Connect with us

Sumut

Jokowi Targetkan Danau Toba Jadi Lokasi Wisata Berkelas

Published

on

Presiden Jokowi meninjau Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (29/7/2019).

Geosiar.com, Sumut – Presiden Joko Widodo atau mengaku siap merogoh kocek hingga Rp3,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi mengembangkan pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), agar kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata yang berkelas.

“Kami harap investasi yang datang tidak hanya dua kali dari investasi yang dikeluarkan dari APBN, tetapi bisa tiga, empat, lima kali lipat, dari yang sudah dikeluarkan dari APBN,” kata Jokowi ketika meninjau Sipinsur Geosite, di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, seperti dilansir dari laman Sekretariat Presiden, Selasa (30/07/2019).

 “Kombinasi APBN dan investasi swasta mampu mendorong kemajuan pariwisata di kawasan danau terbesar di Indonesia itu,” lanjutnya.

Mantan Gubernur DKI itu menyebut, ada sekitar 28 destinasi wisata di Sumut dapat dieksplorasi, baik dari sisi sejarah, budaya, hingga pemandangan alam, di kawasan danau yang mengelilingi 7 kabupaten tersebut.

“Masalah lingkungan juga diperhatikan dalam mengembangkan pariwisata di wilayah Danau Toba. Ia menegaskan izin perusahaan yang merusak lingkungan bisa pemerintah cabut,” saran Jokowi.

Menurutnya, peningkatan potensi wisata memerlukan investasi besar dan membutuhkan anggaran dari APBN  juga besar. Sehingga kombinasi APBN dan investasi itulah yang akan bisa menggerakkan secara terintegrasi Danau Toba sebagai sebuah destinasi wisata yang berkelas.

“Kita ini bekerja dengan sebuah rancangan rencana besarnya seperti apa, sehingga dalam pelaksanaannya itu betul-betul nanti bisa detail dan baik,” jelasnya.

Rencana pengembangan pariwisata Danau Toba itu akan dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai 2020 mendatang. Sebelumnya, kata Jokowi pembangunan sarana dan prasarana sudah mulai dibangun sejak 2018 lalu.

Sementara untuk sarana penunjangnya, menurut Jokowi semuanya dilakukan terintegrasi. Termasuk produknya, SDM, kemasannya, membangun brand, lalu diferensiasinya dengan Bali dan Mandalika.