Connect with us

Dunia

Penduduk El Paso Tolak Kunjungan Donald Trump

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Geosiar.com, El Paso – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berkunjung ke kota El Paso dan kota Dayton, yakni lokasi penembakan massal terjadi, hari ini, Rabu (7/8/2019).

Dalam penolakannya, masyarakat El Paso meminta Trump untuk menjauh dari mereka. Sebab, mereka merasa insiden penembakan massal yang menewaskan 31 orang itu berhubungan dengan pidato Trump yang bernuansa anti-imigran.

“Presiden, yang menciptakan kebencian yang memungkinkan tragedi Sabtu itu terjadi, tidak seharusnya datang ke El Paso. Kami tidak butuh lebih banyak perpecahan. Kami butuh sembuh. Dia tidak diterima di sini,” tegas mantan anggota kongres dari Demokrat El Paso, Beto O’Rourke.

Selain itu, Trump juga pernah menyebut orang-orang Meksiko dan Amerika Tengah sebagai penjahat, anggota geng, dan pemerkosa. Hal itu menambah kebencian mereka terhadap orang nomor satu di Amerika Serikat itu.

Melansir dari AFP, masyarakat El Paso juga mengatakan bahwa mereka takut atas bangkitnya nasionalisme kulit putih. Mereka menyebut, Trump merupakan bagian dari masalah ini.

“Saya jelas menyalahkan presiden. Karena dirinya yang memulai retorika itu, kebencian yang dia lempar ke orang-orang yang berbeda warna kulit dengannya. Dia sama sekali tidak baik,” kata seorang warga, Silvia Rios.

Selain O’Rourke, anggota kongres El Paso, Veronica Escobar juga melontarkan penolakan serupa. Bahkan, ia mendesak agar Trump mempertimbangkan bahwa kalimat yang diucapkan serta tindakannya turut andil dalam insiden penembakan itu.

“Dari perspektif saya, dia tidak diterima di sini. Dia tidak seharusnya datang ketika kami masih berduka,” tutur Escobar kepada MSNBC.

Sementara itu, Wali Kota El Paso Dee Margo menegaskan bahwa dirinya akan tetap menyambut kedatangan Trump. Ia berdalih bahwa itu sudah menjadi tugasnya.