Connect with us

Ekonomi

Harga Cabai Masih Terus Melonjak

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Ditengah-tengah tren penurunan sejumlah harga pangan, harga cabai malah melonjak. Harga cabai rawit merah meningkat 2,61 persen atau Rp1.750 per kilogram (Kg) menjadi rata-rata Rp68.750 per Kg pada Senin (22/7/2019).

Begitu pula harga cabai rawit hijau yang naik lebih tinggi lagi, yakni sebesar 4,91 persen atau Rp2.850 per Kg menjadi Rp60.850 per Kg.

Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan harga cabai rawit tidak merata. Di beberapa kota, misalnya Jambi, Pekanbaru, dan Ambon, harga cabai rawit merah dibanderol lebih dari Rp80 ribu-Rp85 ribu per Kg.

Akan tetapi di kota lainnya, harga cabai rawit merah masih bertahan di posisi Rp28.750 per Kg. Seperti di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk harga cabai rawit hijau kenaikannya paling terasa di Ambon, yaitu dari Rp43.500 per Kg pada pekan lalu, menjadi Rp55 ribu per Kg pada awal pekan ini. Di Gorontalo, kenaikannya tembus Rp17 ribu per Kg dari Rp37.150 jadi Rp54.150 per Kg.

Walaupun begitu, harga cabai rawit hijau juga terpantau sedikit demi sedikit menurun di sejumlah wilayah lainnya, seperti Aceh, Riau, Jambi, dan Lampung.

Tak hanya harga cabai, kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih, telur ayam, gula pasir premium, dan minyak goreng kemasan. Bawang putih tercatat naik 1,76 persen jadi Rp37.650 per Kg, dan telur ayam ras segar naik 1,82 persen menjadi Rp25.200 per Kg.

Selanjutnya gula pasir premium meningkat 1,67 persen menjadi Rp15.250 per Kg dan minyak goreng kemasan naik tipis 0,73 persen jadi Rp13.800 per Kg.

Sementara harga bahan pangan lainnya tampak turun dan relatif stabil. Antara lain beras, daging ayam ras segar, daging sapi, bawang merah ukuran sedang, cabai merah besar, cabai merah keriting, minyak goreng curah, hingga gula pasir.

Ekonomi

Diawal Pekan, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 749.000/Gram

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Di awal pekan ini, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau antam melambung dibandingkan akhir pekan lalu.

Dilansir dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam pada Senin (12/8/2019) berada di posisi Rp 749.000. Hal tersebut berarti naik RP 2.000 dibandingkan Sabtu (10/8/2019) lalu di harga Rp 747.000 per dollar AS.

Sedangkan harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam yakni Rp 677.000 per gram atau naik Rp 3.000 dibandingkan sebelumnya.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi.

Tiap pembelian emas batangan turut disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berikut ini harga emas Antam dan sudah termasuk pajak.
0,5 gram: Rp 399.000
1 gram: Rp 749.000
5 gram: Rp 3.565.000
10 gram: Rp 7.065.000
25 gram: Rp 17.555.000
50 gram: Rp 35.035.000
100 gram: Rp 70.000.000
250 gram: Rp 174.750.000
500 gram: Rp 349.300.000
1.000 gram: Rp 698.600.000

Continue Reading

Ekonomi

Mulai Besok Tarif Ojek Online Naik di 88 Kota

Published

on

ILUSTRASI

Geosiar.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan kembali mengumumkan kenaikan tarif ojek online (ojol) di 88 kota yang mulai diberlakukan besok, 9 Agustus 2019 pukul 00.00 WIB.

“Tanggal 9 Agustus akan mulai diterapkan tarif baru ojek online di 88 kota tambahan di Zona I dan Zona III dari pukul 00.00 WIB,” ujar Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani, di kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Sebelumnya, Kemenhub menerapkan kenaikan tarif ojek di 45 daerah sesuai Keputusan Menteri Perhubungan 348 Tahun 2019 diterbitkan pada 1 Mei 2019. Dengan demikian, kenaikan tarif ojol sudah berlaku di 80 persen daerah operasional Gojek dan Grab, dengan total 123 kota.

