Connect with us

Sumut

Miris, Remaja Asal Langkat Rela Dijual Demi Masuk Sekolah

Published

on

Korban DSP (14) bersama kedua pelaku AS alias Sri (40) dan SZ (23). (Foto: istimewa)

Geosiar.com, Langkat – Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengungkap fakta baru mengenai penjualan anak dibawah umur, DSP (14) kepada pria hidung belang oleh bibi kandungnya sendiri.

Syarif mengatakan, remaja asal Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara itu, mengaku secara suka rela dijual oleh bibinya demi biaya masuk sekolah menengah pertama (SMP).

Sejak kecil, ujar Syarif, korban bersama adiknya PA (9) tinggal bersama kakeknya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sedangkan kedua orang tua korban telah lama pergi meninggalkan mereka.

“Ayah dan ibunya telah pergi meninggalkan mereka,” kata Iptu Syarif Ginting, Rabu (24/7/2019).

Beberapa waktu lalu, kata Syarif, korban mengaku bertemu dengan ibunya, lalu minta masuk sekolah. Tetapi ibunya menolak permintaan itu dengan alasan tidak ada uang. Kemudian sang ibu mengatakan agar korban menjual diri jika mau sekolah.

“Kalau mau sekolah juga, jual saja dirimu,” tutur Syarif Ginting menirukan omongan ibu DSP kepada korban.

Oleh karena itu, korban mendatangi adik ibunya (bibinya), SZ (23) di Kota Binjai. Kemudian, SZ membawa korban kepada germo SA alias Sri (40) untuk dijual seharga Rp10 juta.

Sebelum korban diserahkan kepada pria hidung belang, petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal yang menyamar sebagai pembeli akhirnya berhasil menyelamatkan korban dari transaksi tersebut. Korban diselamatkan dari Hotel Milala, Desa Mulirejo, Kecamatan Sunggal.

Sumut

Polisi Periksa Intensif 4 Orang Terkait Kematian Hakim Jamaluddin

Published

on

Jamaluddin ditemukan tewas di mobil dekat jurang di Dusun II Namo Rindang, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2019). [Foto: dok. Geosiar.com]

Geosiar.com, Medan – Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi terkait kasus pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. Dari 22 saksi, empat orang diantaranya masih diperiksa secara intensif.

“Totalnya ada 22 saksi. Namun, empat orang di antaranya kita interogasi lebih jauh. Jadi masih sifatnya interogasi dan pendalaman,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada awak media di Emerald Hotel Medan, Kamis (5/12/2019).

Tatan mengatakan bahwa keterangan dari keempat orang itu akan mengarah ke petunjuk pengungkapan kasus pembunuhan mendiang Jamaluddin. Dia memastikan Polda Sumut dan Reskrim Polrestabes Medan akan bekerja ekstra guna mengungkap perkara ini.

“Data dan keterangan yang kita ambil dari empat orang ini sebagai bahan untuk mengungkapkan kasus ini. Pihak Polda dan Reskrim Polrestabes Medan terus bekerja ekstra,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap fakta bahwa korban diperkirakan meninggal dunia 12 sampai 20 jam sebelum ditemukan. Hal itu diketahui dari hasil uji laboratorium forensik terhadap korban. Penyelidikan pun dikatakan sudah mengarah kepada pelaku yang diduga merupakan ‘orang dekat’ korban.

Continue Reading

Sumut

Geopark Kaldera Toba Resmi Masuk UNESCO September 2020

Published

on

The Kaldera Toba Nomadic Escape, Toba Samosir, Sumatera Utara.

Geosiar.com, Medan – Geopark Kaldera Toba resmi masuk UNESCO Global Geopark setelah menerima sertifikat pada September 2020 mendatang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara, Ria Novida Telaumbanua.

“Pada September tahun 2020 di Jeju Korea Selatan, kita akan menerima sertifikat UNESCO Global Geopark,” kata Ria Telaumbanua dalam jumpa pers Festival Danau Toba (FDT) 2019 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (5/12/2019).

