Connect with us

Politik

Saatnya Kota Medan Dipimpin Kaum Perempuan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kendati pemilihan Walikota Medan periode 2010- 2025 masih lama lagi dan diperkirakan September tahun mendatang, nanun saat ini nama sejumlah calon sudah ramai dibicarakan. Sosok kandidat dari kalangan pengusaha hingga politikus serta dari kaum perempuan mulai dilirik.

Seperti, nama Meilizar Latief ikut dipertimbangkan menjadi kandidat Walikota Medan mendatang. Menurut Ketua DPD Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI( Sumut Dr Masdar Limbong MPd menyebut bahwa Kota Medan sudah saatnya dipimpin perempuan. Dan sosok Meilizar Latief dinilai patut dipertimbangkan.

Menurutnya, Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara dengan penduduk yang heterogen terdiri dari berbagai macam etnis dan latar belakang sosial sangat membutuhkan kedekatan emosional dalam memimpin.

Sosok yang tepat tersebut nama Hj Melizar Latif (foto). Kedekatan emosional itu ada pada sosok perempuan kelahiran Kota Medan pada 1 Mei 1959 itu.

Hj Melizar Latif, SE, MM yang akrab dipanggil bunda Melizar Latif sudah dikenal segenap lapisan masyarakat Kota Medan. Beliau telah berkecimpung di berbagai profesi, antara lain di dunia akademisi pernah sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi di Kota Medan. Berkecimpung sebagai pengusaha, dan bekerja di berbagai perusahaan hingga saat ini aktif di dunia politik, sebagai sekretaris DPD Partai Demokrat Sumatera Utara.

Lewat partai berlambang mercy itu beliau telah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dan saat ini menjabat Ketua Fraksi DPRD Sumatera Utara. Salah satu kebiasaan yang selalu diprioritaskan beliau, yaitu sangat aktif bersilaturrahmi dengan semua kalangan masyarakat Kota Medan.

Sehingga semua kalangan masyarakat Kota Medan sudah kenal dan dekat dengan beliau. Selama dua periode menjadi anggota legislatif mewakili masrayakat kota Medan di DPRD Sumatera Utara Hj. Melizar Latif telah banyak memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Medan dalam berbagai hal.

Menurut Dr Masdar Limbong M.Pd, Kota Medan sudah saatnya dipimpin oleh sosok perempuan yang berintegritas. Kepemimpinan perempuan akan dapat memberi warna berbeda dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat Kota Medan yang heterogen.

“Kota Medan harus bangkit untuk mencapai kemajuan yang lebih baik lagi, berbagai persoalan yang muncul di kota ini harus ditangani dengan sepenuh hati dan secara serius. Hal itu baru dapat dilakukan oleh pemimpin yang benar-benar mengetahui persoalan secara utuh dan dilakukan dengan pendekatan emosional,” sebutnya.

Menurutnya, penanganan berbagai persoalan yang terjadi di Kota Medan harus dilakukan secara komprihensif. Sebutan Kota Medan sebagai kota metropolitan misalnya dari sejak dulu sudah dijuluki tetapi belum tergambar sistem penataan kotanya

Melizar Latif yang sudah sangat akrab dengan masyarakat Kota Medan karena sudah dua periode mewakili dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kota Medan di DPRD Sumut merupakan modal dasar untuk maju pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan pada 2020 mendatang.

Untuk mengetahui dinamika maupun persoalan Kota Medan secara utuh dan sudah mempunyai kedekatan emosional dengan masyarakat Kota Medan. Melalui dua modal mendasar ini nantinya akan mampu melahirkan tingkat kepercayaan warganya kepada pemimpinnya, sehingga program-program pembangunan baik pengembangan SDM, pembangunan infrastruktur dan program yang dijalankan akan mendapat dukungan positif dari warga. (rel/lamru)