Connect with us

Sumut

Kecelakaan di Tebing Tinggi, Pengendara Kawasaki Tewas Dihantam Bus

Published

on

Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara, Rabu (14/8/2019). (Foto: WH/Geosiar.com).

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sepeda motor dengan bus penumpang yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Rabu (14/8/2019) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi, AKP Sarifuddin Siagian melalui Kanit Laka, Aiptu K Napitupulu saat dikonfirmasi Geosiar.com, membenarkan insiden maut tersebut. Napitupulu  mengatakan, kecelakaan terjadi antara sepeda motor Kawasaki Ninja BK 6269CW dengan bus penumpang  PT Bintang Utara Putra BK 7637DP  di Jalan Umum Tebing Tinggi-Kisaran, atau tepatnya di depan Masjid Nurul Ikhasan, Dusun IV Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

“Akibat insiden  tersebut, pengendara sepeda motor atas nama MHD AFDHAL (28) karyawan BUMN warga Pala Lk III, Kelurahan Bandar Utama meninggal dunia di TKP dan sudah di bawa ke RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi. Sedangkan pengemudi  bus melarikan diri,” tutur Napitupulu, Rabu (14/8/2019).

Kecelakaan maut ini terjadi ketika pengendara sepeda motor yang datang dari arah Tebing Tinggi menuju kisaran hendak mendahului truk yang berada di depannya. Ia menyalip dari sebelah kanan jalan tanpa memerhatikan situasi jalan.

Korban meninggal dunia di TKP

Nahas, dari arah berlawanan bus PT Bintang Utara Putra datang sehingga kecelakaan tidak dapat terelakan. Akibat tabrakan itu, bagian roda depan sepeda motor berbenturan dengan bagian bomper sudut depan sebelah kanan bus.

“Akibat insiden tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan meninggal dunia di TKP dan di bawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi.” pungkas Napitupulu.

Untuk saat ini, barang bukti sudah diamankan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi berupa satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja BK 6269CW, satu unit bus penumpang PT Bintang Utara Putra BK 7637DP. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1 juta. (WH)