Connect with us

Sumut

Terkait Perusahaan Perusak Danau Toba, Gandi Parapat Menilai Ada ‘Adu Domba’

Published

on

Kordinator PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Melalui Dialog publik Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia atau GMKI ‘Menagih janji pemerintah mencabut izin perusahaan perusak danau toba’. Dengan narasumber Wilmar Simanjorang, Erika Pardede, Suryati Simanjuntak, Manambus Pasaribu serta Gubernur Sumatera Utara atau Gubsu yg diwakili Dinas Lingkungan Hidup.

Ketidakhadiran Gubsu yang diwakili oleh dinas Lingkungan Hidup tidak mengurangi semangat GMKI memberikan dukungan kepada Gubsu dalam hal membangun Sumut untuk lebih bermartabat, karena tugas dan beban Gubsu sangat berat meskipun GMKI berniat ketemu langsung agar tidak ada kesalapahaman.

“Itulah yang saya amati dalam benak mereka. Saya menyatakan pendapat dalam acara tersebut, bahwa Pemerintah Mengadu domba pengusaha dengan masyarakat, pemerintah pusat yang memberi izin ke Pengusaha (investor) untuk memelihara ikan dengan Keramba yang mengotori Danau Toba, tapi pemerintah yang menyuarakan tutup padahal kesalahan sesuai izin yang dimiliki tidak kelihatan tapi mereka menyuruh tutup dengan kata kata yg didengar dan disimak masyarakat,” kata Koordinator PMPHI Sumut, Drs Gandi Parapat, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/8/2019).

Selanjutnya kata Gandi, masyarakat tergerak ikut suara pemerintah menyuruh tutup perusahaan yang diizinkan dan dilindungi pemerintah.

“Inilah penilaian kami bahwa pemerintah mengadu domba. Jangan pemerintah melarang masyarakt kecil cari makan atau biaya hidup dari danau toba karena dari Nenek moyang mereka sudah hidup dari Danau Toba dari sebelum indonesia merdeka, dengan kata lain pemerintah sekarang hati hati membuat peraturan atau perintah kepada masyarakat sekitar Danau Toba,” tambah Gandi.

Dijelaskan, pemerintah yang mengucurkan dana hingga trilyunan rupiah ke sekitar kawasan Danau Toba untuk tujuan Pariwisata, secara pribadi kata Gandi, tidak setuju namun tidak berdaya untuk melarang itu.
“Karena saya menilai hal itu adalah spekulasi atau strategi untuk menerima keinginan pemerintah walaupun tidak berguna kepada lingkungan atau karakter manusia yang ada di lingkungan Danau toba. Artinya, pembangunan yang multi luar biasa saya sangat yakin direstui atau diinginkan oleh roh roh atau nenek moyang orang batak,” jelas Gandi

Menurut Gandi, dirinya sangat yakin pembangunan yang luar biasa disekitar Danau Toba dengan alasan Pariwisata tidak diterima roh-roh nenek moyang dan mereka tidak melarang manusia berkunjung dan menikmati serta bersyukur atas keindahan alam ciptaan Tuhan. (X1)

Sumut

Polsek Medan Baru Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Kos Jalan Punak

Published

on

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengungkap keberhasilan Polsek Medan Baru soal kasus pembunuhan di Jalan Punak Medan, Senin (9/12/2019)

Geosiar.com, Medan – Tim Pegasus Polsek Medan Baru sukses mengungkap kasus pembunuhan Rubiah alias Bian (17) yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kos nya di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur I, Medan Petisah pada Rabu (4/12/2019) lalu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan bahwa pelaku tidak berkutik saat dibekuk dan diberikan tindakan tegas oleh petugas Polsek Medan Baru.

“Menyesal pelaku,” ucap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, kepada awak media di Mapolsek Medan Baru Senin (9/12/2019).

Tersangka juga mengakui antara korban dan tersangka ini memiliki hubungan asmara. Tersangka telah mempunyai istri dan dua orang anak. Sedangkan korban merupakan seorang janda dengan satu anak.

Selain tersangka, petugas menyita barang bukti satu buah pisau cutter, pecahan kaca nako, baju korban dan 1 unit HP.

Kombes Dadang menjelaskan bahwa tersangka membunuh korban lantaran cemburu dengan kekasihnya tersebut. “Jadi motifnya tersangka cemburu yang diduga korban memiliki pria lain.”

Atas penangkapan tersangka, Kombes Dadang mengaku salut lantaran timnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut, ia menyebut sudah pantas diberikan penghargaan. Apalagi Polsek Medan Baru mampu menjaga suasana tetap kondusif di masyarakat.

Begitu pula mampu melakukannya penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi dan berhasil memburu tersangka yang bersembunyi di Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Sementara keluarga Korban yang melihat pelaku diamankan di Polsek Medan Baru juga mengaku bangga melihat polisi berhasil menangkap pelaku yang melakukan pembunuhan kepada adiknya.

“Kalau bisa pelaku yang sudah menghilangkan nyawa adik saya diberikan hukuman seberat-beratnya,” ungkap Kemala Dewi (29) warga Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal.

