Connect with us

Nasional

Waspada Peredaran Obat Palsu di 197 Apotek Jabodetabek

Published

on

Obat-obat palsu yang diproduksi di sebuah pabrik di Semarang, Jateng. (Foto: detikcom)

Geosiar.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri baru saja mengungkap peredaran obat palsu generik yang tersebar pada 197 Apotek di kawasan Jabodetabek. Bahkan, Apotek K24 hingga Roxy juga kecolongan atas peredaran obat palsu ini.

Kasatgas Dirtipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Pipit Rismanto, menyatakan obat palsu tersebut sudah dipasarkan ke 198 apotek, di mana 197 beredar luas di Jabodetabek, sementara 1 apotek lagi masih dalam tahap penelusuran. Produksi obat palsu ini dilakukan di sebuah pabrik di Semarang,

“Ada yang sesuai faktur, jadi ini ada faktur dari faktur ini kita hitung yang sudah terdistribusi ada 198 apotek. Namun, 197 ada di Jabodetabek, yang 1 lagi kita akan telusuri pada apotek lainnya,” tutur Pipit di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Sejauh ini, Polisi telah menangkap seorang pelaku yang menjabat sebagai Direktur PT JKI, pabrik obat palsu, berinisial AFAP (52). PT JKI sendiri tercatat sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

“Ya menurut mereka (apotek-apotek) merasa percaya (PT JKI sebagai) PBF (Pedagang Besar Farmasi) resmi,” jelas Pipit.

Perusahaan PT JKI diketahui telah melakoni pengedaran obat palsu ini selama 3 tahun belakangan, dengan transaksi dalam sebulan mencapai Rp 400 juta.

“Perbuatan tersangka sudah dilakoni selama 3 tahun belakangan dan transaksi dalam satu bulan sekitar kurang lebih Rp 400 juta,” tutur Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran di Mabes Polri, Senin (22/7/2019).

Fadil menyebut modus perusahaan dalam mengedarkan obat palsu yakni dengan mengemas ulang obat-obatan kedaluwarsa.

“Dalam pratek usahanya, tersangka melakukan pengemasan ulang terhadap obat-obatan keras generik menjadi obat-obat paten non-generik yang memiliki harga lebih mahal. Selain itu tersangka melakukan pemalsuan terhadap tanggal kadaluarsa, kemasan obat, dan kapsul obat,” jelas Fadli.

Selain Direktur PT JKI AFAP (52), polisi juga telah mengamankan enam orang lain yang diduga terlibat kasus pemalsuan obat ini. Kemudian, barang bukti obat palsu dan obat daur ulang juga telah disita Bareskrim Polri.

Atas perbuatan ini, tersangka diganjar Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen.