Connect with us

Dunia

Uji Coba Senjata Nuklir Rusia Gagal, Sejumlah Ilmuwan Tewas

Published

on

Badan Nuklir Rusia atau Rosatom

Geosiar.com, Rusia – Telah terjadi kecelakan uji coba senjata rudal nuklir Rusia di Kota Nenoska, Arkhangelsk pada Jum’at (9/8/2019) lalu. Beberapa ilmuwan dilaporkan tewas atas peristiwa itu. Warga juga sempat terpapar radiasi berbahaya.

Akan tetapi pihak keamanan Rusia meyakinkan bahwasanya kecelakaan itu masih dalam kendali dan tidak akan membahayakan masyarakat luas. Tapi pihak keamanan Rusia melalui Kepala ROSATOM (Badan Senjata Nuklir Rusia) Alexei Likhachev menyatakan, jika kecelakaan saat pengembangan senjata nuklir itu masih aman dan terkendali.

Alexei mengatakan, Kecelakaan rudal nuklir Rusia itu memangsa sejumlah korban jiwa yang merupakan para ilmuwan Rusia. Korban diketahui berada di lokasi kejadian ketika ledakan yang disebabkan kebocoran bahan bakar meledak. Sebanyak lima orang ilmuwan dikabarkan tewas usai terhempas ke Laut Putih.

Sementara, korban luka akibat kecelakaan nuklir itu belum diketahui. Namun dipastikan ada dari kalangan spesialis militer dan insinyur sipil mesin roket. Pemerintah Rusia sempat menutupi kecelakaan ini dan menyatakan beberapa kota terdekat dari lokasi ledakan nuklir aman dari paparan radiasi berbahaya.

Hal tersebut juga dikuatkan dengan laporan Dinas Kesehatan Rusia yang menyebut tidak ada laporan dampak radiasi nuklir yang dialami masyarakat. Namun sejumlah pejabat setempat, salah satunya kota Severodvinsk menyatakan jika lonjakan radiasi terjadi selama satu jam di kota tersebut.

Kota yang berada dalam radius 30 kilometer dari pusat ledakan tersebut lalu meminta warganya untuk mengkonsumsi iodine guna menghindari dampak berbahaya dari radiasi nuklir.

Selain itu, sejumlah kapal sipil juga dilarang untuk melintas di Laut Putih karena ada dugaan persebaran radiasi nuklir terjadi di sebagian kawasan itu.

Dunia

Ucapan Selamat Berbahasa Indonesia Presiden Korsel ke Jokowi

Published

on

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan Presiden Joko Widodo saat mengadakan pertemuan di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017). (Foto: AP/Dita Alangkara)

Geosiar.com, Seoul – Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024. Berbagai ucapan selamat pun dilontarkan sejumlah kepala negara sahabat, termasuk Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in.

Namun, ucapan selamat dari Moon tidak seperti pejabat lainnya yang menggucapkan selamat dengan bahasa negaranya atau bahasa internasional. Moon secara lugas memberikan ucapan selamat kepada Jokowi dengan menggunakan bahasa Indonesia.

“@jokowi Saya mengucapkan selamat atas pelantikan sahabat baik saya Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia,” demikian pernyataan Moon Jae-in dikutip dari akun Twitter-nya @moonriver365, Senin (21/10/2019).

Selain itu, Moon mengunggah dua hasil screen shoot yang menampilkan ucapan selamatnya atas pelantikan Jokowi-Ma’ruf dengan bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Moon mengatakan persahabatan dan rasa saling percaya yang ditunjukkan Jokowi selama ini berkontribusi menguatkan relasi Jakarta dan Seoul.

Ucapan selamat Moon Jae-in atas pelantikan Presiden dan Wapres Jokowi-Ma’ruf Amin dikutip dari akun Twitter-nya @moonriver365, Senin (21/10/2019).

