Connect with us

Sumut

Pemko Medan Bekali Siswa di Medan Budaya Kemanan dan Tertib Berlalulintas

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan melalui Dinas Perhuhungan (Dishub) Kota Medan melakukan pemilihan swbanyak 50 Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA/SMK Sederajat Kota Medan 2019 di Deli Room Medan Club Jalan Kartini, Medan, Selasa (6/8/2019). Kegiatan ini digelar untuk membekali sekaligus sosialisasi budaya keamanan dan tertib berlalulintas.

Selama tiga hari, mulai 6-8 Agustus, para pelajar selanjutnya akan mengikuti rangkaian kegiatan serta pelatihan maupun pembelajaran  dengan sejumlah materi, diantaranya bidang keselamatan jalan, asuransi, psikologis pengemudi dan pemberian motivasi oleh motivator nasional.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis yang membuka acara  berharap, seluruh siswa dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan sebaik-baiknya. “Yakinlah tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Harapan kami pengetahuan yang diperoleh seluruh peserta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Iswar.

Kemudian Iswar memaparkan, Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan merupakan kegiatan rutin yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, guna mendukung program pemerintah sesuai UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Dikatakan Iswar, melalui UU No.22/2009, pemerintah diwajibkan untuk meningkatkan keselamatan angkutan jalan, terutama bagi pelajar dan siswa. Atas dasar itulah bilangnya, Pemko Medan menggelar kegiatan tersebut. “Ini merupakan tahun kedua kita lakukan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, jelas Iswar, Pemko Medan ingin meningkatkan kesadaran para  para pengguna jalan, terkhusus para pelajar. Dengan demikian para pelajar akan mengetahui betapa pentingnya keselamatan dalam berlalu-lintas. “Kita harapkan usai mengikuti kegiatan ini, para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas di lingkungans ekolah maupun  tempat tinggalnya,” harapnya.

Saat ini papar Iswar, tercatat 50 pelajar yang mengikuti Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA/SMK Sederajat Kota Medan 2019.  Selanjutnya akan dipilih siapa pelajar yang akan menyandang predikat  sebagai peserta terbaik.

Selanjutnya peserta terbaik itu imbuh Iswar, akan mewakili Kota Medan untuk mengikuti Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tingkat Provinsi Sumut. “Kita harapkan mereka keluar sebagai pemenangan dan akan mengikuti pemilihan untuk tingkat nasional di Jakarta,” terangnya.

Sedangkan Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini yang turut menghadiri acara menjelaskan, keselamatan berlalulintas sangat penting. Sebab, lalu lintas menunjukkan  budaya suatu bangsa. Dia berharap yang penting dalam kegiatan ini bukan karena hadiahnya melainkan pemahaman akan pentingnya keselamatan berlalu –lintas di jalan raya.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya berharap agar adik-adik pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Sebab, angka kematian tertinggi dalam ke celakaan tertinggi adalah usia produktif  mulai usia 15-21 tahun,” papar Kasatlantas.  (lamru)

Advertisement

Sumut

Polsek Medan Baru Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Kos Jalan Punak

Published

on

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengungkap keberhasilan Polsek Medan Baru soal kasus pembunuhan di Jalan Punak Medan, Senin (9/12/2019)

Geosiar.com, Medan – Tim Pegasus Polsek Medan Baru sukses mengungkap kasus pembunuhan Rubiah alias Bian (17) yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kos nya di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur I, Medan Petisah pada Rabu (4/12/2019) lalu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan bahwa pelaku tidak berkutik saat dibekuk dan diberikan tindakan tegas oleh petugas Polsek Medan Baru.

“Menyesal pelaku,” ucap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, kepada awak media di Mapolsek Medan Baru Senin (9/12/2019).

Tersangka juga mengakui antara korban dan tersangka ini memiliki hubungan asmara. Tersangka telah mempunyai istri dan dua orang anak. Sedangkan korban merupakan seorang janda dengan satu anak.

Selain tersangka, petugas menyita barang bukti satu buah pisau cutter, pecahan kaca nako, baju korban dan 1 unit HP.

Kombes Dadang menjelaskan bahwa tersangka membunuh korban lantaran cemburu dengan kekasihnya tersebut. “Jadi motifnya tersangka cemburu yang diduga korban memiliki pria lain.”

Atas penangkapan tersangka, Kombes Dadang mengaku salut lantaran timnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut, ia menyebut sudah pantas diberikan penghargaan. Apalagi Polsek Medan Baru mampu menjaga suasana tetap kondusif di masyarakat.

Begitu pula mampu melakukannya penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi dan berhasil memburu tersangka yang bersembunyi di Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Sementara keluarga Korban yang melihat pelaku diamankan di Polsek Medan Baru juga mengaku bangga melihat polisi berhasil menangkap pelaku yang melakukan pembunuhan kepada adiknya.

“Kalau bisa pelaku yang sudah menghilangkan nyawa adik saya diberikan hukuman seberat-beratnya,” ungkap Kemala Dewi (29) warga Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal.

