Connect with us

Daerah

Edwin Sihombing: “Alokasi Dana Desa Diharapkan Dapat Pemberdayaan Pemuda

Published

on

Samosir, Geosiar.com – Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Onan Runggu (GEMADA) Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir, Edwin Stenov Sihombing berharap pemerintah pusat dan daerah serius melakukan upaya pengentasan kemiskinan. Sama halnya kemiskinan yang dirasakan para pemuda karena minimnya lapangan kerja.

Seperti, angka kemiskinan di Kabupaten Samosir khususnya Kecamatan Onan Runggu, para pemuda banyak yang menganggur. Pemerintah melalui sentuhan Dana Desa, diharapkan pemuda dapat diberdayakan.

Harapan itu disampaikan Edwin S Sihombing (foto) melalui tulisan yang sampaikan kepada Geosiar.com, Rabu (7/8/2019). Disebutkan Edwin, dana desa yang selama ini digelontorkan cukup besar oleh pemerintah dinilai sangat tepat meminimalisir jumlah kemiskinan melalui program-program di Desa.

Dana Desa yang peruntukannya untuk program pembangunan infrastruktur diakui sudah tepat. Namun, alangkah bangusnya jika Dana Desa diperuntukkan bukan hanya infrastruktur tetapi juga terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMD).

Menurut Edwin, pemuda kiranya dapat dilibatkan serta ambil bagian dalam pembangunan Desa.

Permintaan Erwin sangat beralasan, sebagaimana yang tertuang dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa sangat jelas disebutkan berbagai peruntukannya. Seperti, dalam Pasal 16 ayat (1) huruf c bahwa, belanja dana desa selain untuk belanja aparatur dan infrastruktur, juga harus dialokasikan untuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat termasuk di dalamnya belanja untuk pemberdayaan pemuda dan olahraga.

Sedangkan saat ini, banyak pemuda di Kabupaten Samosir yang masih pengangguran dan siap diberdayakan. “Kondisi tersebut butuh perhatian semua elemen masyarakat untuk menyelamatkan generasi muda. Dana desa diyakini dapat memberikan solusi,” ujar Edwin.

Diakui Edwin, selama ini dana desa hanya dialokasikan untuk belanja fisik dan infrastruktur dan minim untuk pemberdayaan masyarakat. “Atas nama Pemuda Kecamatan Onan Runggu berharap dana desa dapat diberdayakan peningkatan ekonomi masyarakat melalui program program yang inovatif,” harapnya.

Ditambahkan, era tahun 2019 adalah tahun ke lima berjalannya dana desa dalam jumlah besar, alokasi dana desa setelah lahirnya UU Desa Nomor 6 Tahun 2014. 

Sejak 2015 Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana desa yang langsung dikelola penuh oleh perangkat desa di seluruh Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan amanat UU Desa Nomor 6 Tahun 2014. Oleh karena itu, Edwin mengingatkan kepada seluruh perangkat desa yang ada di Kecamatan Onan Runggu agar pengelolaan dana desa bisa tepat sasaran dan transparan. 

“Dana desa kedepannya harus difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa agar roda ekonomi masyarakat bisa tergerak sehingga masyarakat memiliki pendapatan. Apalagi saat ini kondisi Kecamatan Onan Runggu masih sebagai daerah yang tertinggal dibanding kecamatan lain. Kita seharusnya malu dengan predikat tersebut,” kata Edwin

Khusus untuk sektor pemuda, selaku Ketua Pemuda Kecamatan, Sihombing mengharapkan kepada seluruh kepala desa di Onan Runggu mengalokasikan anggaran desa untuk pemberdayaan Pemuda. Menurutnya, pemuda harus dilibatkan serta ambil bagian dalam pembangunan Desa. (rel/lm)

Advertisement

Daerah

Mengenal Sosok Hj Fitriani Manurung: “Berbuat lah Menjadikan Medan Lebih Baik”

Published

on

Medan, Geosiar.com – Didunia politik memang masih seumur jagung, Jabatan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan diyakini akan menambah sejuta pengalaman. Tetapi di dunia pendidikan sudah tak asing lagi. Sosok Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd (foto) yang sebentar lagi meraih Doktor itu akan menjadi perhatian publik.