Seperti diketahui, Jokowi bersama Ma’ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 setelah dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2019 di Gedung MPR/DPR RI. Pada pelantikan tersebut, sebanyak 17 kepala negara dan 168 duta besar negara sahabat hadir menyaksikan sumpah jabatan Jokowi-Ma’ruf.

Adapun tamu negara yang hadir di antaranya, Perdana Menteri Australia Scot Morrison, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Mahathir Mohamad, Wapres China Wang Qishan, Wapres Myanmar, Wapres Vietnam, Sultan Brunei Darussalam, PM Kamboja Husen, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, dan lainnya.

Continue Reading

Dunia

Masjid di Afghanistan Dibom saat Salat Jumat, 62 Orang Tewas

Published

on

Masjid di Afghanistan Dibom saat Salat Jumat

Geosiar.com, Jakarta – Ledakan terjadi di sebuah Masjid di Provinsi Nangarhar, Afghanistan. Akibatnya puluhan jamaah terbunuh dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Juru bicara Nangarhar, Attaullah Khogyani mengatakan, ledakan terjadi ketika ratusan jamaah sedang menunaikan ibadah salat Jumat.

“Sebanyak 62 orang terbunuh akibat ledakan,” ujar Attaullah, dikutip dari AlJazeera, Sabtu (19/10/2019).

Anggota Dewan Provinsi Nangarhar, Sohrab Qaderi memprediksi jumlah korban jiwa kemungkinan besar bakal bertambah.

“Estimasi korban berpotensi naik karena tim penyelamat dan warga sekitar masih bekerja untuk mengeluarkan jasad dari reruntuhan gedung,” ungkap Qaderi.

Sementara seorang saksi mata yang merupakan warga lokal bernama Omar Ghorzang mengatakan, ketika ledakan terjadi, atap masjid langsung roboh. Di dalamnya diperkirakan ada 350 orang.

Namun kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian ini. Pemerintah Afghanistan menduga pelaku serangan adalah kelompok teroris Taliban.

Tuduhan itu disangkal oleh Taliban. Ia justru balik menuduh peristiwa di masjid Nangarhar adalah serangan militer Afghanistan.

Continue Reading

Dunia

PM Australia bakal Hadir di Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin

Published

on

Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/8/2018)

Geosiar.com – Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa dirinya akan hadir dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Ma’ruf Amin pada Minggu (20/10/2019). Morrison dijadwalkan tiba di Indonesia pada hari ini, Sabtu (19/10/2019).

“Saya berharap untuk memberi selamat kepada Presiden Widodo atas kemenangannya dalam pemilihan ini dan membangun persahabatan yang kuat dan kemitraan yang mendalam antara kedua negara kita,” ungkap Morrison dalam keterangan tertulisnya dikutip dari kumparan.

Morrison menilai, kedua negara mempunyai hubungan yang erat dalam berbagai hal. Indonesia, jelas Morrison, menjadi negara pertama yang dikunjungi oleh Morrison setelah dirinya dilantik sebagai Perdana Menteri.

Morrison berharap kerja sama antara kedua negara bisa lebih maju di masa pemerintahan Jokowi yang kedua. Termasuk membangun Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia yang disepakati saat Morrison berkunjung ke Indonesia pada tahun lalu.

“Saya berharap dapat memajukan kerja sama kami dalam perdagangan dan investasi, masalah maritim, keamanan, kontra-terorisme, kejahatan transnasional, infrastruktur dan pendidikan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (IA-CEPA) pada bulan Maret tahun ini diharapkan dapat membantu membuka potensi besar hubungan ekonomi yang menguntungkan kedua negara.

Sekadar informasi, pelantikan Jokowi-Ma’ruf bakal digelar pada Minggu (20/10/2019) di Gedung DPR/MPR pukul 14.30 WIB. Lebih dari 30 ribu pasukan gabungan TNI-Polri disiagakan untuk acara itu.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com