Connect with us

Sumut

Kecewakan Warga, LSM ECOSOC Minta Kadis Dukcapil Sergai Dipecat

Published

on

Geosiar.com, Sergai – Ketua LSM ECOSOC Indonesia, Tua Pangaribu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) mencopot jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sergai, Fitriadi, lantaran dianggap tak mampu memberi pelayanan publik yang baik dan membiarkan pungutan liar (pungli) merajalela.

Persoalan ini bermula dari keluhan masyarakat yang hendak mengurus pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektrik (e-KTP). Pihak Dukcapil selalu berujar jika mereka kehabisan blangko.

“Sangat kecewa dengan pelayanannya [Dukcapil Sergai]. Sudah jauh datang dari Bandar Khalifah dengan naik angkot untuk mengambil KTP anak, namun langsung di tolak mentah-mentah oleh petugas berbadan kecil dengan nada ketus bilang ‘blanko KTP tidak ada’,” ujar P Sihombing (68) warga Dusun II Asrama, Desa Pakan Bandar Khalifah, Kecamatan Bandar Khalifah, Sergai kepada Geosiar.com, Rabu (17/7/2019).

Selain itu, tambah Sihombing, yang semakin membuat kesal dirinya, ketika seseorang menghampirinya dan tak segan meminta sejumlah uang senilai Rp 70 ribu demi kelancaran pembuatan e-KTP.  Padahal, pembuatan e-KTP gratis dari pemerintah.

“Saat di parkiran ada pria mengaku bisa mengurusi e-KTP anak saya tapi saya harus bayar Rp 70 ribu sementara saya tidak punya uang” keluhnya.

Senada, seorang warga dari Dolok Masihul, tak mau namanya disebut, mengaku bahwa dia mengalami nasib serupa seperti yang dialami Sihombing ketika hendak mengurus e-KTP. 

“Sudah 4 bulan melakukan perekaman di kantor camat, namun sampai saat ini e-KTP saya belum siap. Setiap saya tanya selalu jawaban dari pihak Dukcapil ‘blangko habis’. Apa memang pemerintah Sergai tidak mampu menyediakan blangko atau anggarannya tidak ada? padahal jelas telah dinyatakan bahwa mengurus kependudukan gratis, 2 jam siap, tapi nyatanya bohong. Sergai penuh dengan kebohongan,” katanya dengan nada kesal. 

Oleh karena keluhan itulah, Ketua LSM ECOSOC Indonesia, Tua Pangaribu meminta Pemkab Sergai segera menindak lanjuti persoalan yang sedang dihadapi warganya terkait pelayanan Dukcapil Sergai.

“Memang selama ini kita mengetahui dan mendengar bahwa pelayanan di Dukcapil sering mengecewakan masyarakat dengan menyampaikan bahwa ‘blangko habis’ padahal untuk penebusan blangko sudah dianggarkan dari APBD. Jadi kenapa mereka selalu menyatakan blangko habis,” imbuh Tua Pangaribuan. 

Lebih lanjut, Tua mengklaim bahwa Kadis Dukcapil tidak mampu memberikan arahan yang baik kepada pegawainya dalam pelayanan publik. Terbukti dengan adanya kutipan liar yang menyatakan bersedia membantu asal dibayar.

“Kita melihat ada permainan atau praktek pungli di lingkungan Dinas Dukcapil. Jadi saya minta Bupati untuk menindak lanjuti mungkin mencopot Kadis Dukcapil yang tak mampu memberikan pelayanan publik yang baik serta adanya pembiaran praktik pungli,” tutur Tua Pangaribuan.

Sementara itu, Kadis Dukcapil, Fitriadi belum berhasil dihubungi untuk menanyakan permasalahan ini. Saat Geosiar.com menanyakan keberadaan Kadis, salah satu pegawai dengan kasar menjawab bahwa Kadis sedang tidak berada ditempat. 

 “Tidak ada kadis di sini, blanko KTP juga tidak ada,” tutur pegawai kasar sambil menutup pintu. 

Padahal diketahui Kadis masih berada di kantornya. Saat mencoba menghubungi Kadis lewat empat nomor teleponnya, tak ada satupun nomor yang aktif.(art)