Connect with us

Sumut

Warga Hakimi Pencuri Lembu di Langkat

Published

on

Ilustrasi pencurian lembu.

Geosiar.com, Binjai – Seorang pelaku pencuri lembu diamuk massa yang merupakan warga Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Setelah berhasil menangkap pelaku, massa kemudian menghakiminya.

Peristiwa itu dibenarkan Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting. Siswanto menyebut peristiwa itu terjadi dini hari tadi.

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, dimana warga mengamankan terlapor Wira Sitepu dan kawan-kawan warga Jalan Aman Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat,” tutur Siswanto di Binjai, Senin (22/7/2019).

Berdasarkan keterangan korban Buhari, warga Pasar IV Dusun Sencaki Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, pencurian itu terjadi ketika dirinya bersama saksi Yatiman, Agus Andika dan Suparno, sedang menonton televisi di rumahnya.

Kemudian, korban melihat ada cahaya berasal dari belakang rumahnya, tepat di kandang lembu. Lantas korban segera menuju kandang lembu dan melihat ada seorang yang sedang menarik tali lembu miliknya.

“Korban langsung berteriak maling-maling dan akhirnya pelaku lari, namun berhasil ditangkap oleh korban dan masyarakat sekitar,” jelas Siswanto.

Lebih lanjut, korban menanyakan identitas pelaku dan mengetahui nama pelaku Wira Sitepu. Selanjutnya, mereka melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian.

Mendengar laporan tersebut, Unit Reskrim yang dipimpin Kanitres Iptu Saleh Andre Siregar SH segera menuju lokasi kejadian (TKP). Saat itu, pelaku sudah dikerumuni massa dengan keadaan mengenaskan.

“Pada saat pelaku diamankan dari masa kondisi pelaku sudah luka luka, kepala bocor harus di jahit sebanyak empat jahitan, muka dan bibir lebam, kaki dan tangan luka robek,” Jelasnya.

Setibanya di lokasi, aparat pun langsung mengamankan pelaku untuk segera dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan medis.

Sumut

Polisi Periksa Intensif 4 Orang Terkait Kematian Hakim Jamaluddin

Published

on

Jamaluddin ditemukan tewas di mobil dekat jurang di Dusun II Namo Rindang, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2019). [Foto: dok. Geosiar.com]

Geosiar.com, Medan – Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi terkait kasus pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. Dari 22 saksi, empat orang diantaranya masih diperiksa secara intensif.

“Totalnya ada 22 saksi. Namun, empat orang di antaranya kita interogasi lebih jauh. Jadi masih sifatnya interogasi dan pendalaman,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada awak media di Emerald Hotel Medan, Kamis (5/12/2019).

Tatan mengatakan bahwa keterangan dari keempat orang itu akan mengarah ke petunjuk pengungkapan kasus pembunuhan mendiang Jamaluddin. Dia memastikan Polda Sumut dan Reskrim Polrestabes Medan akan bekerja ekstra guna mengungkap perkara ini.

“Data dan keterangan yang kita ambil dari empat orang ini sebagai bahan untuk mengungkapkan kasus ini. Pihak Polda dan Reskrim Polrestabes Medan terus bekerja ekstra,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap fakta bahwa korban diperkirakan meninggal dunia 12 sampai 20 jam sebelum ditemukan. Hal itu diketahui dari hasil uji laboratorium forensik terhadap korban. Penyelidikan pun dikatakan sudah mengarah kepada pelaku yang diduga merupakan ‘orang dekat’ korban.

Continue Reading

Sumut

Geopark Kaldera Toba Resmi Masuk UNESCO September 2020

Published

on

The Kaldera Toba Nomadic Escape, Toba Samosir, Sumatera Utara.

Geosiar.com, Medan – Geopark Kaldera Toba resmi masuk UNESCO Global Geopark setelah menerima sertifikat pada September 2020 mendatang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara, Ria Novida Telaumbanua.

“Pada September tahun 2020 di Jeju Korea Selatan, kita akan menerima sertifikat UNESCO Global Geopark,” kata Ria Telaumbanua dalam jumpa pers Festival Danau Toba (FDT) 2019 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (5/12/2019).

Sertifikat itu, lanjut Ria, akan menandai resminya Geopark Kaldera Toba masuk dalam keanggotaan UNESCO Global Geopark atau badan warisan dunia. Gelaran FDT 2019 bertemakan “Inspiring Danau Toba” pun disebutnya sebagai persiapan untuk menerima sertifikat UNESCO Global Geopark.

“Selain sebagai bagian dari pengembangan Danau Toba, FDT 2019 juga untuk kesiapan Sumut umumnya dan kawasan Danau Toba Sumut khususnya untuk menerima sertifikat UNESCO,” jelasnya.

Sebelumnya, Geopark Kaldera Toba disebut-sebut akan menerima sertifikat keanggotaan UNESCO Global Geopark pada April 2020. Namun dengan adanya keterangan ini, dipastikan salah satu ikon pariwisata di Sumatera Utara itu akan resmi menjadi warisan dunia pada September 2020.

Sebagai informasi, Geopark Kaldera Toba meliputi tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba, yaitu Samosir, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi dan Karo.

Geopark Kaldera Toba ini terdiri dari 16 geosite, yaitu Geosite Sipisopiso-Tongging (Kabupaten Karo), Geosite Silalahi-Sabungan (Kabupaten Dairi), Geosite Haranggaol (Kabupaten Simalungun), Geosite Sibaganding (Kabupaten Simalungun), Geosite Taman Eden (Kabupaten Toba Samosir), Geosite Batu Basiha-TB Silalahi Balige (Kabupaten Toba Samosir).

Kemudian, Geosite Situmurun (Kabupaten Toba Samosir), Geosite Hutaginjang (Kabupaten Tapanuli Utara), Geosite Muara Sibandang (Kabupaten Tapanuli Utara), Geosite Sipincur (Kabupaten Humbang Hasundutan), Geosite Bakara-Tipang (Kabupaten Humbang Hasundutan), Geosite Tele (Kabupaten Samosir).

Lalu, Geosite Pusukbuhit (Kabupaten Samosir), Geosite Hutatinggi Sodihoni (Kabupaten Samosir), Geosite Ambarita-Tuktuk-Tomok (Kabupaten Samosir), dan Geosite Danau (pemersatu seluruh kabupaten sekawasan Danau Toba).

Continue Reading

Sumut

Kehadiran Bobby Nasution Disebut Bikin Cawalkot Lain Putus Asa

Published

on

Bobby Nasution menyerahkan berkas pendaftaran di kantor DPD PDIP Sumatera Utara, Selasa (3/12/2019). (Foto: Budi Warsito/detikcom)

Geosiar.com, Medan – Kehadiran Bobby Nasution di Pemilihan Kepala Daerah Medan 2020 disebut membuat bakal calon wali kota lain putus asa. Hal itu disampaikan oleh seorang pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Fernanda Putra Adela.

“Kehadiran Bobby Nasution membuat bakal cawalkot lain ‘putus asa’ untuk terus maju ke bursa calon wali kota,” tutur Fernanda Putra Adela dikutip dari detik.com, Kamis (5/12/2019).

Menurutnya, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dipinang partai politik (parpol) selain PDIP. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dirinya memprediksi Pilwalkot Medan 2020 sepi peminat.

“Bobby memiliki magnet untuk dipinang oleh partai politik selain PDI Perjuangan, walaupun PDI Perjuangan tanpa koalisi pun sudah bisa mencalonkan Bobby,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia juga memprediksi Pilwalkot Medan 2020 kemungkinan besar hanya akan diikuti oleh 2 pasangan calon, yang berasal dari koalisi parpol yang masing-masing dipimpin oleh PDIP dan Gerindra.

“Apabila terbentuk koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra sebagai parpol utama yang mengusung kandidat, maka kemungkinan besar partai-partai lain akan ikut di dalam barisan koalisi dan kemungkinan besar, Pilkada Medan akan diikuti paling banyak 2 pasangan calon,” lanjutnya.

Atau kemungkinan penantang Bobby nantinya merupakan calon perseorangan alias jalur independen. Fernanda mengatakan hal itu bisa terjadi bila semua partai berbondong-bondong mengusung Bobby.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com