Connect with us

Dunia

PBB Duga Pendanaan Nuklir Korut dari Cyber Crime

Published

on

Geosiar.com, New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikabarkan sedang menyelidiki 35 serangan siber yang dilakukan Korea Utara (Korut) untuk mendanai program senjatanya.

Dilansir dari BBC, Rabu (7/8/2019), seorang narasumber menyebut Korut telah mencuri uang sebesar 2 miliar dollar AS atau senilai Rp 28,4 triliun, dari serangan siber untuk mendanai program senjata mereka.

Informasi ini berasal dari laporan rahasia PBB yang bocor. Dalam laporan itu, Pyongyang disebut menargetkan sejumlah bank serta penukaran mata uang kripto untuk mengumpulkan uang.

Laporan rahasia ini beredar setelah negara komunis itu melakukan empat uji coba rudal dalam dua pekan terakhir, yakni pada 25 Juli, 31 Juli, 2 Agustus, dan 6 Agustus 2019.

Berdasarkan laporan yang diserahkan kepada Komisi Sanksi Korut Dewan Keamanan PBB menyebutkan bahwa negara komunis itu menggunakan serangan siber untuk meningkatkan pendapatan.

Selain itu, para ahli Korut juga diduga terus memantau aktivitas penambangan dunia maya, penggunaan komputer yang kuat untuk menghasilkan mata uang virtual untuk mendulang pundi-pundi. Sehingga Korut bisa melakukan aksinya tanpa takut dilacak dan mematuhi regulasi pemerintah asing terkait sektor perbankan mereka.

Tak hanya itu, dalam laporan tersebut Korut telah melanggar sanksi PBB dengan melakukan transfer antar-kapal untuk memperoleh bahan pembuat senjata pemusnah massal.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS menanggapi atas kebocoran laporan tersebut. Ia meminta kepada seluruh dunia untuk mencegah Korea Utara.

“Kami meminta setiap negara untuk bertanggung jawab dengan menghentikan akitivitas serangan siber Korea Utara yang dipakai mendanai rudal balistik dan senjata pemusnah massal,” tutur juru bicara Kemenlu AS.

Dunia

Brasil Kritik Usulan Presiden Prancis Soal Kebakaran Amazon

Published

on

Kondisi hutan Amazon yang mengalami kebakaran parah, Kamis (22/8/2019). (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino)

Geosiar.com, Brasil – Pemerintah Brasil mengkritik usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang ingin membawa persoalan kebakaran hutan Amazon di forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G7. Kritikan itu disampaikan oleh Presiden Brasil, Jair Bolsonaro.

Sebelumnya, usulan terkait kebakaran hutan Amazon disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah kicauan di akun Twitter miliknya @EmmanuelMacron, Jumat (23/8/2019) pukul 2.15 dinihari.

“Rumah kita sedang terbakar. Hutan hujan Amazon – paru-paru yang memproduksi 20% oksigen di planet kita – sedang terbakar,” tulis Macron dalam sebuah cuitan di Twitter.

Atas dasar itu, Macron pun mengklaim kebakaran yang mencapai tingkat rekor di hutan hujan Amazon sebagai ‘krisis internasional’ yang harus menjadi agenda prioritas di KTT G7.

“Ini merupakan krisis internasional. Para anggota KTT G7, mari kita diskusikan kondisi darurat ini pertama-tama dalam dua hari!” tutup dia.

Menanggapi usulan itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro meradang. Ia bahkan menuduh Presiden Prancis itu menggunakan masalah domestik Brasil untuk tujuan politik pribadi. Sebab, membicarakan topik tersebut di KTT G7, di mana Brasil bukan merupakan anggota KTT.

“Saran presiden Prancis untuk mendiskusikan masalah Amazon di G7 tanpa partisipasi negara yang terlibat mengesankan pola pikir penjajah yang salah tempat, yang tidak cocok dengan abad 21,” tulis Bolsonaro di akun Twitter @jairbolsonaro, Jumat (23/8/2019) pukul 5.36 dinihari.

Selain itu, Bolsonaro juga mengatakan jika Macron terlalu membesar-besarkan masalah ini, termasuk dengan menggunakan gambar palsu. Sebelumnya, sang presiden telah menuding bahwa LSM mungkin telah menyulut api di hutan Amazon sebagai aksi balas dendam kepada pemerintah yang memangkas pendanaan mereka.

Continue Reading

Dunia

Wanita di China Tewas Akibat Operasi Pembesaran Payudara

Published

on

Ilustrasi operasi.