Sertifikat itu, lanjut Ria, akan menandai resminya Geopark Kaldera Toba masuk dalam keanggotaan UNESCO Global Geopark atau badan warisan dunia. Gelaran FDT 2019 bertemakan “Inspiring Danau Toba” pun disebutnya sebagai persiapan untuk menerima sertifikat UNESCO Global Geopark.

“Selain sebagai bagian dari pengembangan Danau Toba, FDT 2019 juga untuk kesiapan Sumut umumnya dan kawasan Danau Toba Sumut khususnya untuk menerima sertifikat UNESCO,” jelasnya.

Sebelumnya, Geopark Kaldera Toba disebut-sebut akan menerima sertifikat keanggotaan UNESCO Global Geopark pada April 2020. Namun dengan adanya keterangan ini, dipastikan salah satu ikon pariwisata di Sumatera Utara itu akan resmi menjadi warisan dunia pada September 2020.

Sebagai informasi, Geopark Kaldera Toba meliputi tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba, yaitu Samosir, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi dan Karo.

Geopark Kaldera Toba ini terdiri dari 16 geosite, yaitu Geosite Sipisopiso-Tongging (Kabupaten Karo), Geosite Silalahi-Sabungan (Kabupaten Dairi), Geosite Haranggaol (Kabupaten Simalungun), Geosite Sibaganding (Kabupaten Simalungun), Geosite Taman Eden (Kabupaten Toba Samosir), Geosite Batu Basiha-TB Silalahi Balige (Kabupaten Toba Samosir).

Kemudian, Geosite Situmurun (Kabupaten Toba Samosir), Geosite Hutaginjang (Kabupaten Tapanuli Utara), Geosite Muara Sibandang (Kabupaten Tapanuli Utara), Geosite Sipincur (Kabupaten Humbang Hasundutan), Geosite Bakara-Tipang (Kabupaten Humbang Hasundutan), Geosite Tele (Kabupaten Samosir).

Lalu, Geosite Pusukbuhit (Kabupaten Samosir), Geosite Hutatinggi Sodihoni (Kabupaten Samosir), Geosite Ambarita-Tuktuk-Tomok (Kabupaten Samosir), dan Geosite Danau (pemersatu seluruh kabupaten sekawasan Danau Toba).

Continue Reading

Sumut

Kehadiran Bobby Nasution Disebut Bikin Cawalkot Lain Putus Asa

Published

on

Bobby Nasution menyerahkan berkas pendaftaran di kantor DPD PDIP Sumatera Utara, Selasa (3/12/2019). (Foto: Budi Warsito/detikcom)

Geosiar.com, Medan – Kehadiran Bobby Nasution di Pemilihan Kepala Daerah Medan 2020 disebut membuat bakal calon wali kota lain putus asa. Hal itu disampaikan oleh seorang pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Fernanda Putra Adela.

“Kehadiran Bobby Nasution membuat bakal cawalkot lain ‘putus asa’ untuk terus maju ke bursa calon wali kota,” tutur Fernanda Putra Adela dikutip dari detik.com, Kamis (5/12/2019).

Menurutnya, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dipinang partai politik (parpol) selain PDIP. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dirinya memprediksi Pilwalkot Medan 2020 sepi peminat.

“Bobby memiliki magnet untuk dipinang oleh partai politik selain PDI Perjuangan, walaupun PDI Perjuangan tanpa koalisi pun sudah bisa mencalonkan Bobby,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia juga memprediksi Pilwalkot Medan 2020 kemungkinan besar hanya akan diikuti oleh 2 pasangan calon, yang berasal dari koalisi parpol yang masing-masing dipimpin oleh PDIP dan Gerindra.

“Apabila terbentuk koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra sebagai parpol utama yang mengusung kandidat, maka kemungkinan besar partai-partai lain akan ikut di dalam barisan koalisi dan kemungkinan besar, Pilkada Medan akan diikuti paling banyak 2 pasangan calon,” lanjutnya.

Atau kemungkinan penantang Bobby nantinya merupakan calon perseorangan alias jalur independen. Fernanda mengatakan hal itu bisa terjadi bila semua partai berbondong-bondong mengusung Bobby.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com