Connect with us

Sumut

Kecelakaan Maut Tebing Tinggi, 2 Pengendara Septor Tewas di Tempat

Published

on

Petugas Unit Laka Polres Tebing Tinggi melakukan olah TKP, Minggu (21/7/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Dua orang pengendara sepeda motor (septor) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tebing Tinggi, Bandar Khalifah, tepatnya di depan PKS Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai, Minggu (21/7/2019) sekitar pukul 00.15 WIB.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi, AKP Enda Iwan Iskandar SH, melalui Kanit Laka Lantas, Aiptu K Napitupulu, saat dikonfirmasi Geosiar.com membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut. 

“Kecelakaan terjadi antara pengendara septor Satria FU tanpa TNKB kontra septor Yamaha Vega tanpa TNKB,” tutur Napitupulu.

Adapun identitas kedua pengendara tersebut masing-masing, yakni Mulia Atmaja (17) warga Dusun V Desa PayabPasir, Kecamatan Tebing Syahbandar dan Zainuddin (16) warga Dusun IV Akasia Desa Pekan Bandar Khalifah, Kecamatan Bandar Khalifah.

“Korban Mulia meninggal dunia di TKP akibat mengalami luka berat dibagian kepala, kemudian di bawa ke RS Chevani. Sedangkan korban Zainuddin juga mengalami luka berat dan tewas di tempat. Lalu di bawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi,” lanjut Napitupulu.

Selain kedua korban tewas, ada satu orang penumpang yang dibonceng korban Mulia bernama Khairul Amal (19) warga Dusun V Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, mengalami luka robek di bagian wajah. Saat ini Khairul menjalani perawatan medis di RS Chevani Tebing Tinggi.

“Sebelum terjadi kecelakaan, pengendara septor Satria [Mulia Atmaja] melaju dengan kecepatan tinggi, datang dari arah Bandar Khalifah menuju arah Tebing Tinggi. Setibanya di TKP, Mulia tiba-tiba melaju ke arah kanan jalan dan pada saat bersamaan datang pengendara septor Yamaha [Zainuddin] dari arah berlawanan, sehingga kecelakaan tak terelak,” jelas Napitupulu.

“Akibatnya, bagian depan dari septor Satria menghantam bagian depan dari septor Yamaha di badan jalan jalur sebelah kiri arah Tebing Tinggi menuju arah Bandar Khalifah.” tandasnya.

Lebih lanjut, Napitupulu menyebut kerugian material diperkirakan sekitar Rp 2 juta. Saat ini, barang bukti berupa dua unit septor sudah diamankan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi.(WH)

Sumut

Dirut PD Pasar Bersama MUI Kampanyekan Ikan di Medan Nyaman Dikomsumsi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya gelar makan ikan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para pedagang di pusat pasar, Sabtu (16/11/2019). Pada Kesempatan itu Rusdi Sinuraya didamping Didampingi Sekretaris LPPOM MUI Medan, Muhammad Basri memastikan ikan di Medan aman dan halal dikomsumsi dan tidak terkontaminasi virus kolera babi.

Kampanye makan ikan bersama untuk menjawab kekuatiran warga mengkonsumsi ikan aman tidak terkontaminasi virus sehubungan ditemukannya bangkai hewan Babi di aliran sungai di kota Medan.

“Masyarakat jangan kuatir, ikan di Medan nyaman untuk di komsumsi,” ujar Rusdi Sinuraya seraya menjelaskan akibat ditemukannya bangkai Babi di sungai Belawan bukan berarti ikan di laut terkontaminasi virus.

Disampaikan Rusdi, pasokan ikan yang ada di kota Medan didatangkan dari laut Aceh, Tanjungbalai, Sibolga, Danau Toba dan jauh dari bibir pantai. Jalur distribusinya dikirim malam dan paginya tiba di Medan dijual ke masyarakat.

Adapun digelarnya acara makan ikan bersama terkait menurunnya daya beli masyarakat Medan terhadap ikan laut. Akibatnya, dalam sepekan terakhir ini para pedagang ikan mengeluh karena omset mereka menurun hingga 80 persen.

Kondisi itu menurut Rusdi sangat memprihatinkan bagi para pedagang bahkan berdampak bagi pendapatan PD Pasar. Untuk itu lah, kata Rusdi dilakukan makan bersama ikan menunjukkan ikan nyaman dan halal dikonsumsi.

