Connect with us

Dunia

PM Malaysia Lantunkan Lagu ‘Rasa Sayange’

Published

on

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Fukuoka, Japan, Rabu (7/8/2019). (Foto: thesundaily.my)

Geosiar.com, Malaysia – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad melantunkan lagu milik Indonesia berjudul ‘Rasa Sayange’. Sebelumnya, hak cipta lagu daerah tersebut pernah diklaim oleh Malaysia.

Hal ini diketahui dari video unggahan lewat Instagram Story (InstaStory) resmi milik Mahathir, @chedetofficial. Dalam video itu, Mahathir tampak bernyayi sambil menggandeng tangan istrinya, Siti Hasmah, dan remaja Jepang.

Namun, Mahathir tidak memberikan keterangan lokasi dan identitas remaja tersebut. Video instaStory itu hanya memperlihatkan tulisan Global Arena yang merupakan salah satu gedung terkenal di Fukuoka, Jepang.

Seperti diketahui, PM Malaysia ini memang tengah melakukan kunjungan ke negara sakura, Jepang sejak Rabu (7/8) kemarin. Di sana, ia menerima gelar Honorary Doctorate dari International University of Japan (IUJ).

Sebagai informasi, lagu ‘Rasa Sayange’ sempat memicu ketegangan antara Indonesia dan Malaysia pada 2007 silam di mana Kementerian Pariwisata Malaysia menggunakan lagu daerah tersebut untuk mempromosikan parawisata di negaranya.

Kemudian, Menteri Pariwisata Malaysia saat itu, Adnan Tengku Mansor mengklaim bahwa ‘Rasa Sayange’ merupakan lagu Kepulauan Nusantara.

Hal itu ditanggapi sinis Gubernur Maluku kala itu, Karel Albert Ralahalu dengan menyebut bahwa lagu ‘Rasa Sayange’ milik Indonesia yang sudah mendarah daging di Maluku.

Akhirnya pada November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim, mengakui bahwa lagu ‘Rasa Sayange’ milik Indonesia setelah bukti lagu itu pertama kali direkam di Studio Lokananta, Solo, pada 1962, terkuak.

Kendati demikian, dikutip dari Antara, Malaysia tetap mengklaim bahwa lagu ‘Rasa Sayange’ merupakan lagu milik bersama.

Advertisement

Dunia

Brasil Kritik Usulan Presiden Prancis Soal Kebakaran Amazon

Published

on

Kondisi hutan Amazon yang mengalami kebakaran parah, Kamis (22/8/2019). (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino)

Geosiar.com, Brasil – Pemerintah Brasil mengkritik usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang ingin membawa persoalan kebakaran hutan Amazon di forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G7. Kritikan itu disampaikan oleh Presiden Brasil, Jair Bolsonaro.

Sebelumnya, usulan terkait kebakaran hutan Amazon disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah kicauan di akun Twitter miliknya @EmmanuelMacron, Jumat (23/8/2019) pukul 2.15 dinihari.

“Rumah kita sedang terbakar. Hutan hujan Amazon – paru-paru yang memproduksi 20% oksigen di planet kita – sedang terbakar,” tulis Macron dalam sebuah cuitan di Twitter.

Atas dasar itu, Macron pun mengklaim kebakaran yang mencapai tingkat rekor di hutan hujan Amazon sebagai ‘krisis internasional’ yang harus menjadi agenda prioritas di KTT G7.

“Ini merupakan krisis internasional. Para anggota KTT G7, mari kita diskusikan kondisi darurat ini pertama-tama dalam dua hari!” tutup dia.

Menanggapi usulan itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro meradang. Ia bahkan menuduh Presiden Prancis itu menggunakan masalah domestik Brasil untuk tujuan politik pribadi. Sebab, membicarakan topik tersebut di KTT G7, di mana Brasil bukan merupakan anggota KTT.

“Saran presiden Prancis untuk mendiskusikan masalah Amazon di G7 tanpa partisipasi negara yang terlibat mengesankan pola pikir penjajah yang salah tempat, yang tidak cocok dengan abad 21,” tulis Bolsonaro di akun Twitter @jairbolsonaro, Jumat (23/8/2019) pukul 5.36 dinihari.

Selain itu, Bolsonaro juga mengatakan jika Macron terlalu membesar-besarkan masalah ini, termasuk dengan menggunakan gambar palsu. Sebelumnya, sang presiden telah menuding bahwa LSM mungkin telah menyulut api di hutan Amazon sebagai aksi balas dendam kepada pemerintah yang memangkas pendanaan mereka.

Continue Reading

Dunia

Wanita di China Tewas Akibat Operasi Pembesaran Payudara

Published

on

Ilustrasi operasi.

Geosiar.com, China – Seorang wanita asal China, Yang Xue (28) tewas setelah menjalani operasi pembesaran payudara. Ternyata, operasi ini ia lakukan tanpa memberitahu pihak suami ataupun keluarganya.

Dilansir dari Mirror.co.uk, Kamis (22/8/2019), korban meninggal dunia pada Minggu, 18 Agustus lalu ketika menjalani operasi di Klinik Bedah Plastik Wanhe di Kota Nanyang, Provinsi Henan, China Tengah.

Selesai operasi, korban dilaporkan mengalami perdarahan dari mata, hidung, mulut, dan telinga. Sementara itu, lehernya dipenuhi bekas tusukan jarum.

Korban Yang Xue (28).

Sang suami, Zhang mengaku tidak mengetahui jika istrinya menjalani operasi. Ia hanya mendapat kabar bahwa istrinya mengalami kondisi kritis di hari itu.

“Saya mengetahui kondisinya Yang kritis pada pukul 5.35 sore. Mereka memberi tahu bahwa pihak medis masih berusaha untuk menyelamatkannya. Tapi setelah petugas medis tiba, Yang dinyatakan telah meninggal,” tutur sang suami, Zhang.

Kepada ibunya, korban mengaku akan melakukan beberapa perbaikan untuk operasi yang sebelumnya pernah ia lakukan. Ia tidak mengatakan bakal menjalani operasi pembesaran payudara

“Saya sedang melakukan beberapa pekerjaan perbaikan untuk operasi saya sebelumnya. Dokter mengatakan saya tidak bisa makan apa pun sebelum operasi.” ujar ibu korban.

Sementara itu, ahli bedah di Rumah Sakit Bedah Plastik Wanhe tersebut dilaporkan tidak memenuhi syarat untuk melakukan operasi. Kini, pihak berwenang setempat telah menutup klinik tersebut untuk dilakukan penyelidikan.

Klinik Bedah Plastik Wanhe di Kota Nanyang, Provinsi Henan, China Tengah. (Foto: mirror.co.uk)
Continue Reading

Dunia

Yunani Tolak Bantu Tanker Iran Menuju Suriah

Published

on

Kapal tanker Iran, Grace 1 yang telah berubah namanya menjadi Adrian Darya 1, dilaporkan berlayar ke Yunani setelah dibebaskan otoritas Gibraltar. (Foto: SINDOnews)

Geosiar.com, Athena – Wakil Menteri Luar Negeri Yunani, Miltiadis Varvitsiotis, mengatakan pihaknya menolak membantu kapal tanker milik Iran untuk mencapai Suriah. Diketahui, kapal tanker itu mengirimkan minyak ke Suriah dan sekarang sedang berlayar ke arah timur melalui Mediterania.

“Kami telah mengirim pesan yang jelas bahwa kami tidak ingin memfasilitasi perdagangan minyak ini ke Suriah dalam hal apa pun,” tutur Varvitsiotis kepada televisi ANT1 Yunani, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/8/2019).

Varvitsiotis berdalih, Yunani tidak mempunyai fasilitas pelabuhan yang mampu menampung kapal tanker itu. Kendati demikian, kapal itu memiliki kemungkinan tetap menjatuhkan jangkar di perairan teritorial Yunani.

“Ini adalah kapal VLCC, pembawa minyak mentah yang sangat besar. Tidak ada pelabuhan Yunani yang bisa menampung VLCC. Muatan itu bisa diturunkan di kilang, tetapi jelas tidak di wilayah Uni Eropa” sambung dia.

Sejauh ini, pemerintah Amerika Serikat sudah mengonfirmasi pejabat berwenang di Yunani terkait masalah ini. Akan tetapi, kata Varvitsiotis, pemerintah Iran sendiri belum menghubungi pihak berwenang Yunani.

Adrian Darya 1, sebelumnya bernama Grace 1 dibebaskan setelah ditahan di Gibraltar, membawa 2 juta barel minyak mentah. Kapal ini sekarang berlayar ke timur dengan pelacak memberikan tujuan yang dinyatakan sebagai pelabuhan Yunani Kalamata, dengan tanggal kedatangan 26 Agustus.

Sebelumnya, Washington telah menahan kapal tanker Adrian Darya 1 (sebelumnya bernama Grace 1) yang membawa 2 juta barel minyak mentah. Penahanan itu dilakukan lantaran AS menduga kapal itu memiliki hubungan dengan Garda Revolusi Iran.

Oleh karena itu, Washington mendesak agar Yunani menahan diri untuk tidak memberikan bantuan apa pun terhadap kapal tanker yang berlayar melalui perairannya menuju Suria

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com