Atas perbuatan yang dilakukan pelaku itu melanggar Pasal 338, 365 dan 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau serendah rendahnya 9 tahun penjara.

Continue Reading

Sumut

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi, Masyarakat Minta DPRD Panggil Dinas Pertanian

Published

on

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi

Geosiar.com, Tebing Tinggi –  Virus hog cholera atau kolera babi masih mewabah di Kota Tebing Tinggi hingga Selasa (10/12/2019). Bahkan, setiap saat selalu ada bangkai babi yang ditemukan mati, sehingga warga kalut bagaimana mencari lokasi penanaman bangkai babi tersebut.

Lando Rajagukguk, warga Jalan Purnawirawan Gang Musyawarah Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, didampingi sejumlah peternak diantaranya Candra Sipahutar, Donal Gultom, S Simalango, Sigiro, D Tanjung, Pinta br Sinaga dan Rina Br Sirait dan R Rajagukguk mengaku sangat heran atas kurang seriusnya Pemerintah Kota atas wabah ini.

Bahkan, mereka heran sejak datangnya tim dari Dinas Pertanian ternak babi milik mereka bertambah mati. Baik setelah di semprot dan diberi penyuntikan.

“Kami minta agar pihak DPRD Kota Tebing Tinggi memanggil Dinas Pertanian untuk dimintai tanggung jawab. Sebab, meski ternak mereka sehat juga tidak pernah dikunjungi pihak Dinas Pertanian, apalagi sedang adanya wabah penyakit ini,” katanya.

Menurut Candra dan Br Sinaga ternak babi mereka puluhan mati pada hari ini, dan warga kewalahan untuk melakukan lokasi penanaman bangkai akibat ketiadaan lahan. “Jangan ada perbedaan dikota ini kepada peternak dan janji manis,” ucapnya.

“Kami hanya berharap ada usaha pemerintah secepatnya untuk memberikan solusi, agar ternak warga tidak mati berkelanjutan. Baik melalui obat dan biaya pengganti sebab ini adalah hal sebuah bencana,” kata Lando, diamini beberapa orang tetangganya yang juga memiliki ternak babi.

Dalam catatan, kemarin pihak Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi melalui Kabid Ida  mengaku vaksin belum sampai di kota tersebut dari pihak Provinsi Sumut. Diharapkan juga warga jangan membuang bangkai babi sembarangan karena ada pidananya.

Continue Reading

Sumut

Korwil PMPHI Sumut Ingatkan Politisi Jangan Buat Gaduh

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat menegaskan kepada para Politisi, tokoh daerah dan nasional agar tidak membuat gaduh atau contoh buruk dengan rakyat. Hal tersebut terkait diadukannya Roky Gerung ke Bareskrim.

“Hentikan angkat telor. Saya himbau kepada seluruh tokoh atau politisi daerah maupun nasional, jangan buat gaduh atau contoh buruk kepada segenap rakyat. Ingat Presiden Jokowi itu seluruh rakyat Indonesia bukan hanya milik satu Partai. Kalau mau cari perhatian Jokowi biar dipuji dan dikasih jabatan menteri/wakil, komisaris BUMN. Lebih bagus dukung Anak, Menantu menjadi Walikota Medan dan Solo dari pada mengadukan Rokky Gerung orang pintar itu ke Bareskrim yg akhirnya ditolak,” tegas Gandi kepada Geosiar.com di Medan, Selasa (10/12/2019).

Lebih lanjut kata Gandi, “Jangan libatkan masyarakat luas untuk memusuhi orang pintar Rokky Gerung dan jangan pengaruhi aparat, peliharalah budaya malu. Kenapa politisi yang duduk di DPR tidak berpikir untuk kepentingan masyarakat luas yang menghadapi kenaikan BPJS, Listrik dan kesulitan kehidupan lainnya.”

Menurutnya, saat ini memang banyak yang cari perhatian ke Jokowi seperti menginginkan jabatan Presiden 3 periode, membuat UU yang diprotes masyarakat luas yang menjadi korban mahasiswa.

“Kami menilai pendapat seseorang dalam debat atau dialog kalau ada seseorang yang tersinggung atau merasa dipojokkan, itu masalah biasa bagi orang pintar dan bukan harus diselesaikan masyarakat suatu daerah atau hukum negara. Aparat tidak bodoh. Lebih bagus para politisi mencari perhatian Jokowi memenangkan Anak dan Menantunnya menjadi Walikota Medan dan Solo dan mengajak para petugas untuk memenangkannya dari pada bernafsu memenjarakan orang,” tegas Gandi lagi

Dijelaskan, aparat akan bertindak sesuai dengan hukum jika ada warga yang melanggar undang undang.

“Kami yakini, aparat pasti bertindak apabila ada yang melanggar Undang Undang, makanya tak perlu repot repot cari perhatian apalagi melibatkan masyarakat luas untuk memusuhi seseorang yang menyampaikan pendapatnya didalam diskusi atau debat,” tutup Gandi. (X1)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com