Connect with us

Politik

Jangga Siregar Gelar Sosialisasi Perda, Pemko Diminta Maksimal Terapkan Perda Kemiskinan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Jangga Siregar SH dorong Pemko Medan lebih fokus memperjuangkan peningkatan taraf hidup warga miskin di kota Medan. Untuk itu Pemko Medan diminta agar maksimal menerapkan Perda No 5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Pasalnya masih banyak warga Medan yang hidup di bawah garis kemiskinan. 

“Kita berharap dengan menerapkan Perda maksimal angka kemiskinan di Medan menurun dan kesejahteraan masyarakat dipastikan lebih membaik,” ujar Jangga Siregar SH saat mensosialisasikan Perda Kota Medan ke-XII Tahun 2019 Perda No 5/2015 Pemko Medan tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Sidomulyo Lingkungan 25 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli, Senin (12/8/2019) sore kemarin. Sosialisasi dihadiri tokoh pemuda dan ratusan masyarakat.

Politisi Partai Hanura ini menambahkan, dirinya juga meminta Pemko Medan lebih selektif lagi dalam memilih atau mendata masyarakat penerima seluruh program pengentasan kemiskinan yang tengah digalakkan. Seperti contoh Program Bedah Rumah, Program Keluarga Harapan dan lainnya.

“Warga penerima bantuan ini juga ada aturan yang harus dipahami. Contoh, luas bangunan rumah seberapa besar. Apakah lantainya masih tanah, dindingnya terbuat dari tepas (bambu) atau kayu murahan dan tidak memiliki jamban,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi III DPRD Medan ini menyebut ada 5 faktor yang menyebabkan seseorang masuk dalam kategori miskin. Yang pertama karena rendahnya tingkat pendidikan, yang kedua terbatasnya lapangan pekerjaan bagi mereka yang baru saja menamatkan pendidikan di tingkat SMU dan perguruan tinggi. 

“Faktor yang ketiga, adalah malas bekerja. Kalau sudah malas untuk mencari pekerjaan, yang rugi itu diri sendiri, bukan orang lain. Karena sektor keuangannya akan terganggu. Sementara faktor keempat adalah beban hidup yang meningkat,” urainya.

Untuk faktor terakhir, sebutnya, adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia yang dimiliki kota ini. “Masih banyak SDM yang kesannya sembunyi dan tidak muncul ke permukaan. Kalau pun ada, lebih memilih untuk berkembangdi daerah lain. Ini yang harus kita ubah untuk ke depannya,” pungkasnya. (rel/lm)

Advertisement