Connect with us

Nasional

DR Hinca Pandjaitan Ingatkan Presiden Fokus Berantas Narkoba

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH ACCS berpesan dan mendorong Presiden RI Joko Widodo agar fokus pemberantasan narkoba. Badan Narkotik Nasional (BNN) diharapkan menjadi ujung tombak membentengi kejahatan narkoba.

“Presiden Jokowi harus fokus mengoptimalkan pencegahan, pemberantasan dan penyalagunaan peredaran gelap narkoba (P4GN). Sudah sering negara ini hilang fokus dan hilang arah dalam menyusun strategi P4GN”, sebut Hinca Pandjaitan dalam press realisenya menyikapi dengan di tandatanganinya Perpres Nomor 47 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang BNN oleh Presiden Joko Widodo.

Disebutkan Hinca Pandjaitan yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat itu, menyikapi hal itu hanya perubahan administrasi pemerintahan saja yakni mengenai peningkatan jabatan struktural BNN dan memberikan fasilitas keuangan pada Kepala BNN menjadi setingkat menteri.

Hinca Pandjaitan menilai segala sesuatu perubahan dalam aturan bertujuan baik. Sepanjang keuangan negara mendukung untuk melakukan perubahan.

Sejatinya tambah Hinca Panjaitan (foto), untuk menjadikan BNN sebuah lembaga yang kuat dan independen adalah mimpi selaku anggota Komisi III DPR RI. Sebab, kebutuhan yang mendesak adalah “kemampuan dan kekuatan” yang bebas intervensi namun terukur yang dimiliki BNN nantinya untuk membentengi negeri ini dari kejahatan narkoba.

Ditambahkan lagi, perubahan status kelembagaan pada prinsipnya dapat diubah melalui Revisi UU Narkotika itu sendiri. “Kita nantikan saja bagaimana langkah-langkah Presiden Jokowi dalam 5 tahun mendatang menyikapi peran BNN, sesuai visi Indonesia yg kemarin disampaikan,” sebutnya.

Disesalkan Hinca, di tahun pertama Jokowi menjabat Presiden RI, semangat menggebu untuk melakukan rehabilitasi besar-besaran nyatanya tidak diikuti oleh kemampuan keuangan negara maupun minimnya SDM instansi terkait.

Untuk itu, patut diingat, kejahatan sindikat narkoba dunia adalah penyakit yang semakin hari akan semakin membusuk dan menggerogoti tubuh tubuh sehat anak bangsa. Dampaknya memang tidak terasa secara langsung, tapi akan menjadi bom waktu bagi generasi emas kita nantinya.

“Saya meminta pada Pemerintah untuk sejenak berpikir keras terhadap strategi ke depan. Permasalahan narkoba sudah menumpuk, seperti penjara yang penuh, overcowded malah, karena diisi oleh pecandu-pecandu yang seharusnya direhabilitasi. Lembaga rehabilitasi yang jumlahnya masih minim apalagi jika berbicara fasilitasnya. Ada fakta yang bikin miris kehidupan kemanusian sehari hari disana. Sungguh membutuhkan penanganan yg penting dari negara. Sekarang, bukan besok,” tegasnya.

Ditambahkan, satu hal yang juga penting agar tidak terlewatkan dan hanya menjadi seremoni kegagahan temporer adalah efektivitas dan peningkatan kualitas penjagaaan di perbatasan untuk membentengi dari serbuan masif para sindikat narkoba internasional.

Ayo BNN, Ayo Presiden, mari melangkah pasti, jaga negeri dari sindikat narkoba dunia…! (lamru)