“Dengan begitu, berarti kenaikan tarif ojek online saat ini sudah berlaku di 80 persen kota daerah operasional Gojek dan Grab. Maka totalnya sudah 123 kota yang diberlakukan tarif baru,” lanjut Ahmad Yani.

Sejauh ini, Gojek sudah memiliki layanan ojol di 221 kota, dengan demikian tersisa 98 kota yang belum memberlakukan tarif baru. Sementara, Grab telah memiliki layanan ojol di 224 kota, dengan sisa 101 kota yang belum memberlakukan tarif baru.

Berikut ini kota dan kabupaten yang terdampak kenaikan tarif ojek online mulai besok:

1. Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Kota Sabang, Bukitinggi, Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Padang Panjang, Payakumbuah, Duri Riau, Bengkalis, Tanjung Pinang, Jambi, Muaro Jambi, Kisaran Medan, Asahan, Karo, Toba Samosir, Tanjung Balai, Padangsidempuan, Padabng Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Simalungun.

Kemudian, Kota Tebing Tinggi, Rantau Prapat, Labuan Batu, Batang, Cilacap, Kebumen Banyumas, Brebes, Purworejo, Pekalongan Kota, Pekalongan Kabupaten, Pemalang, Bajarnegara, Purbalingga, Salatiga, Banyuwangi, Banjarnegara, Bondowoso, Jombang, Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Madiun.

Selanjutnya, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Mojokerto, Mojokerto Kota, Serang, Lebak, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kuningan, Majalengka, Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Sukabumi, Kabupaten Sukabuki, Cianjur, Purwakarta, Sumedang, Ciamis, Pangandaran, Kota Banjar, Kota Malang, Kabupaten Malang, Batu, Tegal, Kabupaten Tegal, Demak, Kendal, Pati, dan Jepara.

Kisaran tarif Rp1.850-Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

2. Zona II: Jabodetabek (kenaikan sudah diberlakukan sebelumnya) dengan kisaran tarif Rp2.000-Rp2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-Rp 10.000.

3. Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya): Bitung, Tomohon, Paropo, Tarakan, Ternate, Sorong, Kabupaten Merauke, Kota Parepare. Kisaran tarif Rp 2.100-2.600 dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

Continue Reading

Ekonomi

PLN Batal Pangkas Gaji Pegawai, Bayar Kompensasi dengan Dana Internal

Published

on

ILUSTRASI

Geosiar.com, Jakarta – PT PLN (Persero) menegaskan tidak akan memotong gaji pegawai untuk membayar kompensasi listrik padam yang terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek, sebagian Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah pada Minggu (4/8) lalu.

Hal ini disampaikan oleh Direktur PLN Regional Jawa Barat, Haryanto WS, dengan mengatakan bahwa manajemen PLN tidak akan memangkas gaji pegawainya.

“Tidak. Jadi saya perlu luruskan tidak ada niatan atau pun statement yang mengatakan akan ada pemotongan dari gaji pegawai,” tutur Haryanto di PLTD Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Haryanto mengatakan, manajemen PLN akan menggunakan dana internal perusahaan untuk membayar kompensasi ke pelanggan. Ia menegaskan bahwa wacana pembayaran kompensasi menggunakan dana dari pemotongan gaji pegawai tidak benar.

“Saya sampaikan kita akan menggunakan dana internal PLN. Jadi saya perlu luruskan tidak ada niatan atau pun statement yang mengatakan akan ada pemotongan dari gaji pegawai,” lanjutnya.

Wacana pemotongan gaji pegawai terkait kompensasi itu sebelumnya disampaikan oleh Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Raharjo Abumanan pada Selasa, 6 Agustus 2019.

“(Keuangan minus dong?) Iya, makanya harus hemat lagi nanti, gaji pegawai kurangi,” tutur Djoko di DPR Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Pernyataan itu pun sontak menjadi perdebatan panas di kalangan Serikat Pekerja PT PLN (Persero) yang jelas merasa keberatan atas wacana tersebut. Mereka justru meminta direksi bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com