Connect with us

Sumut

Kemensos Beri Santunan Rp15 Juta untuk Keluarga Korban Pabrik Mancis Langkat

Published

on

Kondisi rumah yang dijadikan pabrik mancis pasca-kebakaran di Kabupaten Langkat, Sumut. (Foto: Antara)

Geosiar.com, Langkat – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) siap memberi santunan kepada 22 ahli waris korban kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Langkat, Rini Wahyuni Marpaung. Dia mengatakan, setiap ahli waris korban jiwa akan menerima dana santunan sebesar Rp 15 juta.

“Bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia akan diterima sebesar Rp 15 Juta per korban jiwa,” kata Rini di Stabat, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut, Rini menyebut bahwa bantuan akan diserahkan langsung oleh Sekreataris Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Nurul Farijati, yang disetor melalui rekening masing-masing ahli waris.

“Diserahkan langsung Sekreataris Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Nurul Farijati. Dimana para ahli waris korban itu nantinya menerima langsung yang disetorkan ke rekening mereka,” jelasnya.

Selain santunan Kemensos, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Irwan Sahri menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten (Pemkab) Langkat juga akan memberi santunan senilai Rp 2,5 juta kepada ahli waris korban jiwa.

“Pemkab Langkat juga akan memberikan bantuannya sebesar Rp 2,5 juta untuk per ahli waris. Rencananya bantuan akan diserahkan oleh Bupati TR Perangin angin kepada seluruh ahli waris.” imbuh Irwan Sahri.

Seperti diketahui, peristiwa kebakaran home industri (pabrik) mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, terjadi pada 21 Juni 2019. Tragedi itu menewaskan 30 orang, termasuk 5 anak-anak.

Sumut

Tingkatkan Ekspor Sumut, Balitbang dan DRD Gelar Diskusi

Published

on

Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara. [Foto: dok/Balitbang Provsu]

Geosiar.com, Medan – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) menggelar diskusi untuk membahas strategi peningkatan ekspor Sumut di Aula Balitbang Provsu Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (29/1/2020). Diskusi ini juga dihadiri Dewan Riset Daerah (DRD) Sumut dan fungsional peneliti dilingkungan OPD Balitbang Provsu.

Mengawali diskusi, Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sektor Publik DRDSU, Prof Dr Sya’ad Afifudin Sembiring SE MSc didampingi anggota bidang ekonomi yaitu Dr Azizul Kholis SE MSi CMA CSRS, Dr Saparudin Siregar SE Ak CA MA SAS dan Solahudin Nasution SE MSP, memaparkan kondisi neraca perdagangan Provsu sejak tahun 2014- 2019.

“Melihat data statistik secara historis neraca perdagangan Provsu memang tidak pernah mengalami kenaikan secara signifikan walaupun berada dalam angka yang surplus,” tutur Prof Dr Sya’ad Afifudin saat presentasi.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ujar Sya’ad, volume ekspor berada pada angka minimal USD 5 juta dan maksimal USD 9 juta, dengan negara tujuan ekspor utama adalah USA, Tiongkok dan India dengan komoditas ekspor didominasi oleh CPO (Crude Palm Oil).

“Kondisi ini menunjukkan bahwa sebenarnya Sumut masih memiliki potensi dan peluang untuk meningkatkan volume ekspor karena masih memiliki banyak komoditas unggulan yang dapat diandalkan untuk menembus pasar ekspor seperti Karet, Kopi, Kakao, Kelapa, Ikan dan Udang, aluminium, sayur dan buah, serta produk hasil UKM lainnya,” lanjutnya.

Menurutnya, apabila Sumut ingin meningkatkan volume ekpor untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan maka banyak variabel yang perlu diperhatikan. Misalnya, meningkatkan diversifikasi pasar dengan memperbanyak kerjasama dengan pihak konsulat negara asing yang ada di Kota Medan maupun Kedutaan besar negara sahabat yang ada di Jakarta dari berbagai negara tujuan ekspor lainnya.

“Kemudian, meningkatkan diversifikasi produk unggulan sehingga terdapat keberagaman komoditas ekspor, meningkatkan kualitas dan daya saing produk untuk dapat menembus pasar ekspor di berbagai mancanegara, setidaknya dapat bersaing di pasar Asia Tenggara dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” imbuhnya.

Sya’ad berpendapat disitulah peran Provsu diperlukan sebagai pengendali, pendorong, dan pengatur regulasi untuk mendorong dan menciptakan mekanisme ekpor dari tahapan produsen, mata rantai logistik sampai terwujudkan sistem ekpor produk sumut yang baik dan bermartabat.

Melihat presentasi tersebut, para peserta diskusi tampak antusias dan sejumlah pakar terkait turut memberikan masukan untuk penyempurnaan rekomendasi Balitbang dan DRD yang akan disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara nantinya. Saran pertama disampaikan oleh Dr Budi Sinulingga MSi dan Prof Dr Johanes Tarigan.

“Jika ingin menembus pasar ekspor maka penting untuk membuat sistem promosi. Misalnya dengan mengikuti pameran di berbagai negara. Namun pameran yang diikuti harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan bukan berbasis pada event semata,” ujar kedua orang itu.

Selanjutnya, masukan juga diberikan oleh anggota DRD bidang pertanian, Prof Mhd Asa’ad. “Berkenaan dengan peningkatan kapasitas produksi produk yang akan diekspor khususnya pada produk hasil pertanian dengan merumuskan keterpaduan program seluruh OPD yang terlibat dalam upaya peningkatan ekspor Sumut,” ucapnya.

Kepala Balitbang Provsu Ir H Irman MSi memastikan, seluruh masukan yang dipaparkan para peserta diskusi akan diformulasikan dalam bentukan rekomendasi kebijakan (Policy brief) kepada Gubsu.

