Connect with us

Nasional

Pemko Medan Kantongi Target Sasaran Penertiban Penataan Kota

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan akan menurunkan tim gabungan untuk kembali menertibkan pedagang kaki lima, terminal liar, parkir liar, serta papan reklame tidak berizin. Selain menengakkan peraturan, penertiban dilakukan ini dalam rangka melakukan penataan kota. Ada sejumlah lokasi yang telah diinventarisir untuk segera ditertibkan.

Dalam rapat pembahasan masalah pedagang kaki lima, angkutan umum dan izin reklame di Ruang Rapat 1 Balai Kota Medan, Rabu (7/8/2019). Melalui rapat yang dipimpin Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Umum Setdako Medan Renward Parapat, diharapkan Kota Medan akan menjadi lebih baik lagi.

Renward menjelaskan, rapat yang dilakukan ini dalam rangka untuk menata Kota Medan. Meskipun penertiban selama ini rutin dilakukan namun ada lokasi-lokasi yang dinilai untuk fokus ditangani, guna memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat. Di samping itu juga aku Renward, sebagai tindak lanjut dari laporan dari masyarakat.

 Dihadiri Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan, Kasatlantas Polrestabes Medan Juliani Prihatini, Kadis Perhubungan diwakili Kabid Lalu Lintas Suriono, Kabag Tata Pemerintahan Ridho Nasution, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta sejumlah camat, Renward memaparkan permasalahan yang ada dan harus segera ditangani.

Selain pedagang kaki lima (PK5), papar Renward, terminal liar, parkir liar, serta papan reklame tidak berizin menjadi fokus pembahasan dalam rapat ini. “Selama ini kita rutin melakukan penertiban, hanya saja untuk beberapa titik-tik tertentu kita perlukan penegasan-penegasan lainnya,” kata Renward.

“Masalah penertiban PK5 kemudian angkutan umum, dan penertiban trotoar/parkir itu yang menjadi fokus kita. Sudah rutin kita laksanakan, namun untuk beberapa titik masih perlu kita perhatikan dan awasi bersama,” tambahnya.

Masalah terminal sebentar lagi akan segera terselesaikan dengan adanya kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp.86 miliar kepada Pemko Medan untuk menjadikan Terminal Terpadu Amplas dan Pinang Baris menjadi lebih baik dengan pelayanan  setara bandara.

“Masalah terminal sudah diserahkan kepada Kementerian Perhubungan, jadi harapan kita tahun depan dibangun nanti terminal yang lebih bagus. Apabila ini terealisasi, insya Allah persoalan terminal liar bisa teratasi karena seluruh bus maupun angkutan umum akan masuk terminal,” jelas Renward.

Terkait masalah PK5, Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan mengatakan, pihaknya selama ini terus melakukan penertiban secara berkelanjutan. Dia berharap usai dilakukan penertiban, pihak kecamatan  setempat melakukan penjagaan sehingga PK5 tidak dapat berjualan kembali di lokasi semula.

Sofyan selanjutnya mengungkapkan, pihaknya dalam beberapa hari ini akan menertibkan PK5 di kawasan Jalan Bulan. Pasalnya, kawasan itu saat oini sudah dipenuhi PK%. Selain mengganggu kenyamanan masyarakjat pengguna jalan, kehadiran PK5 juga menyebabkan kawasan tersebut semrawut dan dipenuhi sampah.

“Kita harapkan, pasca penertiban dilakukan, pihak kecamatan dan OPD terkait segera menindaklanjuti sesuai tupoksinya masing-masing. Kita harapkan kawasan yang sudah ditertibkan didiamkan saja tanpa ada action karena akan mengundang PK5 akan berjualan kembali,” harapnya.

Sebagai contoh jelas Sofyan, sejumlah pedagang warung kopi (warkop) di depan RS Elisabeth telah berjualan kembali karena tidak ada upaya tindak lanjut yang dilakukan pasca dilakukan penertiban. “Kita akan turunkan anggota untuk menertibkan kembali pedagang warkop yang telah berjualan kembali. Kita harapkan pihak kecamatan dan OPD terkait segera menata kawasan depan RS Elisabeth sehingga PK5 tak dapat berjualan kembali,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini, selain penertiban, juga harus diikuti dengan mengubah mindset masyarakat agar patuh dan disiplin atas peraturan yang ada. “Penertiban yang dilakukan tanpa diikuti dengan kesadaran masyarakat, tentunya penertiban yang dilakukan tidak maksimal. Untuk itu perlu diikuti dengan mengubah mindset masyarakat,” saran Kasatlantas.

 Kembali dengan Renward, pasca rapat dilakukan, seluruh hasil dan masukan yang diberikan kan segera ditindaklanjuti, termasuk menurunkan tim gabungan untuk menertibkan pedagang kaki lima, terminal liar, parkir liar serta papan reklame tidak berizin. “Kita harapkan dengan penertiban yang dilakukan ini akan menjadikan Kota Medan lebih baik,” pungkasnya. (lamru)

Advertisement

Nasional

Bupati karo: Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Digali Dari Potensi Daerah

Published

on

Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi kabag Perekonomian Rismawati br Ginting foto bersama disela sela pengarahan

Geosar – Bupati Karo Terkelin Brahmana,SH didampingi Kabag perekonomian Rismawati br Ginting, Putri Mora br Sitepu Kasubag perekonomian menghadiri acara Rakor penguatan koordinasi antara Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) dengan seluruh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Tema yang diusung dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD Tahun 2019 ini “Membangun Sinergi dan Komitmen Bersama Dalam Rangka Percepatan Akses Keuangan Di Daerah” sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah diperlukan akses keuangan yang lebih luas kepada pelaku usaha.

