Connect with us

Sumut

Golkar Sumut Kalah, Doli Kurnia Tanjung Harus Kembalikan Plt Ketua Kepada DPP

Published

on

Kader Golkar Sumut Edi Azhar Nasution, ST (Geosiar.com/WH)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Gagalnya Golkar Sumatera Utara (Sumut) mempertahankan peringkat pertama partai pemenang Pemilu tahun 2019 harus menjadi tanggung jawab Doli Kurnia Tanjung selaku Plt. Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Demikian disampaikan Kader Senior Golkar Edi Azhar Nasution.

Menurut Edi, dari awal ketika Doli menjadi Plt. Ketua Golkar Sumut, dirinya sudah melihat gaya kepemimpinan yang tidak baik. Hanya orang orang yang diuntungkan saja yang memuji gaya Doli.

Ternyata kekhawatiran Golkar akan kalah di Sumut terbukti. Hal ini karena gaya tangan besi Doli di Sumut menjadikan kader Golkar tidak solid untuk meraih kemenangan. Contohnya adanya pemaksaan Musda Golkar Kota Tebing Tinggi yang akhirnya para Caleg mengundurkan diri hingga Golkar turun satu kursi. Begitu juga dengan pemecatan Ketua Golkar Batubara dan Tapanuli Tengah yang berakibat Golkar kalah didua kabupaten.

Sebelum dilakukan Musda Golkar Sumut, Doli seharusnya sudah menyerahkan jabatan Plt. Ketua Golkar Sumut ke DPP untuk dilakukan penggantian sebagai bentuk pertanggungjawaban gagalnya Partai Golkar mempertahankan kemenangan di Sumut,

“Apalagi segera akan dilaksanakan Munas Partai Golkar, kita tidak mau Doli akan menggunakan tangan besi untuk memaksa para ketua DPD Golkar se-Sumut memenangkan salah satu kandidat, saya sudah bicara dengan rekan rekan di kabupaten kota lainnya dan senada sependapat supaya Doli tau diri untuk mengembalikan jabatan Plt. Ketua Golkar Sumut ke DPP untuk menunjuk Plt Ketua yang baru sebelum Munas,” jelasnya.

“Golkar Sumut tidak berhak mengklaim turut memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin,  karena hanya beberapa Caleg saja yang berani terang-terangan mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, nyata nyata juga Doli Kurnia mundur dari TKD Sumut,” tutup Edi.

Sumut

Bentrok Lagi, Satu Mahasiswa Nommensen Tewas

Published

on

Ilustrasi tawuran mahasiswa HKBP Nommensen. [Foto: ANTARA]

Geosiar.com, Medan – Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan kembali terlibat tawuran, Jumat (22/11/2019) sore. Kali ini, tawuran terjadi antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan mahasiswa dari Fakultas Teknik. Akibatnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, peristiwa ini berawal dari permainan futsal yang dilakukan antara dua fakultas tersebut. Jalannya pertandingan diduga tidak baik sehingga menimbulkan cekcok berujung bentrok. Akibatnya, satu orang dinyatakan tewas dan satu lagi terluka.

“Peristiwa berawal dari permainan futsal. Satu tewas masih diidentifikasi. Satu lagi masih dirawat karena mengalami luka bacok di kepala,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, Jumat (22/11/2019). 

Kendati demikian, Dadang belum merinci siapa saja mahasiswa yang terlibat. Dia hanya mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Untuk itu, ia mengimbau agar semua pihak dapat menahan diri dan meredakan situasi, baik dari civitas akademik maupun fakultas.

“Masih dilakukan penyelidikan. Kita berharap nanti rektor, mahasiswa dan aparat bersama menyelesaikan masalah ini. Mereka yang berbuat harus bertanggung jawab,” pungkasnya.

Atas kejadian ini, petugas dari Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur diturunkan ke lokasi kejadian untuk meredam bentrokan dan memperketat penjagaan guna mengantisipasi terjadinya tawuran susulan.

