Connect with us

Politik

Hasyim Gelar Sosialisasi Perda, Warga Medan Diminta Dukung Program Kebersihan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Guna menciptakan kota Medan yang bersih dan asri, seluruh warga dan elemen masyarakat terlebih pihak swasta diminta berperan aktif mendukung program Pemko Medan terkait kebersihan. Kepada Pemko Medan supaya menerapkan Perda Persampahan dengan tegas sekaligus penyediaan fasilitas yang memadai.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Medan Hasyim SE saat mengelar sosialisasi ke XI Tahun 2019 Perda Kota Medan No 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Yong Panah Hijau lingkungan 7 Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (27/7/2019). Hadir saat pelaksanaan sosialisasi yakni tokoh masyarakat, pemuda dan ratusan masyarakat.

Menurut Hasyim, untuk menciptakan kota Medan yang bersih, masyarakat harus ikut berpartisipasi untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sedangkan Pemko Medan juga menyediakan fasilitas tong sampah.

Seiring dengan itu kata Hasyim, Pemko sudah saatnya memberlakukan Perda Persampahan. Memberikan sanksi tegas sesuai Perda namun terlebih dahulu memberikan sosialisasi. “Sosialisasikan Perda dengan gencar sehingga masyarakat dipastikan mengetahui ada Perda dan penerapan Perda dapat ditegakkan,” ujar Hasyim.

Sebagaimana diketahui, Perda Pengeloaan Persampahan terdiri XVII BAB dan 37 Pasal yang bertujuan menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sedangakan tujuan sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat hidup bersih.

Sampah yang dimaksud yakni sampah rumah tangga dan sejenisnya yang berasal kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus dan fasilitas umum. Dalam Perda tersebut juga diatur tentang hak dan kewajiban. Dimana setiap orang berhak mendapat pelayanan pengelolaan persampahan secara baik dan berkawasan lingkungan. Juga berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah.

Sedangkan kewajiban yakni mengurangi sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan. Sedangkan pihak pengelola kawasan koemersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial dan umum wajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah.

Perda ini juga mengatur tentang larangan dan ketentuan pidana. Seperti Pasal 32 dengan jelas mengatur larangan yakni setiap orang atau badan dilarang membuang sampah sembarangan di kota Medan, Menyelenggarakan pengelolaan sampah tanpa seizin Walikota dan menimbun sampah atau pendauran ulang sampah yg berakibat kerusakan lingkungan.

Dalam Pasal 35 diatur soal ketentuan pidana yakni setiap orang yg melanggar ketentuan dipidana kurungan 3 bulan atau denda Rp 10 jt. Sedangkan untuk suatu badan yang melanggar ketentuan dipidana kurungan 6 bulan atau denda Rp 50 jt. (lamru)