Atas perbuatan yang dilakukan pelaku itu melanggar Pasal 338, 365 dan 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau serendah rendahnya 9 tahun penjara.

Continue Reading

Sumut

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi, Masyarakat Minta DPRD Panggil Dinas Pertanian

Published

on

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi

Geosiar.com, Tebing Tinggi –  Virus hog cholera atau kolera babi masih mewabah di Kota Tebing Tinggi hingga Selasa (10/12/2019). Bahkan, setiap saat selalu ada bangkai babi yang ditemukan mati, sehingga warga kalut bagaimana mencari lokasi penanaman bangkai babi tersebut.

Lando Rajagukguk, warga Jalan Purnawirawan Gang Musyawarah Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, didampingi sejumlah peternak diantaranya Candra Sipahutar, Donal Gultom, S Simalango, Sigiro, D Tanjung, Pinta br Sinaga dan Rina Br Sirait dan R Rajagukguk mengaku sangat heran atas kurang seriusnya Pemerintah Kota atas wabah ini.

Bahkan, mereka heran sejak datangnya tim dari Dinas Pertanian ternak babi milik mereka bertambah mati. Baik setelah di semprot dan diberi penyuntikan.

“Kami minta agar pihak DPRD Kota Tebing Tinggi memanggil Dinas Pertanian untuk dimintai tanggung jawab. Sebab, meski ternak mereka sehat juga tidak pernah dikunjungi pihak Dinas Pertanian, apalagi sedang adanya wabah penyakit ini,” katanya.

Menurut Candra dan Br Sinaga ternak babi mereka puluhan mati pada hari ini, dan warga kewalahan untuk melakukan lokasi penanaman bangkai akibat ketiadaan lahan. “Jangan ada perbedaan dikota ini kepada peternak dan janji manis,” ucapnya.

“Kami hanya berharap ada usaha pemerintah secepatnya untuk memberikan solusi, agar ternak warga tidak mati berkelanjutan. Baik melalui obat dan biaya pengganti sebab ini adalah hal sebuah bencana,” kata Lando, diamini beberapa orang tetangganya yang juga memiliki ternak babi.

Dalam catatan, kemarin pihak Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi melalui Kabid Ida  mengaku vaksin belum sampai di kota tersebut dari pihak Provinsi Sumut. Diharapkan juga warga jangan membuang bangkai babi sembarangan karena ada pidananya.

Continue Reading

Sumut

Korwil PMPHI Sumut Ingatkan Politisi Jangan Buat Gaduh

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat menegaskan kepada para Politisi, tokoh daerah dan nasional agar tidak membuat gaduh atau contoh buruk dengan rakyat. Hal tersebut terkait diadukannya Roky Gerung ke Bareskrim.

“Hentikan angkat telor. Saya himbau kepada seluruh tokoh atau politisi daerah maupun nasional, jangan buat gaduh atau contoh buruk kepada segenap rakyat. Ingat Presiden Jokowi itu seluruh rakyat Indonesia bukan hanya milik satu Partai. Kalau mau cari perhatian Jokowi biar dipuji dan dikasih jabatan menteri/wakil, komisaris BUMN. Lebih bagus dukung Anak, Menantu menjadi Walikota Medan dan Solo dari pada mengadukan Rokky Gerung orang pintar itu ke Bareskrim yg akhirnya ditolak,” tegas Gandi kepada Geosiar.com di Medan, Selasa (10/12/2019).

Lebih lanjut kata Gandi, “Jangan libatkan masyarakat luas untuk memusuhi orang pintar Rokky Gerung dan jangan pengaruhi aparat, peliharalah budaya malu. Kenapa politisi yang duduk di DPR tidak berpikir untuk kepentingan masyarakat luas yang menghadapi kenaikan BPJS, Listrik dan kesulitan kehidupan lainnya.”

Menurutnya, saat ini memang banyak yang cari perhatian ke Jokowi seperti menginginkan jabatan Presiden 3 periode, membuat UU yang diprotes masyarakat luas yang menjadi korban mahasiswa.

“Kami menilai pendapat seseorang dalam debat atau dialog kalau ada seseorang yang tersinggung atau merasa dipojokkan, itu masalah biasa bagi orang pintar dan bukan harus diselesaikan masyarakat suatu daerah atau hukum negara. Aparat tidak bodoh. Lebih bagus para politisi mencari perhatian Jokowi memenangkan Anak dan Menantunnya menjadi Walikota Medan dan Solo dan mengajak para petugas untuk memenangkannya dari pada bernafsu memenjarakan orang,” tegas Gandi lagi

Dijelaskan, aparat akan bertindak sesuai dengan hukum jika ada warga yang melanggar undang undang.

“Kami yakini, aparat pasti bertindak apabila ada yang melanggar Undang Undang, makanya tak perlu repot repot cari perhatian apalagi melibatkan masyarakat luas untuk memusuhi seseorang yang menyampaikan pendapatnya didalam diskusi atau debat,” tutup Gandi. (X1)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com