Connect with us

Sumut

Diprediksi Jadi Sekjen PDIP Lagi, Ini Tanggapan Hasto Kristiyanto

Published

on

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demisioner PDIP, Hasto Kristiyanto

Geosiar.com, Bali – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demisioner PDIP, Hasto Kristiyanto mengaku siap apabila dipilih kembali menjadi orang nomor dua di partai ini untuk periode kedua.

“Itu, kan nanti hak prerogatif Ibu Ketua Umum. Dalam konteks berpartai kita harus siap ditugaskan apapun,” katanya di arena Kongres V PDIP, Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, pada hari ini, Jumat (9/8/2019).

Aapabila nantinya Hasto terpilih kembali dalam kongres ini, dirinya berarti akan mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri selama sembilan tahun yakni pada sejak 2015-2024. Akan tetapi dalam sejarah PDI sejak Kongres I di Semarang pada 2000 belum pernah ada sekjen yang menjabat selama dua periode.

Hasto Kristiyanto menjelaskan sejarah organisasi tentang jabatan sekjen tersebut. Akan tetapi menurut Hasto segala keputusan tergantung pada Ketua Umum terpillih Megawati yang sekaligus formatur tunggal dalam penyusunan pengurus pusat.

Sementara Wakil Sekjen (wasekjen) Demisioner Andreas Pareira mengatakan tidak ada yang tidak mungkin, apalagi mengenai pejabat sekjen. Menurutnya, Hasto Kristiyanto bisa saja menjabat kembali dan membuat sejarah baru di partai.

“Bisa jadi akan mencetak sejarah baru,” ucapnya di lokasi kongres.

Dia menyatakan bahwa aturan di PDIP berbeda dengan partai lain. Kongres partai ini cuma memilih ketua umum dan selanjutnya ketua umum terpilihlah yang diberi mandat untuk menentukan struktur kepengurusannya.

Sumut

PP PTMSI Rugi Rp 15 Miliar, Gandi: Seharusnya Timnas Tidak Dicoret ke Sea Games

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Medan – Harapan delapan atlet muda tenis meja Indonesia, yang terdiri dari 4 atlet putra dan 4 atlet putri untuk bertarung mengharumkan nama Bangsa Indonesia dalam ajang Sea Games ke-30 tahun 2019 di Filipina, terancam kandas karena sampai berakhirnya masa jabatan Erick Thohir sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Internasional (KOI) masa bakti 2015 -2019, belum juga mengakui keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengukuhkan kepengurusan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI). 

“Pengingkaran terhadap keputusan MA yang diabaikan oleh pihak KOI dengan mencoret cabang olahraga tenis meja dari ajang Sea Games ke-30 di Filipina tahun 2019 ini, sudah mengakibatkan kerugian yang dikeluarkan melalui swadaya PP PTMSI, mencapai Rp 15 Miliar. Estimasi kerugian itu karena tim nasional sudah bertanding melawan atlet – atlet dari 8 negara di tingkat Asia, dan juga babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 serta menghadapi kejuaraan internasional bulan November 2019 di Batam,” ujar Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno, melalui siaran persnya, Selasa (22/10/2019). 

Mantan Wakapolri ini mengungkapkan, upaya menggagalkan timnas Indonesia untuk tampil dalam kejuaraan tenis meja Sea Games di Filipina dalam waktu dekat ini, tidak terlepas dari konspirasi jahat yang diduga dilakukan oknum di Komite KOI. Organisasi ini seharusnya sudah dapat menyelesaikan dualisme kepengurusan setelah keluarnya putusan PTUN  di pertengahan tahun 2014 dan keputusan MA yang sudah berkekuatan hukum tetap sesuai dengan Nomor: 274K/ TUN / 2015. Keputusan MA mengukuhkan kepengurusan PP PTMSI pimpinan Komjen Pol (Purn) Oegroseno. 

