Connect with us

Olahraga

Indonesia Duduki Puncak Klasemen ASG 2019, Koleksi 43 Medali Emas

Published

on

Komandan Pelatnas ASEAN Schools Games, Arsani (tengah) dan ketua kontingen Indonesia Yayan Rubaeni (kiri kedua) saat jumpa pers terkait prestasi Indonesia di ASG 2019, Selasa (23/7/2019). (Foto: Kemenpora)

Geosiar.com, Semarang – Indonesia berhasil menduduki posisi teratas klasemen ajang ASEAN Schools Games (ASG) 2019 dengan memperoleh 43 medali emas, 34 medali perak, dan 25 medali perunggu. Dengan demikian, atlet muda Merah Putih meraih predikat sebagai juara umum dalam ajang yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah itu.

Ahmad Arsani, Plt. Asisten Deputi Olahraga Prestasi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para atlet Indonesia yang telah berjuang demi mengibarkan bendera Merah Putih di ajang ASG tahun ini.

“Alhamdulilah sebagai tuan rumah kita berhasil mencapai target sebagai juara umum. Saya bangga dan ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para atlet,pelatih, dan ofisial yang sudah berjuang semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang ASEAN Schools Games 2019,” tutur Ahmad saat jumpa pers di Hotel Patra, Semarang, Selasa (23/7/2019) malam.

Dalam kesempatan yang sama, Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASG 2019, Yayan Rubaeni, juga mengapresiasi kinerja para atlet muda Indonesia. Ia juga mengatakan sangat puas atas penampilan anak-anak bangsa dalam ajang itu.

“Penampilan anak-anak luar biasa, salut, saya bangga dan saya yakin Indonesia bangga, karena di usia yang tergolong muda mereka sudah menunjukan dedikasi dan perjuangan maksimal untuk dapat mengibarkan merah putih,” tutur Yayan bangga.

Yayan menyebut bahwa atlet muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga. Oleh karena itu, ia memastikan pemerintah akan terus mendukung pembinaan atlet muda sebagai bibit-bibit unggul olahragawan nasional yang nantinya akan berprestasi secara internasional.

“Anak-anak ini adalah atlet muda aset bangsa. Saya yakin jika terus dibina, 3 sampai 4 tahun ke depan mereka akan menjadi tulang punggung prestasi Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya perlu untuk terus memberikan pendampingan bagi sentra-sentra pembinaan tempat mereka berlatih, serta memfasilitasi mereka untuk dapat meningkatkan kemampuan melalui kompetisi,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Indonesia terakhir kali menyabet gelar juara umum dalam ajang ASG ketika berlangsung di Brunei Darussalam pada tahun 2015 silam. Setelah berpuasa selama 3 tahun, akhirnya Indonesia mampu kembali menoreh prestasi dalam pesta olahraga tahunan sekolah-sekolah tinggi yang berada di kawasan Asia Tenggara itu.