Connect with us

Dunia

Gudang Peluru Meledak di Irak, 13 Orang Terluka

Published

on

Ilustrasi Ledakan

Geosiar.com, Irak – Ledakan terdengar dari sebuah gudang peluru di barat daya Baghdad, Irak. Akibat kejadian ini, sebanyak 13 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Dikutip dari Associated Press, Selasa (13/8/2019), insiden itu terjadi pada Senin malam waktu setempat.

Juru bicara angkatan bersenjata Irak, Mayjen Saad Maan mengatakan, penyebab dari ledakan itu masih belum diketahui.

Suara ledakan terdengar hingga tengah kota Baghdad. Dari kejauhan tampak asap menggumpal tinggi dan cahaya dari kobaran api.

Gudang peluru itu adalah tempat penyimpanan senjata dan amunisi bagi Kepolisian Federal Irak dan milisi Syiah, Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF). PMF yang dituduh dibantu Iran membantu pasukan Irak memerangi kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Hingga kini aparat setempat masih terus melakukan penyelidikan atas peristiwa itu.

Dunia

Atasi Demonstran, Polisi Hong Kong Kemungkinan Bakal Gunakan Peluru Tajam

Published

on

Polisi Hong Kong juga menembak seorang pemrotes berusia 18 tahun dan 14 tahun. (Reuters)

Geosiar.com, Hong Kong – Kepolisian Hong Kong mengeluarkan peringatan terkait penggunaan amunisi hidup atau peluru tajam untuk mengatasi aksi demonstrasi yang telah berlangsung berbulan-bulan di wilayah itu. Peringatan tersebut dilayangkan pada Senin (18/11/2019) usai demonstran pro demokrasi Hong Kong menembakkan panah dan melemparkan bom bensin ke aparat.

“Saya dengan ini memperingatkan para perusuh untuk tidak menggunakan bom bensin, panah, mobil, atau senjata mematikan apa pun untuk menyerang petugas polisi,” tutur juru bicara Kepolisian Hong Kong, Louis Lau.

“Jika mereka melanjutkan tindakan berbahaya seperti itu, kita tidak akan punya pilihan selain menggunakan kekuatan minimum yang diperlukan, termasuk amunisi hidup untuk membalas,” tambah Lau, dilansir dari Channel News Asia.

Polisi mengatakan, pada Minggu malam mereka menembaki sebuah mobil. Mobil itu melaju ke arah barisan petugas di dekat kampus, tetapi kemudian kendaraan itu berbalik arah dan melarikan diri.

Pada akhir pekan, para aktivis menangkis upaya polisi untuk menerobos masuk ke dalam kampus PolyU.

Continue Reading

Dunia

Israel Gelar Investigasi Kematian ‘Salah Target’ di Gaza

Published

on

Warga Palestina di Gaza melakukan salat jenazah untuk keluarga Abu Malhous, korban salah target bom Israel. [Foto/REUTERS/Mohammed Salem]

Geosiar.com, Gaza – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan bakal melakukan investigasi terhadap kematian delapan warga sipil yang diklaim tak bersalah dalam serangan udara di Gaza, Palestina, pada Kamis (14/11) lalu.

Pasalnya, serangan yang dilancarkan pasukan Israel ke sebuah rumah keluarga di Deir al-Balah itu diklaim salah sasaran. Sebab, tidak membunuh orang yang sudah ditargetkan, yaitu Abu Malhous beserta keluarganya.

IDF mengklaim, Abu Malhous merupakan komandan skuadron roket Jihad Islam Palestina dan mengakui bahwa pria itu memang target serangan. Namun, tetangga korban mengatakan bahwa pria yang terbunuh dalam serangan itu berbeda dengan foto Abu Malhous yang diterbitkan IDF.

Akibatnya, serangan militer Israel terhadap rumah itu diduga kuat sebagai kasus salah identitas yang fatal. Oleh karena itu, Israel menyatakan bakal membuka investigasi atas kasus tersebut.

“Kami melakukan upaya intelijen dan operasional besar-besaran untuk tidak menyakiti non-kombatan selama menggagalkan kegiatan teror,” demikian pernyataan IDF seperti dilansir dari SINDONews, Sabtu (16/11/2019).

Seperti diketahui, militer Zionis membalas serangan militan Jihad Islam Palestina (PIJ) yang menembakkan ratusan roket ke wilayah Israel. IDF mengklaim 20 teroris terbunuh sejak Rabu kemarin. Kebanyakan dari mereka dari Jihad Islam, termasuk enam warga Palestina dari satu keluarga pada serangan Kamis dini hari di rumah mereka di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah.

Continue Reading

Dunia

WOW! Bom H Korut 17 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Hiroshima

Published

on

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memeriksa pemuatan bom hidrogen yang akan dimuat di rudal balistik antar benua (ICBM) baru, 3 September 2017. Korea Utara mengembangkan bom hidrogen atau bom H yang dapat dijadikan hulu ledak dalam rudal balistik antarbenua atau ICBM. [Foto: KCNA via AP]

Geosiar.com, New Delhi – Bom Hidrogen yang diuji coba Korea Utara (Korut) pada 3 September 2017 lalu disebut 17 kali lebih kuat dari bom nuklir Amerika Serikat (AS) yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945 silam.

Hal itu diungkap sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. K. M. Sreejith dari ISRO’s Space Applications Center. Mereka menerbitkan temuan itu pada bulan lalu di sebuah jurnal yang dikelola Royal Astronomical Society, Geophysical Journal International.

Dalam penelitiannya, kelompok ilmuwan menggunakan data dari Advanced Land Observing Satellite 2 (ALOS-2), satelit Jepang yang menggunakan radar aperture sintetis PALSAR-2 yang kuat. Radar ini digunakan untuk kartografi, guna mengukur pergeseran di permukaan Gunung Mantap, di mana uji bom Hirdogen terjadi.

“Radar berbasis satelit adalah alat yang sangat kuat untuk mengukur perubahan di permukaan Bumi, dan memungkinkan kami memperkirakan lokasi dan hasil uji coba nuklir bawah tanah,” ujar Sreejith dalam siaran pers Kamis, yang dilansir dari Sputniknews, Jumat (15/11/2019).

Dari studi ISRO itu diketahui bahwa kekuatan bom rezim Kim Jong-un itu sebesar 245 hingga 271 kiloton atau 17 kalinya bom “Little Boy”. Sebelumnya, diperkirakan daya ledak uji senjata termonuklir Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) itu antara 50 dan 70 kiloton.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com