“Oleh karena itu, pembatalan keberangkatan timnas tenis meja ke Filipina oleh KOI yang sekarang berubah nama menjadi International Olympic Committee (IOC) itu, selain merusak nama baik Bangsa Indonesia, juga tidak mencerminkan Sila Kedua Pancasila yakni, Kemanusiaan yang adil dan beradap dan Sila Kelima yaitu, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka meninggalkan rekam jejak tindak pidana dengan membuat keterangan palsu. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polri,” tegasnya. 

Padahal, tambah Oegroseno, dalam ajang Sea Games di Filipina, PP PTMSI yang menyiapkan 4 atlet putra dan 4 atlet putri sejak Maret 2019 tersebut, menargetkan untuk meraih satu medali emas, 2 medali perak dan 4 medali perunggu. Namun, target dan harapan yang ingin dicapai timnas itu justru dihancurkan dihancurkan oleh anak bangsa sendiri. Harapan atlet muda Indonesia untuk mengharumkan Bangsa Indonesia dihancurkan oleh kesewenang-wenangan pribadi tanpa mempertimbangkan landasan Undang – undang Nomor 3 Tahun 2005 dan PP Nomor 16 Tahun 2007. 

“Saya sangat menyesalkan sikap Erick Thohir yang dulunya dikenal baik dan murah tersenyum justru karakternya berbeda setelah ditunjuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional saat kampanye calon presiden Capres 2019. Orang bersangkutan tidak berkenan merespon ketika dihubungi maupun menjawab pesan melalui WhatsApp, apalagi setelah digadang – gadang mengisi posisi sebagai menteri,” sebutnya. 

Seperti yang diketahui, berdasarkan penetapan Ketua PTUN Jakarta Nomor: 75/2014/PTUN-JKT jo Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, sesuai Nomor: 302/ B/ 2014/PT.TUN.JKT jo Putudan Mahmakah Agung Nomor: penggugat untuk seluruhnya, dan membatalkan surat keputusan Tata Usaha Negara sesuai keputusan Ketua KONI Pusat No. 29 A Tahun 2014 tanggal 28 Februari 2014, tentang pengukuhan susunan pengurus besar tenis meja Indonesia masa bakti 2014 – 2018. PTUN Jakarta memerintahkan tergugat untuk mencabut keputusan tata usaha negara, termasuk susunan kepengurusan Marzuki Ali. 

Ketua KONI Pusat juga diperintahkan menerbitkan surat keputusan pengesahan dan pengukuhan terhadap kepengurusan besar PTMSI hasil musyawarah nasional luar biasa, 31 Oktober 2013. Selain itu, PTUN Jakarta juga menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 371.000

Sementara Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia, Gandi Parapat menyampaikan, pemerintah tidak seharusnya menghalangi 8 atlet tenis meja untuk bertarung dalam ajang Sea Games di Filipina 2019. Pihak yang tidak mendukung itu tidak pantas untuk diangkat menjadi pejabat negara, sebab sudah mengekang anak bangsa untuk tampil dalam ajang Sea Games.

“Atlet-atlet itu merupakan anak bangsa yang membawa dan mengharumkan nama Indonesia. Tidak seharusnya mereka batal bertanding hanya karena persoalan pribadi, khususnya tentang kepengurusan organisasi tenis meja,” ujar Gandi Parapat.

Gandi menyarankan, Presiden Joko Widodo menelusuri persoalan tenis meja yang menjadi dilema bagi atlet tersebut. Selain itu, keputusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah berkekuatan hukum tetap, tidak boleh diabaikan.