Continue Reading

Sumut

Akhyar Nasution Apresiasi Rencana Pelaksanaan Natal Pemko Medan 2019

Published

on

Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi saat menerima audiensi Panitia Natal Pemko Medan di Balai Kota Medan, Kamis (21/11/2019). [Foto: dok. Pemko Medan]

Geosiar.com, Medan – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengapresiasi rencana pelaksanaan perayaan Natal Pemko Medan Tahun 2019 yang akan digelar di gedung TD Pardede Hall pada 10 Desember mendatang. Hal itu diungkapnya saat menerima audiensi Panitia Natal Pemko Medan di Balai Kota Medan, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, Kota Medan merupakan kota metropolitan yang multikultural. Artinya, semua agama dapat merayakan dan mengekspresikan kepercayaannya masing-masing dengan aman dan nyaman.

“Siapapun berhak merayakan hari besar keagamaan dan kepercayaannya masing-masing. Medan adalah rumah kita. Artinya kita semua adalah keluarga besar yang terhimpun dalam satu rumah besar yakni Kota Medan. Harmonisasi dan kerukunan senantiasa dapat tercipta selama kita semua saling menghargai,” ujar Akhyar.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Lebih jauh, ia juga mengapresiasi rencana panitia yang akan membagikan 1.200 tumbler (botol air minum isi ulang) secara gratis kepada jemaat yang hadir. Menurutnya, hal ini selaras dengan fokus Pemko Medan yang tengah gencar menyosialisasikan pengurangan penggunaan plastik dalam aktifitas sehari-hari sebagai upaya untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Kota Medan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Kita semua tentu mengetahui bahwa masalah sampah masih jadi masalah klasik yang kita hadapi, terutama sampah plastik. Oleh karenanya, rencana pembagian tumbler tersebut tentu sangat baik apalagi diberikan pada saat Natal di mana banyak jemaat yang hadir nantinya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua panitia natal Pemko Medan, Dra. Hannalore Simanjuntak, M.IP manyampaikan bahwa perayaan natal kali ini diperkiran akan dihadiri sekitar 5000 orang. Karena itu, panitia berharap agar Plt Wali Kota Medan juga bisa hadir dalam perayaan keagamaan Kristen tersebut.

“Karena itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kehadiran bapak Plt wali kota Medan untuk bersama kami merayakan natal ini,” pinta Hannalore dalam audiensinya.

Menurut keterangan panitia, perayaan natal ini nantinya akan diisi dengan kebaktian, paduan suara, serta hiburan dari artis ibukota Judika. Selain persiapan pelaksanaan natal Pemko Medan tahun 2019, dalam audiensi ini juga diserahkan draft kepengurusan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Daerah (LP3KD) Kota Medan kepada Plt Wali Kota Medan.

Continue Reading

Sumut

14 Bangkai Babi Kembali Ditemukan dalam Parit di Tebingtinggi

Published

on

Bangkai babi yang ditemukan di Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Jumat (22/11/2019). [Foto: ahs/Geosiar.com]

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Sehari pasca inspeksi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi terhadap para peternak babi, sudah ditemukan lagi 14 ekor bangkai babi yang membusuk di dalam parit, Jumat (22/11/2019).

Parahnya lagi, babi yang ditemukan membusuk dalam parit itu, masih sangat dekat dengan lingkungan warga di Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

Mendapat informasi itu, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi bangkai babi dan langsung menguburnya. Diketahui, ada 14 ekor babi yang ditemukan membusuk oleh petugas.

“Iya, benar. Petugas sedang turun untuk melakukan tindak terhadap bangkai babi,” ujar Kadis Satpol PP Kota Tebing Tinggi melalui Sekretaris, JB Hutapean kepada Geosiar.com, Jumat (22/11/2019).

Kemarin, 22 November 2019, Kadis Pertanian dan Ketahanan Marimbun Marpaung, melakukan sidak ke peternakan babi di Kota Tebing Tinggi. Sidak itu juga dihadiri Kadis Komunikasi dan Informatika Dedi Parulian Siagian, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wahid Sitorus, Kabag Humas Abdul Halim Purba, dan Dinas Lingkungan Hidup. (ahs)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com