Apalagi, kepedulian akan peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat tetap perhatian serius baginya. Tokoh akademisi itu pun ingin mengabdi ke masyarakat menuju Medan lebih baik.

Dilahirkan di Sibolga pada 8 Juli 1976 dari keluarga sederhana. Sejak kecil terlihat manusia pintar dan peduli sesama. Hingga saat ini, tuntutan pendidikan baginya tidak ada hentinya.

Saat ngbrol ringan dengan wartawan Geosiar.com, kemarin, saat ini Fitriani Manurung yang akrap disapa Fitri ini fokus menyelesaikan studinya Program Doktoral (S3) Prodi Pendidikan Dasar di Universitas Negeri Medan (UNIMED). Seiring dalam pembekalan ilmu, sosok Fitri tampak selalu peduli bagaimana pendidikan dasar yang bermutu.

Fitri sendiri pun paham untuk mewujudkan mutu pendidikan itu harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak heran, perhatian dan gagasan Fitri dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya berpenghasilan rendah sangat cemerlang.

Disampaikan dari hasil temuannya, para pedagang di kota Medan, banyak yang terlilit hutang, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja sangat sulit alias gali lobang tutup lobang. “Jerih paya pedang tidak sebanding dengan kerja keras mereka,” ujarnya ringan.

Kesederhanaan dan kepedulian sosial dan sifat membantu, tampak Fitriani berusaha mendorong pemerintah berupaya peningkatan taraf hidup warga berpenghasilan rendah. “Perhatian pemerintah harus fokus meningkatkan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Lalu Fitri berpesan, berbuat baik lah kepada siapa saja, meskipun Ia bukan saudaramu, sekali pun Ia tidak menyukaimu. Jadikan masyarakat Medan lebih baik. (lamru)

Continue Reading

Daerah

Anggota DPRD Deli Serdang, Joni Hendri : Warga Diminta Proaktif Sampaikan Aspirasi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Joni Hendri Keliat asal politisi PDI P resmi dilantik 14 Oktober 2019 menjadi anggota DPRD Deli Serdang periode 2019-2024. Usai dilantik, Joni Hendri pertama sekali menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Deli Serdang yang telah memberikan amanah kepadanya.

“Saya ucapkan terimah kasih kepada masyarakat. Tanpa dukungan dan kepercayaan masyarakat, saya tidak bisa duduk menjadi anggota DPRD. Semoga jabatan ini mampu saya emban demi kepentingan rakyat banyak,” tutur Joni Hendri (foto) kepada wartawan usai peresmian dan pengambilan sumpah, Senin (14/10/2019).

Menurut Joni Hendri asal daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru dan Pancurbatu itu, mengaku nantinya akan turun langsung menjemput aspirasi ke masyarakat. Joni juga berharap agar masyarakat proaktif dan peduli sampaikan aspirasi dan keluhan soal pembangunan di masyarakat.

“Warga jangan sungkan sungkan menyampaikan aspirasi kepada saya. Saya akan berupaya memfasilitasi memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Lebih jauh Joni Hendri merupakan alumni Fakultas USU Pertanian itu menyampaikan hidup ini adalah pilihan, karier awalnya di perusahaan perkebunan swasta.

Tak lama kemudian Joni Hendri hijrah ke perusahaan yang bergerak di sales perusahaan alat kesehatan.

Karena menganggap bisnis merupakan dunianya, Joni terus berusaha apa saja. “Saya dilahirkan bukan dari keluarga kongklomerat. Saya dari keluarga sederhana tetapi saya terus berjuang untuk menjadi lebih baik dan berharap hidup anak anak lebih meningkat,” urai Joni.