“Kita mengkhawatirkan pengabaian keputusan MA yang sudah berkekuatan hukum tetap, apalagi sama sekali tidak melaksanakannya, justru bisa dianggap melawan hukum. Kita tidak menginginkan pemerintah yang justru mengingkari supremasi hukum,” sebut Gandi. (X1/rel)

Continue Reading

Sumut

Pemko Medan Segera Bentuk Badan Pelaku Ekonomi Kreatif

Published

on

Medan, Geosiar.com- Pemko Medan mengapresiasi dan menyambut baik inisiasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk memfasilitasi Pendirian Badan Hukum bagi Pelaku Ekonomi Kreatif yang ada di Kota Medan. Kehadiran Bekraf di Kota Medan ini diharapkan dapat menampung para pelaku kreatif yang ada disini. Sehingga setiap kali Pemko Medan menggelar event, Bekraf Kota Medan dapat dilibatkan sehingga pelaksanaan event akan lebih baik dan bewarna lagi ke depannya.

Demikian disampaikan Asisten Administrasi Umum Renward Parapat didampingi Kabag Perekonomian Setdako Medan Nasib saat memimpin Rapat Rencana Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Kota Medan di Balai Kota, Selasa (22/10/2019).

Ada sebanyak 16 subsektor Ekonomi Kreatif (EKraf) yakni, arsitektur, fashion, desain produk, desain interior, desain komunikasi visual, seni pertunjukan, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni rupa, serta televisi dan radio.

“Ke 16 subsektor EKraf nantinya akan dilakukan pemetaan sehingga dari ke 16 subsektor tersebut akan dipilih 3 subsektor terbaik yang mana nantinya akan menjadi pusat perhatian untuk dikembangkan sehingga ke 3 subsektor tersebut yang menjadi ciri khas Kota Medan,” jelas Renward.

Sementara itu, pembentukan Bekraf mencuat setelah Andre, perwakilan salah satu pelaku ekonomi kreatif di Kota Medan itu mengusulkan dibentuknya Bekraf sebagai wadah bagai para pelaku ekonomi kreatif untuk dapat berkreasi dan mengekspresikan kreatifitas yang mereka miliki.

“Medan sebagai kota kreatif harus membentuk ruang kreatif, pembangunan kota kreatif berbasis potensi lokal juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengembangan ekonomi lokal yang dikerahkan untuk dapat mendorong pemerataan ekonomi dan saing nasional,” tegas Andre.

Untuk itu, tambah Andre, melalui pembentukan Bekraf, para pelaku ekonomi kreatif dapat berkumpul dan mengembangkannya. Sekarang ini zaman industri 4.0 sehingga Kota Medan harus mampu mengikuti zaman yang kian berkembang.

“Para pelaku ekonomi kreatif adalah potensi paling besar yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia. Medan adalah salah satu kota yang mulai mendapatkan efek dari pengembangan industri kreatif,” ungkap Andre.

Andre juga menjelaskan ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia. Ekonomi kreatif didefinisikan sebagai era baru ekonomi setelah ekonomi pertanian, ekonomi industri dan ekonomi informasi yang mengitensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan pemgetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

“Ekonomi itu sendiri sejatinya merupakan aktifitas perekonomian yang lebih mengandalkan ide atau gagasan (kreatif) untuk mengelola material yang bersumber dari lingkungan disekitarnya menjadi bernilai tambah ekonomi,” jelasnya. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Dibuka Besok, GIIAS Gelar Pameran Otomotif Merek Ternama di Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pameran otomotif milik GAIKINDO yang merupakan bagian dari GIIAS The Series, GIIAS Medan 2019 akan resmi dibuka besok, tanggal 23 Oktober di Santika Premiere Hotel & Convention, Medan. Pameran yang menghadirkan yang terkini dari industri otomotif Indonesia.

Pameran yang berlangsung selama 5 hari pada 23-27 Oktober 2019 akan menampilkan delapan merek kendaraan ternama, yaitu DFSK, Honda, Lexus, Mitsubishi Motors, Renault, Toyota, Wuling, dan VW.

Dari kategori sepeda motor AHM juga telah memastikan kehadirannya. Berbagai merek dari industri pendukung juga akan meramaikan pameran otomotif terbesar di Sumatera ini.

Sekertaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara menyatakan, bahwa tren pertumbuhan industri otomotif nasional mulai bergeser ke provinsi-provinsi berkembang di Indonesia, dan kehadiran GIIAS di Medan menjadi salah satu upaya GAIKINDO untuk terus mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.

“Tren pertumbuhan industri otomotif Indonesia menunjukkan pergerakan positif, yang sebelumnya terfokus saat ini sudah mulai merata ke daerah, kehadiran GIIAS 2019 di kota Medan menurut GAIKINDO akan menjadi langkah tepat untuk terus memaksimalkan potensi yang di miliki Medan,” katanya.

Kukuh juga menyatakan bahwa berdasarkan data yang dirangkum GAIKINDO, Sumatera Utara saat ini berada di posisi tujuh dalam pencapaian pertumbuhan penjualan domestik Indonesia periode 2012-2018.

Ia berharap, dengan kehadiran langsung dari merek-merek global anggota GAIKINDO pada GIIAS Medan 2019, akan dapat memberikan semangat positif bagi para pelaku industri otomotif di Sumatera Utara.

Project Director Seven Event, Sri Vista Limbong mengatakan, selaku organizer GIIAS 2019 The Series mengungkapkan berbagai program yang hadir di GIIAS Medan ditujukan bukan hanya untuk menghibur namun juga memberikan kesan bagi para pengunjung.

“GIIAS Medan 2019 akan disertai berbagai promo dan penawaran menarik, yang kami harapkan bukan hanya menjadi sebuah nilai hiburan namun juga memberikan wawasan dan akhirnya bahkan dapat membuka peluang baru bagi para pengunjung,” sebutnya.

Selain itu bermacam promo menguntungkan dan program seru yang sebaiknya jangan sampai dilewatkan. Mulai dari promo bagi-bagi voucher bensin, akan menyemarakkan GIIAS Medan 2019.

Berbagai penawaran juga akan dihadirkan para sponsor pada GIIAS Medan 2019. Astra Financial selaku sponsor utama akan menawarkan solusi financial lengkap untuk para pengunjung.

Communication Coordinator Astra Financial – GIIAS, Yulian Warman mengungkapkan bahwa Astra Financial akan menghadirkan berbagai program menarik pada GIIAS Medan 2019,

“Astra Financial akan memberikan penawaran solutif dan menarik untuk setiap kegiatan financial pengunjung pada GIIAS Medan 2019,” ucapnya.

Sementara sponsor exclusive E-commerce and online ticketing Blibli.com akan menghadirkan beragam penawaran menarik, termasuk promo dan diskon, bagi pencinta otomotif di Medan. Blibli.com juga menampilkan teknologi terkini, yaitu test drive berbasis virtual reality (VR), di booth Blibli.com, untuk memperkenalkan dan meningkatkan pengalaman belanja terkini.

Program promosi termasuk Buy 3 get 1 Free entry untuk pembelian tiket menggunakan aplikasi Blibli.com yang dilakukan diarea pameran, diskon tambahan untuk pembelian unit mobil dan motor melalui Blibli.com, dan berbagai penawaran menarik lainnya yang secara khusus disediakan untuk memanjakan pengunjung dan memeriahkan GIIAS Medan 2019.

Senior Merchandising Manager Blibli.com, Eddy Lukita mengatakan pihaknya hadir di GIIAS Medan untuk memperkenalkan dan menghadirkan berbagai manfaat berbelanja otomotif secara online.

“Hadirnya Blibli.com di GIIAS Medan adalah kesempatan yang baik untuk menjangkau pencinta otomotif di kota ini. Sebagai mall online terkemuka, Blibli.com menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelangga tidak hanya untuk memeriksa harga dan spesifikasi produk, namun juga membeli kendaraan dan aksesoris dengan semua keunggulan yang ditawarkan di platform kami, termasuk fasilitas cicilan 0% dengan mitra pembayaran terbanyak dan teraman.” kata Eddy. (rel/lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com