, proses riset memerlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa memastikan efektivitas dari obat tradisional yang layak untuk dipatenkan sebab harus melewati beberapa fase penelitian yang panjang. Mulai dari uji pra klinik sampai dengan uji klinik.