Geosiar.com, China – Seorang wanita asal China, Yang Xue (28) tewas setelah menjalani operasi pembesaran payudara. Ternyata, operasi ini ia lakukan tanpa memberitahu pihak suami ataupun keluarganya.

Dilansir dari Mirror.co.uk, Kamis (22/8/2019), korban meninggal dunia pada Minggu, 18 Agustus lalu ketika menjalani operasi di Klinik Bedah Plastik Wanhe di Kota Nanyang, Provinsi Henan, China Tengah.

Selesai operasi, korban dilaporkan mengalami perdarahan dari mata, hidung, mulut, dan telinga. Sementara itu, lehernya dipenuhi bekas tusukan jarum.

Korban Yang Xue (28).

Sang suami, Zhang mengaku tidak mengetahui jika istrinya menjalani operasi. Ia hanya mendapat kabar bahwa istrinya mengalami kondisi kritis di hari itu.

“Saya mengetahui kondisinya Yang kritis pada pukul 5.35 sore. Mereka memberi tahu bahwa pihak medis masih berusaha untuk menyelamatkannya. Tapi setelah petugas medis tiba, Yang dinyatakan telah meninggal,” tutur sang suami, Zhang.

Kepada ibunya, korban mengaku akan melakukan beberapa perbaikan untuk operasi yang sebelumnya pernah ia lakukan. Ia tidak mengatakan bakal menjalani operasi pembesaran payudara

“Saya sedang melakukan beberapa pekerjaan perbaikan untuk operasi saya sebelumnya. Dokter mengatakan saya tidak bisa makan apa pun sebelum operasi.” ujar ibu korban.

Sementara itu, ahli bedah di Rumah Sakit Bedah Plastik Wanhe tersebut dilaporkan tidak memenuhi syarat untuk melakukan operasi. Kini, pihak berwenang setempat telah menutup klinik tersebut untuk dilakukan penyelidikan.

Klinik Bedah Plastik Wanhe di Kota Nanyang, Provinsi Henan, China Tengah. (Foto: mirror.co.uk)
Continue Reading

Dunia

Yunani Tolak Bantu Tanker Iran Menuju Suriah

Published

on

Kapal tanker Iran, Grace 1 yang telah berubah namanya menjadi Adrian Darya 1, dilaporkan berlayar ke Yunani setelah dibebaskan otoritas Gibraltar. (Foto: SINDOnews)

Geosiar.com, Athena – Wakil Menteri Luar Negeri Yunani, Miltiadis Varvitsiotis, mengatakan pihaknya menolak membantu kapal tanker milik Iran untuk mencapai Suriah. Diketahui, kapal tanker itu mengirimkan minyak ke Suriah dan sekarang sedang berlayar ke arah timur melalui Mediterania.

“Kami telah mengirim pesan yang jelas bahwa kami tidak ingin memfasilitasi perdagangan minyak ini ke Suriah dalam hal apa pun,” tutur Varvitsiotis kepada televisi ANT1 Yunani, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/8/2019).

Varvitsiotis berdalih, Yunani tidak mempunyai fasilitas pelabuhan yang mampu menampung kapal tanker itu. Kendati demikian, kapal itu memiliki kemungkinan tetap menjatuhkan jangkar di perairan teritorial Yunani.

“Ini adalah kapal VLCC, pembawa minyak mentah yang sangat besar. Tidak ada pelabuhan Yunani yang bisa menampung VLCC. Muatan itu bisa diturunkan di kilang, tetapi jelas tidak di wilayah Uni Eropa” sambung dia.

Sejauh ini, pemerintah Amerika Serikat sudah mengonfirmasi pejabat berwenang di Yunani terkait masalah ini. Akan tetapi, kata Varvitsiotis, pemerintah Iran sendiri belum menghubungi pihak berwenang Yunani.

Adrian Darya 1, sebelumnya bernama Grace 1 dibebaskan setelah ditahan di Gibraltar, membawa 2 juta barel minyak mentah. Kapal ini sekarang berlayar ke timur dengan pelacak memberikan tujuan yang dinyatakan sebagai pelabuhan Yunani Kalamata, dengan tanggal kedatangan 26 Agustus.

Sebelumnya, Washington telah menahan kapal tanker Adrian Darya 1 (sebelumnya bernama Grace 1) yang membawa 2 juta barel minyak mentah. Penahanan itu dilakukan lantaran AS menduga kapal itu memiliki hubungan dengan Garda Revolusi Iran.

Oleh karena itu, Washington mendesak agar Yunani menahan diri untuk tidak memberikan bantuan apa pun terhadap kapal tanker yang berlayar melalui perairannya menuju Suria

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com