“Keluhan pedagang kita respon, bersama LPPOM MUI Medan kita berikan penjelasan agar masyarakat tidak lagi was was mengkonsumsi ikan,” terang Rusdi.

Dijelaskan lagi, sejauh ini belum ada ditemukan dampaknya kepada manusia yang mengkomsumsi ikan laut maupun sungai.

Sebelumnya, sekretaris LPPOM MUI Kota Medan, Muhammad Basri telah menyatakan, agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk memakan ikan. Ikan halal untuk dikonsumsi dan menyehatkan. Lagi pula, ikannya dari tengah laut dan jauh dari bibir pantai. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Jumlah Babi Mati Bertambah Terus, Azhar: Inilah Lagi Kita Cegah

Published

on

Selain dibuang ke sungai, bangkai babi ditemukan dibuang di pinggir jalan (Antaranews.com)

Geosiar.com, Medan – Jumlah ternak babi di Sumatera Utara (Sumut) yang mati mendadak akibat diserang hog cholera semakin bertambah. Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap menilai hal itu bukanlah suatu keheranan.

Seperti diketahui, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan babi yang terserang virus hog kolera tersebut. Efektifnya untuk mengatasi virus itu, menurut Azhar, masih hanya dapat diatasi lewat langkah pencegahan dan pengendalian.

“Wabah mana bisa distop begitu, karena hog kolera itu belum ada obatnya, hanya pencegahan dan pengendalian saja,” kata Azhar Harahap kepada awak media, Sabtu (16/11/2019).

Unutk pencegahan dan pengendalian itu, lanjut Azhar, pihaknya memberangkatkan 17 tim ke kabupaten/kota. Ada sebanyak 17 tim yang dikirim ke kabupaten/kota.

“Sudah berangkat tadi. Jadi kita bekerja terus untuk kabupaten/kota,” kata Azhar.

Tidak hanya provinsi, lanjut Azhar, kabupaten/kota juga bekerja mencegah dan mengendalikan. “Semua proaktif kok. Fokus kita pencegahan dan pengendalian segera, serta penguburan yang mati biar nggak mencemari lingkungan,” lanjutnya.

Azhar menangkis apabila disebutkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang dibentuk Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi tidak bekerja. Tim URC maupun kabupaten/kota menurutnya serius dalam pencegahan dan pengendalian virus babi melanjutkan tindakan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Termasuk dalam hal pelarangan pembuangan bangkai babi ke sembarang tempat, menurut Azhar sudah tegas dilaksanakan tim di setiap kabupaten.

Continue Reading

Sumut

RS Bhayangkara Medan Dijaga Ketat Jelang Kedatangan 2 Jenazah Terduga Teroris

Published

on

Jelang Kedatangan 2 Jenazah Teroris, Penjagaan RS Bhayangkara Medan Diperketat (detik.com)

Geosiar.com, Sumut – Dua terduga teroris ditembak mati dalam penggerebekan yang dilakukan oleh tim Densus 88 Mabes Polri di Hamparan Perak, Deliserdang, Sumut. Kini Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan tengah dijaga ketat jelang kedatangan dua jasad terduga teroris tersebut.

Menurut pantauan pada Sabtu (16/11/2019) sekitar pukul 13.46 WIB, Rumah Sakit Bhayangkara TK II, Medan tampak ramai. Petugas bersenjata lengkap bersiaga di depan gerbang masuk rumah sakit. Akan tetapi menurut informasi sementara, jasad kedua terduga teroris belum tiba di RS.

Sedangkan untuk masuk ke sana, cuma masyarakat yang berkepentingan saja diperbolehkan. Mereka mesti melewati pemeriksaan petugas, termasuk membuka setiap barang bawaan untuk diperlihatkan dan menunjukkan identitas untuk dititipkan sementara di pos penjagaan.

“Nanti kalau sudah ada perintah masuk kita persilahkan,” tutur salah satu petugas di pos penjagaan RS Bhayangkara TK II Medan kepada awak media.

Baku tembak antara Densus 88 dengan terduga teroris itu terjadi di Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (16/11/2019) pukul 11.30 WIB. Dua terduga teroris disebut meninggal dunia dan mengakibatkan satu anggota Densus 88 terluka.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com