“Persoalan ini merupakan masalah aktual dan sangat besar kontribusinya untuk penguatan ekonomi Sumut, apalagi dengan ketersediaan KEK Sei Mangkei, Kawasan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan perluasan pelabuhan Belawan sangat menguntungkan secara manajemen logistik bagi Sumut untuk mempercepat dan mempermudah pergerakan arus barang untuk diekspor,” katanya pada sesi akhir diskusi. (zan/okemedan)

Continue Reading

Sumut

Gubsu Terima Audiensi Mahasiswa Katolik: Pemuda Harus Tampil Kreatif dan Inovatif

Published

on

Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, menerima audiensi Komisariat Daerah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sumatra Bagian Utara (Sumbagut)

Geosiar.com, Medan – Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, menerima audiensi Komisariat Daerah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Audiensi dilakukan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (28/01/2020).

Tak sendiri, Gubsu didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Baharuddin Siagian, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Anthony Siahaan dannKepala Biro Perekonomian, Ernita Bangun.

Sementara Komda PMKRI Sumut dipimpin oleh Komisaris, Parno Mahulae dan fungsionaris serta mantan Pengurus Pusat PMKRI, Julwanri Munthe.

Menurut pantauan, mereka tampak berdialog dan berdiskusi dalam suasana keakraban.

Gubsu Edy berpesan agar pemuda dapat tampil kreatif serta inovatif. “Saat ini jaman membutuhkan hal itu. Karena itu pula, kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dari para pemuda, mau tak mau harus ditingkatkan.”

Tak hanya itu, Edy juga berharap agar organisasi pemuda atau mahasiswa seperti PMKRI, tidak memandang sesuatu dari satu sudut pandang saja, namun harus dilihat secara objektif.

“Nasib negara ini ada di pundak Anda. Jangan mau dibawa ke sana-ke sini untuk kepentingan segelintir orang,” pesan Edy.

Parno Mahulae sebelumnya mengatakan, maksud dan tujuan pertemuan itu guna bersilaturahmi. Disampaikan juga bahwa PMKRI Sumut bakal mengikuti Kongres Nasional di Ambon, Maluku pada Februari 2020.

“Kita harap Pak Gubernur dapat memperhatikan pemuda-pemudi dan PMKRI agar kita dapat kreatif dan mengeluarkan gagasan untuk Sumut yang lebih maju. Kita memerlukan gagasan persatuan,” ungkap Parno.

Continue Reading

Sumut

Korwil PMPHI: Ketua KPK Firli Petarung Tulen, Bakal Habisi Koruptor

Published

on

Korwil PMPHI Sumatera Utara (Sumut) Drs Gandi Parapat. [Foto: dok/Geosiar.com]

Geosiar.com, Medan – Korwil PMPHI Sumatera Utara (Sumut) Drs Gandi Parapat mengatakan, kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah baik, bahkan Ketua KPK Firli dinilai sebagai petarung tulen lantaran baru berkisar 21 hari bertugas sudah menetapkan 22 orang tersangka. Begitupun masih banyak suara sumbang, KPK yang diketuai Firli dinilai tidak bertaji atau tidak punya kemampuan.

“Banyak yang mencelah ada juga dari mantan ketua KPK mengejek kinerja Pak Firli yang mempertontonkan ‘simbol memasak nasi goreng’, seharusnya tidak perlu dicela,” tegas Gandi menjawab Geosiar.com di Medan, Rabu (29/1/2020).

Menurut Gandi, Firli akan serius menangkap para koruptor, seharusnya kita memberi semangat dan memberi angkat jempol biar lebih berani menghabiskan korupsi di Indonesia. “Mari kita beri semangat, beri informasi ke KPK pasti kinerjanya semakin bagus. Masalah dengan PDIP dan KPU, kami yakin KPK yang dipimpin Pak Firli pasti akan tuntas sesuai pengharapan Undang-undang,” tegas Gandi.

Sekilas, kata Gandi, perlu diketahui latar belakang atau bagaimana perjuangan Pak Firli sejak SD, SMP, SMA sampai menjabat di Polri. Semua diraih dari prestasi demi prestasi, kecuali Pak Firli lahir di kota dan dari keluarga yang terpandang dan kaya yang meraih sesuatu itu mudah. “Prestasi atau keberanian orang yang diawali dari nol, biasanya jauh lebih berani dari pada orang yang gampang meraih sesuatu karena sudah lengkap fasilitas,” katanya.

Gandi menduga, Firli dari semenjak seleksi sampai sekarang mendapat tantangan yang sangat berat dan bahkan ada yang ingin membunuh karir dan menjatuhkannya.

“Dalam hal tersebut kami sempat berpikiran bahwa Pak Firli itu tidak layak menduduki jabatan apalagi menjadi Ketua KPK. Namun setelah kami pelajari perjuangan ataupun sepak terjangnya, Firli itu orang yang tidak mau menyerah dan tidak takut menghadapi tantangan, dia petarung tulen. Rintangan, tantangan dia lewati dengan tekun walaupun mengalami kegagalan, tapi dia tidak mau menyerah. Dulunya sama melamar dengan Pak Tito, tapi Pak Tito lulus sedangkan Pak Firli gagal. Tapi kegagalan itu menjadi guru membuat dia lulus,” jelas Gandi.

Dari perjuangannya, lanjut Gandi, dapat disimpulkan bahwa Firli harus perlu dicontoh dan ditiru generasi muda, sebelum dilantik menjadi ketua KPK banyak hujatan. “Tapi sebenarnya, saya menilai Pak Firli lebih layak menjadi Kapolri menggantikan Pak Tito,” imbuhnya. (X1)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com