Connect with us

Daerah

Petani di Kapuas Hulu Diringkus Terkait Kebakaran Hutan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kalbar – Seorang petani di Desa Pulau Nanak Kecamatan Embaloh Hulu, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat berinisial PU (31) diringkus jajaran Polres Kapuas Hulu, terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di daerah itu.

“Pelaku membakar lahan dan api membesar menghanguskan juga lahan yang orang lain di Dusun Talas, Desa Pulau Manak, Kecamatan Embaloh Hulu,” ujar Kasatreskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Minggu (11/8/2019), seperti dilansir dari Antara.

Siko menyampaikan, lahan yang dilalap api itu ada sekitar dua hektar. Termasuk juga lahan milik orang lain. Api dengan cepat membesar, walaupun pun berhasil dipadamkan, akan tetapi api hidup kembali sehingga menghanguskan lahan lainnya.

Menurutnya saat ini pelaku diproses hukum dengan barang bukti tiga potongan kayu sisa pembakaran lahan yang dilakukan tersangka.

Siko menegaskan, tersangka melanggar undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yaitu pasal 108 Jo pasal 69 ayat 1 (satu) dengan ancaman kurungan penjara paling singkat tiga tahun penjara, paling lama 10 tahun penjara dengan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak mencapai Rp 10 miliar.

“Jadi untuk tersangka kami proses hukum sesuai aturan yang berlaku, karena itu termasuk pidana di bidang Karhutla,” tutup Siko.