Bupati Karo Terkelin Brahmana
merespon dan mengharapkan keberadaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di daerah kab karo yang sudah terbentuk sesuai keputusan bupati karo nomor :500/408/EK/2019 tanggal 31 oktober 2019, itu dapat mempercepat akses keuangan masyarakat dan pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Melalui keberadaan TPAKD yang telah terbentuk, seluruh pemangku kepentingan terkait, dapat bersinergi dalam membuka akses keuangan yang lebih besar kepada masyarakat, terutama pelaku usaha dapat menggali di sektor beriklim potensial daerah, kata Terkelin Brahmana

Agar hal itu dapat terwujud Terkelin menyampaikan beberpa hal yang harus dilakukan, yakni lembaga jasa keuangan agar memperluas jaringan kantor yang menjangkau semua daerah yang ada di kabupaten Karo, seperti petani, pelaku UMKM, pelaku Parawisata dan lainnya.

Terkait operasional TPAKD dalam meningkatkan akses keuangan yang lebih luas di daerah, Bupati menyampaikan bahwa keberadaan TPAKD tersebut dapat efektif berjalan dan produktif, jika ada alokasi dukungan APBD dari pemerintah daerah dan kolaborasi dari DPRD Karo.

Terkelin menjelaskan, TPAKD merupakan forum koordinasi untuk lintas lembaga di wilayah Kabupaten Karo, dengan banyaknya elemen di harapkan peran serta dari Bank Indonesia (BI).

Sebab Bank Indonesia berpengalaman di bidang pembinaan UMKM (Usaha mikro kecil menengah) dan dulu juga pengawasan Perbankan ada di BI serta pengalaman panjang dalam mengawasi usaha jasa keuangan, jelas Terkelin.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Presiden RI Ir Joko Widodo, Selasa (10/12) pukul 09.00 wib di Hotel Mulia Senayan Jakarta./edy/A.kom info

Continue Reading

Kriminal

Sadis! Begal di Bekasi Tebas Tangan Korban Hingga Nyaris Putus

Published

on

Ilustrasi kawanan begal sadis dilengkapi dengan senjata tajam.

Geosiar.com, Bekasi – Fazrin (23) harus menerima kenyataan pahit karena tangannya nyaris putus akibat luka bacok yang diperolehnya dari kawanan begal sadis bersenjata tajam di Kawasan Industri MM2100, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/12/2019) malam.

Keadaan ini diperparah dengan sepeda motor Honda Scoopy E4641JJ milik korban yang berhasil dibawa kabur kawanan begal yang berjumlah dua orang tersebut. Menurutnya, peristiwa pembegalan itu berawal ketika dia hendak pulang dari undangan pernikahan temannya dengan melewati jalan Kawasan Industri MM2100. Namun di tengah perjalanan, dia merasa diikuti kedua begal.

“Saya sudah curiga karena saya ternyata diikuti oleh kedua begal itu dari pertengahan jalan,” tutur Fazrin, seperti dilansir Antara, Selasa (10/12/2019).

Kemudian, ia mengaku dipepet dua orang yang sudah mengikutinya sejak tadi. Korban melihat salah seorang pelaku yang duduk di boncengan mengeluarkan senjata tajam sejenis parang lalu mengarahkan kepadanya. Melihat itu, dia panik dan berusaha menghindar

Nahas, pelaku langsung mengayunkan senjata tajam itu ke bagian punggung korban hingga darah bercucuran. Merasa kesakitan, korban menghentikan laju sepeda motornya.

“Saya berhenti karena sakit dibacok,” ungkapnya.

Bahkan, pelaku sempat mengayunkan senjata tajam ke arah leher korban, namun berhasil ditangkis korban menggunakan tangan hingga bercucuran darah. Sudah tak berdaya, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban.

Pelaku sempat kembali mendatangi korban dengan tujuan ingin menghabisi nyawanya. Beruntung, ada warga yang datang untuk melakukan perlawanan dan kedua begal langsung kabur. Kemudian, warga membawa korban yang kritis ke klinik terdekat dan dipindah ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Salah satu Warga kemudian melaporkan kasus ini kepada petugas kepolisian. Mendapat laporan, petugas pun langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan korban.

“Kami masih meminta keterangan korban untuk mengidentifikasi kawanan begal sadis ini,” ujar Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, AKP Sunardi saat dikonfirmasi.

Kawanan begal ini diduga selalu membawa senjata tajam saat melancarkan aksinya. Atas peristiwa ini, Satreskrim Polsek Cikarang Barat dan Polres Metro Bekasi tengah memburu kelompok begal itu.

Continue Reading

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun, Dijual Rp 743 Ribu per Gram Hari Ini

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau antam turun Rp 1.000 per gram pada Selasa (10/12/2019). Hari ini Emas batangan Antam dijual di angka Rp 743.000 per gram.

Sementara harga jual atau pembelian kembali (buy back) emas Antam juga turun Rp 1.000 tercatat di angka Rp 658.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP). PPh 22 atas transaksi buy back dipotong langsung dari total nilai buy back.

Potongan pajak harga emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berikut ini harga pecahan emas batangan tercatat di Logam Mulia Antam

  • Harga emas 0,5 gram : Rp 396.000
  • Harga emas 1 gram : Rp 743.000
  • Harga emas 2 gram : Rp 1.435.000
  • Harga emas 3 gram : Rp 2.131.000
  • Harga emas 5 gram : Rp 3.535.000
  • Harga emas 10 gram : Rp 7.085.000
  • Harga emas 25 gram : Rp 17.405.000
  • Harga emas 50 gram : Rp 34.735.000
  • Harga emas 100 gram : Rp 69.400.000
  • Harga emas 250 gram : Rp 173.500.000
  • Harga emas 500 gram : Rp 346.300.000
  • Harga emas 1.000 gram : Rp 692.600.000
Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com