Connect with us

Politik

Hendra DS Desak Satpol PP Tegas Tertibkan RTT di Perumahan Timur Raya

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan melalui Satpol PP diminta tegas untuk membongkar bangunan melanggar aturan. Selain merusak estetika kota, saat ini banyak bangunan yang melanggar izin dan disinyalir Pemko Medan mengalami kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah dari retribusi bangunan.

“Satpol PP jangan beraninya hanya menertibkan pedagang kecil, tetapi bangunan melanggar aturan dan tidak memiliki SIMB ( Surat Izin Mendirikan Bangunan) tidak punya nyali. Hukum itu jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke bawah,” tegas anggota komisi IV DPRD Medan Hendra DS kepada wartawan, Selasa (6/8/2019) menyikapi bangunan RTT berdiri di fasum namun dilakukan pembiaran.

Seperti bangunan rumah tempat tinggal (RTT) di komplek perumahan Timur Raya Jl Timor Ujung Kel Gaharu Kec Medan Timur Kota Medan milik TS. Rumah tersebut berdiri di atas rencana jalan dan fasilitas umum (fasum). Namun sampai sekarang mulus tanpa ada penertiban.

“Pemko Medan melalui Dinas terkail harus tegas, Kalau itu RTT berdiri di fasilitas umum (fasum) harus segera ditertibkan. Pemko harus komit perbaikan kota ini ke arah yang lebih baik. Kita harus fokus peningkatan kesejahteraan lebih baik, ” ujar Hendra DS yang juga selaku sekretrasi Partai Hanura Kota Medan ini.

Selain itu kata Hendra, Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman dan Penataan Ruang (Dinas PKPPR) juga tegas menegakkan Perda. Seperti bangunan tanpa izin yang berdiri diatas fasilitas umum dan rencana jalan jangan dilakukan pembiaran.

Dinas PKPPR diharapkan menindaklanjuti surat terdahulu minta pemilik untuk bongkar sendiri bangunannya. Tetapi faktanya pemilik bangunan tidak mengindahkan surat tersebut. “Harus nya harus ditindaklanjuti, bukan didiamkan,” tambah Hendra.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Medan Ir Sahat Simbolon mengaku kecewa melihat kinerja Satpol PP dan Dinas PKPPR. Seharusnya ke dua OPD tersebut harus tegas menegakkan Perda.

“Jangan rakyat kecil seperti pedagang di depan RS Elisabeth alasan melanggar Perda lantas Sat Pol PP beringas. Sementara bangunan tanpa izin dan berdiri difasum dilakukan pembiaran. Ada apa ini, kita tunggu ketegasan Satpol PP,” ujar Sahat Simbolon.

Sebagaimana diketahui, Surat Dinas PKPPR Kota Medan tertanggal 8 Juni 2017 yang ditanda tangani Kepala Dinas PKPPR Kota Medan Syamporno Pohan ditujukan kepada pemilik bangunan. Surat No 640.3915/DPK PPR/VI/17 perihal peringatan untuk pembongkaran sendiri bangunan yang tidak memiliki SIMB.

Adapun alasan diterbitkannya surat peringatan bongkar sendiri berdasarkan penelitian Dinas PKPPR. Terbukti bangunan RTT berdiri diatas fasilitas umum dan rencana jalan sesuai KSB No 648/259/4/50/1994, Tanggal 17 Januari 1994. Sehubungan dengan itu, pemilik bangunan diingatkan supaya segera membongkar bangunannya sendiri. (lamru)

Advertisement

Politik

Kunjungi Korban Kebakaran, Ihwan Ritonga SE : “Sabar Ya Bu, Kita Ambil Hikmahnya”

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE didampingi anggota DPRD Medan Ir Sahat Simbolon kunjungi warga korban kebakaran di Jl Sentosa Lama Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Tembung, Selasa sore (22/10/2019).

Saat peninjauan, kedua anggota dewan asal Partai Gerindra itu menyapa masyarakat sekaligus meyampaikan penghiburan.

“Sabar ya bu, kiranya Tuhan memberikan yang terbaik dibalik semua kejadian ini. Kita ambil hikmanya,” ujar Ihwan mencoba menghibur warga korban kebakaran.

Saat itu, Ihwan Ritonga mengitari lokasi sedikitnya 40 rumah lebih yang terbakar dan ke dapur umum. Ihwan terlihat tidak bisa menutupi rasa prihatinnya saat menyapa warga. “Sabar y bu, sabar y bu,” ujar Ihwan berulang ulang.

