Connect with us

Nasional

Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu 3 Bulan Tindaklanjuti Temuan TGPF

Published

on

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal bersama Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) saat konferensi pers tentang hasil investigasi TGPF kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta,Rabu (17/7/2019). (Foto: medcom.id)

Geosiar.com, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberi waktu tambahan selama 3 bulan bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menindaklanjuti hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait penyerangan Novel Baswedan.

Hal ini disampaikan Jokowi sebagai solusi dari permintaan masyarakat yang mendorong dirinya agar segera membentuk tim pencari fakta independen. Jokowi menegaskan bahwa dirirnya masih mempercayakan pengungkapan kasus Novel kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

“Ya, pertama saya ucapkan terima kasih tim pencari fakta sudah menyampaikan hasilnya dan hasil itu kan mesti ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis untuk menyasar pada dugaan-dugaan yang ada,” tutur Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Jokowi mengaku sebelumnya Kapolri sudah meminta perpanjangan waktu selama 6 bulan bagi tim teknis untuk menindaklanjuti temuan TGPF itu. Akan tetapi, Jokowi menolak lantaran 6 bulan dianggap terlalu lama. Lantas, ia memberi izin selama 3 bulan.

“Kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan. Saya beri waktu 3 bulan, saya lihat nanti hasilnya apa,” lanjutnya.

Oleh karena itu, sang Presiden meminta supaya masyarakat lebih bersabar menunggu hasil dari penyelidikan Kapolri. Sebab, Jokowi mengaku masih mempercayakan kasus ini kepada Polri.

“Jangan sedikit-sedikit lari ke saya, tugas Kapolri apa,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Kemudian, Polri membentuk TGPF untuk melakukan investigasi selama enam bulan. TGPF pun menyelesaikan masa kerjanya pada 8 Juli 2019.

Namun, tim teknis yang dipimpin Kabareskrim Komjen Idham Aziz itu belum juga berhasil menemukan titik terang pelaku penyerang Novel.

Oleh karena itu, Manajer Kampanye Amnesty Internasional Indonesia Puri Kencana Putri meminta Presiden Jokowi segera membentuk TGPF independen, didukung oleh Mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas.