Connect with us

Sumut

Gandi Parapat: Sejarah Harus Dijadikan Bahan Kajian

Published

on

Korwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Korwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara Gandi Parapat mengatakan, jalannya sejarah harus bisa dijadikan bahan kajian agar kehidupan berbangsa dan bernegara lebih baik.

“Yang namanya film, drama, sandiwara adalah tontonan bagi siapa yang hobby atau suka menonton. Dalam perjalanan NKRI akhir-akhir ini yang dititipkan para pahlawan untuk kita pelihara pertahankan dan kita nikmati, patut kita syukur,” kata Drs Gandi Parapat di Medan, Sabtu (27/7/2019).

Hal itu, menurut Gandi, berkaitan dengan pertemuan beberapa negarawan setelah Jokowi Maruf ditetapkan KPU dan MK menjadi pemenang Pilpres hampir seluruh lapisan masyarakat menonton atau mengamati pertemuan antara Jokowi Prabowo yang katanya dimediasi Kepala BIN BG. 

“Makan Sate, kemudian Megawati Prabowo makan Nasi Goreng dengan santai di rumah Mega. Mega berharap dan mengatakan agar Prabowo mengurangi makan, Surya Paloh langsung mengajak Anis Gubernur DKI menjadi Capres 2024 yang spontan ditolak dengan ucapan mengurus Jakarta. Adegan para negarawan tersebut patut ditonton atau diikuti orang yang suka perkembangan politik”, jelas Gandi.

Melihat para pengundang Prabowo yang menunjukkan kesederhanaan, yaitu Jokowi dan Prabowo makan sate kelas rakyat, Mega dan Prabowo makan nasi goreng. Makanan tersebut sudah menjadi jati diri bangsa.

“Jelas Mega dengan Jokowi saat ini beda selera, tapi Prabowo tidak mempermasalahkannya, namun benar-benar menerima selera kedua negarawan tersebut. Perbedaan keinginan tokoh yang membutuhkan Prabowo tersebut dalam pertemuan ada yang sangat beda ada yang bilang jangan kuat makan dan Pancasila,” tambah Gandi.

Pertemuan tersebut tambah Gandi, menimbulkan reaksi ada yang langsung mengajak Anis dicalonkan untuk Capres 2024, tapi ditolak dengan bijak Anis masih membangun Jakarta. Bagi PMPHI permainan politik seperti itu tidak perlu harus ditanggapi serius, karena rakyat kecil bekerja sesuai kemampuannya dan generasi muda belajar agar tetap memiliki jati diri dan kepribadian. 

Gandi mengibaratkan bintang tetap bersinar, ibarat mutiara di dalam lumpur. Prabowo memberikan pelajaran politik yang sangat berharga. (X1)