Connect with us

Sumut

DPRD Dorong Pemko Medan Penertiban PKL dan Parkir di depan RS Elisabeth

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota Komisi C DPRD Medan Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM mendorong Pemko Medan melalui Sat Pol PP segera melakukan penertiban parkir dan pedagang kaki lima (PKL) di depan Rumah Sakit (RS) Elisabeth Medan. Keberadaan warung kopi dan parkir yang semrawut kerap mengganggu lalu lintas akses mobil ambulance saat membawa pasien keluar masuk rumah sakit.

“Kita berharap Pemko Medan segera melakukan penertiban parkir dan pedagang. Keluhan keluarga pasien dan pihak rumah sakit Elisabeth sangat masuk akal karena terganggu kesemrawutan pedagang dan parkir,” ujar Hendrik Halomoan Sitompul kepada wartawan di Medan menyikapi keberadaan pedagang dan parkir yang tak kunjung ditertibkan, Rabu (31/7/2019).

Dikatakan, jika lambat penanganan pasien akibat jalan terganggu tentu sangat fatal karena menyangkut nyawa manusia bahkan ketertiban umum. Sebab, keberadaan pedagang sudah jelas mengganggu karena berada di badan jalan. Begitu juga parkir mobil dan sepeda motor yang menggunakan badan jalan.

“Benar, kita juga harus memperhatikan nasib pedagang. Untuk itu kita minta Pemko memberikan solusi. Pihak Rumah Sakit tidak terganggu, begitu juga pedagang supaya mendapat tempat yang layak,” ujar Hendrik.

Disampaikan Hendrik, selain penertiban pedagang iuga penataan taman A Yani agar terlibat lebih asri dan riang terbuka hijau.

Pendapat yang sama juga disampaikan anggota DPRD Medan Andi Lumbangaol SH menuding keberadaan pedagang dan parkur telah menganggu arus lalulintas terutama keluar masuknya mobil ambulans.

Seiring dengan itu, Andi Lumban Gaol SH meminta kepada Pemko Medan agar segera melakukan penertiban dan menggusur warung kopi (Warkop).

“Lokasi itu sebenarnya bukan tempat berjualan. Apalagi pedagang sudah menggunakan badan jalan sebagai lapaknya sehingga mempersempit jalan sepanjang RS Elisabeth Medan,” sebutnya.

Ditambahkan, lokasi depan RS Elisabeth itu merupakan tempat berobat pasien karena sakit. Kalau ada pasien yang darurat dan perlu segera mendapatkan perawatan, bisa terlambat penanganannya akibat jalan yang sempit menuju RS tersebut.

Maka itu, Andi berharap Dinas Perhubungan Kota Medan agar segera menertibkan atau paling tidak menata areal parkir yang berada di depan rumah sakit supaya tidak mengganggu arus lalulintas. Sebab, jalanan semakin sempit karena parkir juga memakan badan jalan, pungkasnya.

Seperti diketahui, pihak RS Elisabeth sudah sering mengeluhkan keberadaan parkir dan pedagang di depan rumah sakit. Keluarga pasien selalu mengeluh saat membawa orang sakit masuk rumah sakit.

Bahkan, pihak RS sudah pernah berdelegasi ke DPRD Medan tahun lalu dan berharap penataan parkir dan pedagang dilakukan. Pada saat itu pihak RS dan DPRD Medan disepakati dilakukan penataan. (lamru)