Kendati tidak sehebat pengusaha besar, Joni Hendri tetap bergelut di dunia bisnis.
Selain itu, Joni merupakan suami dari Sukmawati boru Marbun itu aktif sebagai pengurus di gereja serta organisasi GAMKI Deli Serdang. (rel/lm)

Continue Reading

Daerah

Sekda Pemkab Simalungun Undur Diri, Hindari Penggunaan Fasilitas Negara Pencalonan Bupati

Published

on

Medan, Geosiar.com – Drs Gidion Purba (foto) disebut akan mengundurkan diri dari jabatan Sekda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. Pengunduran diri dari Sekda yang telah diembannya selama 7 tahun guna memastikan tidak akan menggunakan fasilitas negara saat kampanye pencalonan Bupati Simalungun.

Disebutkan Gidion, pengunduran Dirinya akan dilakuka.dalam waktu dekat. Dipastikan untuk menghindarkan anggapan adanya penggunaan fasilitas jabatan terkait sosialisasi pencalonannya sebagai calon bupati Simalungun.

Meski mengaku selama ini masih berkonsentrasi utama melaksanakan tupoksi Sekda, namun Gidion menyebut memilih mundur dari jabatan Sekda agar ketika ia melakukan sosialisasi tidak ada bias.

“Saya tidak ingin kinerja Pemkab Simalungun menjadi terganggu karena aktifitas saya sebagai bakal calon Bupati,” tegas Gidion Purba kepada wartawan di Pematangsiantar, Minggu (6/10/2019).

Gidion menyebut sebenarnya berdasarkan PKPU dirinya masih bisa menjabat Sekda hingga April 2020. Sebab aturannya seorang ASN harus telah mundur ketika namanya didaftarkan ke KPU sebagai peserta calon kepala daerah.

Dan dalam tahapan Pilkada serentak 2020, pendaftaran peserta calon ke KPU baru dilaksanakan April 2020.

Gidion menyebut dengan tidak lagi menjabat Sekda maka ia pun bisa lebih leluasa jika sewaktu-waktu ada masyarakat yang spontan memberikan dukungan semangat kepadanya meski itu terjadi saat dalam menjalankan tugas.

“Saya ingin memberi contoh agar tidak muncul prasangka dan kecurigaan dari publik terutama dari kalangan kelompok pendukung pesaing saya,” tegasnya.

Wacana pengunduran diri sebagai Sekda, kata Gidion juga telah melalui rembuk keluarga dan terutama sekali dari pimpinannya Bupati Simalungun JR Saragih.

“Yang mendorong saya maju calon bupati itu adalah Pak JR. Dan atas advisnya jugalah saya memilih mundur dari Sekda tanpa menunggu bulan April 2020. Namun saya masih sebagai ASN dan dengan tidak menjabat Sekda maka saya menjadi staf di sekretariat,” kata Gidion.

Sebelumnya dalam pertemuan jamuan makan malam di kediaman dinas Ephorus GKPS bersama DR SAE Nababan, Rabu (2/10/2019) Bupati JR Saragih kembali menyarankan Gidion Purba untuk mundur dari jabatan Sekda agar lebih berkonsentrasi berjuang merebut Simalungun 1.

Menurut JR, dengan mundur dari Sekda akan lebih baik bagi Gidion karena tidak akan bisa lagi dijadikan sasaran kritik lawan politiknya.

“Ini suasana politiknya sudah akan semakin panas. Jangan nanti gara-gara masih menjabat Sekda tapi terus bersosialisasi maka menjadi sasaran kritik,” kata JR.

JR Saragih mengaku dirinya memang dari awal ikut mendorong bawahannya itu menjadi penggantinya sebagai Bupati Simalungun.

“Saya juga dulu sewaktu mencalon Bupati juga berani mengambil keputusan mundur dari TNI. Kalau kalah memang saya siap jadi gembel. Tapi waktu itu komandan saya bilang tidak akan membiarkan anak buahnya jadi gembel,” paparnya.

Hal itu juga katanya berlaku bagi Gidion. “Saya tidak ingin anak buah saya Gidion Purba jadi gembel”, tegasnya. (rel/lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com