Connect with us

Politik

Bamsoet Usul Munas Golkar Digelar Sebelum Oktober

Published

on

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Koordinator Bidang Pratama sekaligus Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali mengusulkan supaya musyawarah nasional (Munas) Golkar digelar sebelum Oktober 2019.

“Sebaiknya partai-partai pendukung pemerintah melakukan konsolidasi (Munas, Muktamar atau Kongres) sebelum Oktober,” tutur Bamsoet Soesatyo, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, forum tertinggi partai itu perlu digelar secepatnya untuk keperluan konfigurasi di kabinet dan parlemen, mulai dari unsur pimpinan hingga alat kelengkapan dewan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Tujuannya agar Presiden ataupun partai-partai politik tidak ‘deal’ dua kali dalam hal penyusunan kabinet, penyusunan konfigurasi di MPR ataupun DPR RI hingga semua tingkatan di bawahnya (DPRD Propinsi/Kabupaten/Kota) mulai dari unsur pimpinan hingga alat kelengkapan dewan.” jelas dia.

Selain itu, Bamsoet menilai percepatan pelaksanaan Munas juga penting dalam penyusunan koalisi di pemilihan kepala daerah 2020.

“Begitu pula dalam hal penyusunan koalisi untuk Pilkada Serentak 2020,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini mencontohkan dua partai yang telah melaksanakan konsolidasi yakni PDIP dan PKB. Ia menilai kedua partai itu telah meringankan beban Jokowi yang tidak lagi dipusingkan dengan pergantian kepemimpinan partai pendukungnya di awal pemerintahan jilid dua nanti.

“Dua partai pendukung pemerintah ini, baik langsung maupun tidak langsung telah membantu meringankan beban presiden untuk tidak lagi dipusingkan diawal pemerintahan jilid duanya nanti,” lanjut Bamsoet.

Sebab dengan pergantian kepemimpinan partai politik pendukung, kata Bamsoet, akan berpengaruh juga terhadap kebijakan partai politik tersebut.

“Dengan pergantian kepemimpinan partai politik pendukungnya yang juga berarti berganti kebijakan partai politik tersebut jika ketua umum yang lama berhasil ditumbangkan oleh kepemimpinan baru yang lebih memberi harapan dan menjanjikan pembaharuan dalam menghadapi dan menjawab tantangan 2024 mendatang,” tandasnya.

Namun, sebelumnya Bamsoet justru mengusulkan agar Munas Golkar digelar setelah pelantikan presiden dan kabinet. Usulan itu berbeda dengan yang disampaikannya hari ini.

Kala itu, Bamsoet menyarankan agar Munas digelar setelah pelantikan presiden dan kabinet lantaran ingin menjaga kondisi menjelang pelantikan presiden dan kabinet, sekaligus menampik tudingan bahwa kubunya mengincar jabatan.

Politik

DPRD Medan Dukung Rencana Pentas Seni SMP St Yoseph Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua DPRD Medan Hasyim SE mendukung dan mengapresiasi siswa SMP St Yoseph Jl Pemuda Medan akan menggelar pentas dan seni (Pensi) pada Nopember mendatang. Apalagi pensi yang mengambil tema teater “anak yang hilang” dapat mengajarkan kepada siswa untuk menjauhi narkoba dan pergaulan bebas.

Apresiasi dan dorongan itu disampaikan Hasyim SE didampingi anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor saat menerima audensi Panitia Pensi bersama guru dan orang tua murid SMP ST Yoseph Jl Pemuda Medan, di kantor dewan, Senin (22/10/2019).

Dikatakan Hasyim bersama Antonius, rencana siswa SMP St Yoseph menggelar Pensi sangat bagus dan patut didukung. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat semakin dewasa membentuk karakter yang positif. Siswa juga akan dapat memilah kegiatan yang dapat berguna bagi bangsa dan tetap menjaga kesatuan tanpa membedakan Suku Agama, Ras dan antar golongan (SARA).

“Momen kegiatan seperti ini akan memunculkan pemuda pemudi yang mandiri sehingga berguna bagi bangsa tanpa melihat latar belakang Sara. Tetap semangat dan berkarya,” ujar Hasyim yang diamini Antonius.

Ditambahkan Antonius Devolis Tumanggor kegiatan semacam itu latut didukung karena sangat positif menjauhi kenakalan remaja seperti pergaulan bebas dan narkoba. Nantinya, kegiatan seperti itu akan menjadi barometer bagi pelajar di kota Medan.

Sebagaimana disampaikan disampaikan panitia, Pensi akan diadakan di Gedung Selecta Jumat , 29 Nopember mendatang. Pihak panitia sengat berharap dukungan dan kehadiran Ketua dan anggota DPRD Medan. (lamru)

Continue Reading

Politik

Tetty Paruntu Hanya Usulan Bukan Calon Menteri

Published

on

upati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty turut menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Tapi, kedatangan Tetty bukan karena dipanggil Presiden Joko Widodo, melainkan sebatas utusan dari Partai Golkar.

“Tadi ada Ibu Tetty, usulan dari Partai Golkar, di dalam tadi beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping. Jadi tidak sampai ketemu Presiden,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019).

Karena tidak bertemu dengan presiden, Bey memastikan bahwa Tetty bukan merupakan calon menteri yang ditunjuk oleh Jokowi, melainkan nama yang disodorkan oleh Golkar kepada Jokowi untuk dipertimbangkan menjadi menteri.

“Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (calon menteri yang dipilih Jokowi),” jelasnya.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh mendatangi Istana Kepresidenan atas panggilan Jokowi. Panggilan ini disebut sebagai penawaran kursi menteri pada periode kedua Jokowi.

Adapun tokoh yang datang ke Istana dan mengaku ditawarkan menjabat sebagai menteri Kabinet Kerja Jilid II yaitu Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, eks CEO Gojek Nadiem Makarim, dan Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama.

Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, Erick Thohir, serta mantan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Continue Reading

Politik

Airlangga Diam Ditanya Soal Rangkap Jabatan Ketum Golkar dan Menteri

Published

on

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Foto: CNBC Indonesia/Ratu Rina)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi salah satu tokoh yang turut dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Airlangga mengaku mendapat penawaran lagi menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid 2 Jokowi-Ma’ruf.

“Insya Allah (jadi menteri lagi), nanti diumumkan Rabu besok,” tutur Airlangga kepada awak media usai bertemu Jokowi di Istana, Senin (21/10/2019).

Namun, momen kedatangan mantan Menteri Perindustrian itu tidak terpantau oleh awak media. Dia baru menemui awak media usai bertemu dengan presiden. Selain dirinya, Airlangga mengaku ada kader dari Golkar yang turut dipanggil untuk menjadi menteri, tapi ia belum mau mengungkapkannya.

“Kader Golkar ada yang dipanggil ada yang tidak dipanggil,” jawab Airlangga singkat.

Saat ditanya mengenai posisi menteri apa yang akan dijabatnya, Airlangga hanya menjawab “Di sektor perekonomian”. Tak hanya itu, ia pun menolak untuk menjawab pertanyaan soal rangkap jabatan sebagai Ketum Golkar dan menteri.

“Baik, terima kasih ya,” tandas Airlangga.

Sebelum Airlangga, sederet tokoh juga memenuhi panggilan Jokowi ke Istana, di antaranya mantan Ketua MK Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu, mantan CEO Gojek Nadiem Makarim, pendiri NET TV Wishnutama, serta Erick Thohir.

Seluruh tokoh yang datang ke Istana atas panggilan presiden kompak mengenakan kemeja berwarna putih.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com