Selanjutnya, Ihwan Ritonga bersama Sahat Simbolon menuju Posko yang terletak di halaman Mesjid di Jl Sentosa Lama. Pada kesempatan itu, Ihwan Ritonga yang juga Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sumut itu memberikan sejumlah bantuan.

“Bantuan ini tidak seberapa, tetapi kiranya dapat dimafaatkan seperlunya,” sebut Ihwan Ritonga yang diamini Sahat Simbolon.

Sebagaimana diketahui, kebakaran terjadi , Senin sore (21/10/2019) menghanguskan sedikitnya 40 rumah. Dan akibat musibah itu menyebabkan sekitar 250 orang warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pihak berwajib masih melakukan penyidikan guna mengetahui apa yang menjadi penyebab kebakaran tersebut. (lamru)

Continue Reading

Politik

Kaesang: Sudah Pake Kemeja Putih, Tinggal Tunggu Ditelepon

Published

on

Kaesang Pangarep.

Geosiar.com, Jakarta – Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep melontarkan candaan menggelitik tentang calon menteri yang menggunakan kemeja putih ketika mendatangi Istana Kepresidenan untuk memenuhi panggilan Jokowi.

Dalam akun Twitter-nya, Bos SangPisang itu mengaku telah menggunakan kemeja putih dan sedang menunggu telepon masuk dari bapaknya, Presiden Jokowi agar berangkat ke istana.

“Saya lagu nungguin telpon. Padahal sudah pake kemeja putih,” tulis Kaesang dalam akun Twitternya @kaesangp, Senin (21/10/2019).

Cuitan Kaesang itu pun sontak mendapat 3 ribu retweet dan 18,6 ribu like. Tak tanggung, hampir dua ribu warganet turut membubuhkan komentar di tweet-an tersebut.

“Sampeyan mau jadi menteri perpisangan ta mas,” ledek akun @notxxx. “Telpon kok ditungguin to mas, mending nunggu pisangmu di wajan biar ndak gosong,” tulis akun @masxxx.

“Bukannya sudah jd menteri infrastruktur senam yak @kaesangp entar gimana jemaahnye kalau ditinggal, kasian kaaaaan,” tulis akun @annxxx. “Menteri Infrastruktur Senam,” komen akun @wahxxx. “Halo pak ini anaknya minta jatah,” pungkas lainnya.

Seperti diketahui, istilah infrastruktur senam yang digunakan Kaesang adalah untuk meledek netizen yang mempersoalkan celananya ketika melayat mantan ibu negara, Ani Yudhoyono di Singapura pada 1 Juni lalu.

Netizen tersebut salah menulis yang seharusnya instruktur senam menjadi infrastruktur senam. Hal itu pun mendapat perhatian dari Kaesang yang malah dibuat menjadi identitas di Bio akun Twitter-nya.

Continue Reading

Politik

Gerindra Masuk Koalisi, NasDem Siap Jadi “Oposisi”

Published

on

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peresmian Sekolah Legislatif Partai NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Partai NasDem menanggapi dingin soal pemanggilan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal kesediaan mengemban jabatan sebagai salah satu calon menteri di Kabinet Kerja Jilid 2.

“Kalau semua parpol masuk ke koalisi pemerintah, lalu siapa yang jadi checks and balances dan penyambung aspirasi rakyat?” tutur Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago kepada media, Senin (21/10/2019).

Meski bersikap dingin, Irma memastikan partainya bakal tetap berada di lingkup koalisi, tapi ia mengaku siap apabila memang partainya yang bertukar peran sebagai ‘oposisi’.

“Tentu tetap di koalisi. Masa meninggalkan apa yang sudah diperjuangkan? Tapi, kalau itu terjadi, tentu NasDem siap mengorbankan diri untuk berada di sisi rakyat. Siap menjadi penyampai aspirasi rakyat yang pasti,” jelas Irma ketika ditanya apakah NasDem siap menjadi oposisi.

Lebih lanjut, Irma menegaskan partainya tidak akan meninggalkan Jokowi hanya karena NasDem menyatakan siap berperan sebagai ‘oposisi’. Oposisi yang dimaksudnya adalah menjadi mitra kritis di dalam koalisi.

“Komitmen kami mendukung Jokowi tidak akan berubah, menjadi ‘mitra kritis’, mungkin itu tepatnya,” pungkasnya.

Gerindra dipastikan masuk koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin sebab Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan salah satu waketumnya, Edhy Prabowo, turut memenuhi panggilan Jokowi ke Istana sebagai calon menteri.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com