Connect with us

Dunia

Penembakan di Festival Kuliner California AS, 3 Orang Tewas

Published

on

Geosiar.com, AS – Telah terjadi aksi penembakan di sebuah festival kuliner di utara California, Gilroy Garlic, Amerika Serikta pada Minggu (28/7/2019). Akibatnya tiga orang tewas dalam insiden ini.

Dilansir dari reuters.com, Selasa (30/7/2019), satu orang pelaku tewas ditembak oleh aparat kepolisian dan satu pelaku lainnya yang diduga kuat dalam penembakan ini masih dalam pengejaran.

Menurut Kepala Polisi Gilroy Police, Scot Smithee, atas kejadian ini sekitar 15 orang mengalami luka-luka. Beberapa orang juga mengalami luka akibat saling bertabrakan karena panik melarikan diri.

Saat peristiwa penembakan massal ini terjadi, kepolisian langsung tiba dilokasi kejadian dalam tempo satu menit atau sekitar pukul 5.45 malam. Tak berapa lama, aparat kepolisian melumpuhkan pelaku dan dia tewas ditempat.

“Pelaku kedua diduga terlibat dalam penembakan ini, hanya saja kami masih belum mengetahui detail perannya. Kami juga belum mengetahui motif penembakan ini,” ujar Smithee.

Smithee menyebut, pelaku penembakan memotong pagar kawat untuk bisa masuk ke festival kuliner tersebut, yang diselenggarakan selama tiga hari. Festival kuliner Gilroy Garlic persisnya diselenggarakan 48 kilometer dari wilayah tenggara kota San Jose, California. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa para pengunjung festival ini ketakutan dan bingung saat mendengar letusan peluru yang terdengar dari arah belakang mereka.

Dalam rekaman itu tampak banyak kendaraan darurat aparat kepolisian di sekitar area penembakan dan anggota polisi menggunakan rompi anti-peluru. Evenny Reyes, 13 tahun, mengatakan awalnya dia mengira bunyi letusan itu adalah petasan, namun dia mulai panik saat melihat seseorang yang kakinya terluka parah.

Smithee mengaku sangat sedih festival kuliner malah berakhir seperti ini.

Dunia

Kebakaran Pabrik Plastik Ilegal di India Tewaskan 43 Orang

Published

on

Situasi pasca kebakaran pabrik plastik ilegal di distrik Anaj Mandi, New Delhi, India yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) pagi waktu setempat. [Foto: Reuters]

Geosiar.com, India – Kebakaran pabrik plastik ilegal di distrik Anaj Mandi, New Delhi, India yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) pagi waktu setempat, menewaskan 43 Orang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari Al Arabiya, Senin (9/12/2019), pihak kepolisian New Delhi, India mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam kebakaran itu meningkat menjadi 43 dari sebelumnya 35 orang. Para korban merupakan buruh dan pekerja pabrik.

“Mereka adalah buruh dan pekerja pabrik yang tidur di dalam gedung setinggi empat atau lima lantai. Api telah padam, tetapi operasi penyelamatan sedang berlangsung,” ujar salah satu polisi.

Sementara itu, wakil kepala petugas pemadam kebakaran di New Delhi, Sunil Choudhary dalam sebuah pernyataan menginformasikan bahwa pihaknya telah menyelamatkan setidaknya 50 orang dari kebakaran tersebut. Korban selamat sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Atas peristiwa ini, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan kebakaran itu merupakan peristiwa yang “mengerikan” dan berharap yang terluka segera pulih. Hal itu disampaikannya lewat akun Twitter pribadinya @narendramodi.

Continue Reading

Dunia

Tak Sanggup Bayar Biaya Berobat, Suami di India Bunuh Istri

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, India – Seorang suami bernama Tukaram Shergaonkar (46) di North Goa, India mengubur hidup-hidup istrinya lantaran sang istri sakit parah. Kini Tukaram sudah ditahan kepolisian.

Kepolisian Panaji di negara bagian Goa, pada Jumat (6/12/2019), mengatakan istri pelaku dikubur di sebuah Kawasan konstruksi di sebuah kanal irigasi.

Dilansir dari ndtv.com, pelaku ditahan pada Kamis (5/12/2019) atas tuduh mengubur istrinya, Tanvi, 44 tahun, dalam kondisi masih hidup di kawasan proyek irigasi Tillari yang berlokasi di desa Narvem.

Tindak penguburan itu dilakukan pada Rabu (4/12/2019). Shergaonkar yang melihat kehadiran para pekerja proyek, sempat melarang mereka bekerja. Tubuh Tanvi lalu ditemukan oleh para pekerja.

Polisi melaporkan, Shergaonkar membunuh istrinya lantaran dirinya tidak sanggup membayar biaya pengobatan istrinya. Pelaku sehari-hari bekerja sebagai pekerja serabutan. Tidak dijelaskan sakit apa yang diderita istri pelaku.

Kepolisian sudah mendatarkan secara hukum kasus ini di bawah undang-undang India pasal 302 tentangan pembunuhan dan pasal 201 terkait tindakan penghilangan barang bukti tindak pelanggaran hukum.

Continue Reading

Dunia

Alami Krisis Pangan, PBB Siapkan Bantuan Makanan untuk Warga Zimbabwe

Published

on

Gagal panen menyebabkan banyak rakyat Zimbabwe mengalami kesulitan pangan (Getty Images)

Geosiar.com, Harare – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyediakan bantuan makanan yang akan diberikan kepada 4,1 juta warga Zimbabwe atau seperempat populasi negara itu. Diketahui, kini Zimbabwe tengah mengalami krisis pangan karena inflasi dan kekeringan berkepanjangan terkait iklim.

Zimbabwe sempat menjadi lumbung pangan di Afrika selatan. Akan tetapi kini merasakan kemerosotan ekonomi terburuk dalam satu dekade. Situasi sulit itu ditandai dengan inflasi yang melambung tinggi dan kekurangan makanan, bahan bakar minyak (BBM), obat-obatan dan listrik.

“Kami sangat khawatir karena situasi terus memburuk,” kata Eddie Rowe, country director Program Pangan Dunia (WFP).

“Kami yakin jika kami tidak melakukannya dan membantu orang-orang itu maka situasi akan meledak menjadi krisis besar,” tambahnya.

Sebanyak 240.000 ton bantuan makanan dipersiapkan di pasar internasional, mewakili dua kali lipat program WFP saat ini di Zimbabwe.

WFP bertujuan membeli suplai dari Tanzania dalam bentuk biji jagung serta dari Meksiko dan biji pulse dari Kenya serta wilayah Laut Hitam.

Zimbabwe hanya memiliki satu tahun curah hujan normal dalam lima tahun terakhir.

“Pasar-pasar tidak berfungsi. Ada keluarga yang tidur kelaparan tanpa makan sehari penuh,” jelas Rowe.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com