Connect with us

Sumut

Tragis! Pick Up Tabrak Truk Hunter Kuler, 2 Tewas Mengenaskan

Published

on

Tragis! Pick Up Tabrak Truk Hunter Kuler, 2 Tewas Mengenaskan

Geosiar.com, Sergai –  Dua penumpang mobil pick up BK 9015 NE yakni DH Manik (39) warga Dusun V, Desa Penggalangan Serdang Bedagai (Sergai)  dan RS Simanjuntak (17) warga Dusun II, Sei Bamban Sergai tewas mengenaskan usai menyeruduk truk BK 8161 XA di Jalan tol Kuala Namu-Tebing Tinggi (KNTT), tepatnya di Km 54-200 persisnya di Kecamatan Perbaungan, Sergai pada Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Berdasarkan informasi, kejadian bermula ketika kedua korban menumpangi pick up yang dikemudikan EA Situmorang (18) yang melaju dengan kecepatan tinggi dari Tebing Tinggi menuju Medan. Setiba dilokasi,  diduga kurang berhati-hati, EA Situmorang tidak melihat ada truk yang dikemudikan Arisandi (26) di depannya.

Bagian depan pick up langsung menyeruduk bagian belakang truk. Kuatnya hantaman itu membuat bagian depan pick up hancur.

Penumpang DH Manik  yang duduk di samping supir mengalami luka pada bagian kaki kiri dan kanan robek, perut robek, tangan kanan robek, tangan kiri robek dan kepalanya juga putus hingga tewas di tempat.

Sementara RS Simanjuntak mengalami luka pada bagian tangan kiri dan bagian dada. RS tewas saat perjalanan menuju RSU Grand Medistra. Sedangkan EA Situmorang (supir) hanya luka ringan.

Pihak Sat Lantas Polres Sergai dan jasa Marga jalan tol yang mendapat informasi langsung mengamankan kedua kendaraan dan supir truk ke Pos Lantas Sei Sejenggi. Sementara itu pihak keluarga korban yang mendapat informasi tersebut histeris melihat kedua korban tewas dengan mengenaskan.

Menurut salah satu keluarga korban mengatakan, malam itu ketiganya hendak ke Medan untuk belanja sayur mayur di Padang Bulan dan sudah biasa berangkat malam hari. Ketiganya merupakan keluarga dan berjualan di pasar pagi Desa Pon.

”Memang setiap malam ke Medan untuk belanja cabai dan sayur lainnya  selanjutnya akan di jual kembali ke pajak pagi Desa Pon,” paparnya.

Kanit Laka Lantas Polres Sergai IPTU. Syawaludin kepada NN membenarkan peristiwa itu, ” Sudah kita tangani akibat kejadian itu dua tewas dan kedua kendaraan sudah kita amankan,” papar Kanit.

Informasi yang di ketahui Geosiar, korban RS Simanjuntak sore harinya dikebumikan di pemakaman umum, sementara DH Manik akan dikebumikan pada hari ini, Sabtu (10/8/2019) di pemakaman umum. (art)

Sumut

Gubsu Hadiri Panen Raya Tiga Komoditas di Simalungun

Published

on

Gubsu Hadiri Panen Raya Tiga Komoditas di Simalungun (Antaranews)

Geosiar.com, Simalungun – Gubernur Sumatera Utara atau Gubsu Edy Rahmayadi ikut memanen tiga komoditas hasil pertanian di Nagori Maligas Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Wakil Bupati Simalungun H Amran Sinaga pada Selasa (10/12/2019) mengatakan, Gubsu turut hadir sebelum membuka Festival Danau Toba Ke 7 tahun 2019 di Open Stage Parapat, Simalungun pada (9/12/2019).

Wakil Bupati berharap agar panen raya padi, jagung dan cabai merah dapat menjadikan Nagori Maligas Bayu sebagai destinasi wisata tani kedepannya.

Sementara bantuan bibit dan 50 ekor ternak sapi dapat menjadi motivasi bagi petani untuk menciptakan pupuk organik.

Apalagi seperti diketahui, Kabupaten Simalungun adalah lumbung beras di Sumatera Utara serta berperan mendorong meningkatkan produksi hasil pertanian sebesar 70 persen.

Continue Reading

Sumut

Polsek Medan Baru Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Kos Jalan Punak

Published

on

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengungkap keberhasilan Polsek Medan Baru soal kasus pembunuhan di Jalan Punak Medan, Senin (9/12/2019)

Geosiar.com, Medan – Tim Pegasus Polsek Medan Baru sukses mengungkap kasus pembunuhan Rubiah alias Bian (17) yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kos nya di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur I, Medan Petisah pada Rabu (4/12/2019) lalu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan bahwa pelaku tidak berkutik saat dibekuk dan diberikan tindakan tegas oleh petugas Polsek Medan Baru.

“Menyesal pelaku,” ucap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, kepada awak media di Mapolsek Medan Baru Senin (9/12/2019).

Tersangka juga mengakui antara korban dan tersangka ini memiliki hubungan asmara. Tersangka telah mempunyai istri dan dua orang anak. Sedangkan korban merupakan seorang janda dengan satu anak.

Selain tersangka, petugas menyita barang bukti satu buah pisau cutter, pecahan kaca nako, baju korban dan 1 unit HP.

Kombes Dadang menjelaskan bahwa tersangka membunuh korban lantaran cemburu dengan kekasihnya tersebut. “Jadi motifnya tersangka cemburu yang diduga korban memiliki pria lain.”

Atas penangkapan tersangka, Kombes Dadang mengaku salut lantaran timnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut, ia menyebut sudah pantas diberikan penghargaan. Apalagi Polsek Medan Baru mampu menjaga suasana tetap kondusif di masyarakat.

Begitu pula mampu melakukannya penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi dan berhasil memburu tersangka yang bersembunyi di Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Sementara keluarga Korban yang melihat pelaku diamankan di Polsek Medan Baru juga mengaku bangga melihat polisi berhasil menangkap pelaku yang melakukan pembunuhan kepada adiknya.

“Kalau bisa pelaku yang sudah menghilangkan nyawa adik saya diberikan hukuman seberat-beratnya,” ungkap Kemala Dewi (29) warga Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal.

Atas perbuatan yang dilakukan pelaku itu melanggar Pasal 338, 365 dan 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau serendah rendahnya 9 tahun penjara.

Continue Reading

Sumut

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi, Masyarakat Minta DPRD Panggil Dinas Pertanian

Published

on

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi

Geosiar.com, Tebing Tinggi –  Virus hog cholera atau kolera babi masih mewabah di Kota Tebing Tinggi hingga Selasa (10/12/2019). Bahkan, setiap saat selalu ada bangkai babi yang ditemukan mati, sehingga warga kalut bagaimana mencari lokasi penanaman bangkai babi tersebut.

Lando Rajagukguk, warga Jalan Purnawirawan Gang Musyawarah Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, didampingi sejumlah peternak diantaranya Candra Sipahutar, Donal Gultom, S Simalango, Sigiro, D Tanjung, Pinta br Sinaga dan Rina Br Sirait dan R Rajagukguk mengaku sangat heran atas kurang seriusnya Pemerintah Kota atas wabah ini.

Bahkan, mereka heran sejak datangnya tim dari Dinas Pertanian ternak babi milik mereka bertambah mati. Baik setelah di semprot dan diberi penyuntikan.

“Kami minta agar pihak DPRD Kota Tebing Tinggi memanggil Dinas Pertanian untuk dimintai tanggung jawab. Sebab, meski ternak mereka sehat juga tidak pernah dikunjungi pihak Dinas Pertanian, apalagi sedang adanya wabah penyakit ini,” katanya.

Menurut Candra dan Br Sinaga ternak babi mereka puluhan mati pada hari ini, dan warga kewalahan untuk melakukan lokasi penanaman bangkai akibat ketiadaan lahan. “Jangan ada perbedaan dikota ini kepada peternak dan janji manis,” ucapnya.

“Kami hanya berharap ada usaha pemerintah secepatnya untuk memberikan solusi, agar ternak warga tidak mati berkelanjutan. Baik melalui obat dan biaya pengganti sebab ini adalah hal sebuah bencana,” kata Lando, diamini beberapa orang tetangganya yang juga memiliki ternak babi.

Dalam catatan, kemarin pihak Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi melalui Kabid Ida  mengaku vaksin belum sampai di kota tersebut dari pihak Provinsi Sumut. Diharapkan juga warga jangan membuang bangkai babi sembarangan karena ada pidananya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com