Connect with us

Dunia

Dewan Kota Oxford Beri Penghargaan Kepada Benny Wenda, Kemenlu Mengecam

Published

on

Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda. (Foto: dok. The Office of Benny Wenda)

Geosiar.com, Oxford – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui KBRI London mengecam penghargaan ‘Oxford Freedom of the City Award’ yang diberi Dewan Kota Oxford, Inggris kepada Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, Rabu 17 Juni 2019

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London mengatakan bahwa penghargaan itu diberikan kepada orang yang salah. Sebab, Benny Wenda merupakan tokoh separatis dan pendukung penggunaan kekerasan dalam mencapai tujuan politik untuk memisahkan Papua Barat dari Indonesia.

“KBRI London mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut kepada yang bersangkutan sebagai ‘peaceful campaigner for democracy’ di tengah banyaknya bukti yang mengaitkan yang bersangkutan dengan berbagai kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua,” demikian isi pernyataan KBRI London dilansir dari situs Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (18/7/2019).

Lebih lanjut, KBRI London menyayangkan keputusan Dewan Kota Oxford yang memberi penghargaan itu karena justru dianggap telah memberikan legitimasi kepada Benny Wenda dan kelompoknya untuk semakin meningkatkan tindakan kekerasan bersenjata.

KBRI menilai Dewan Kota Oxford telah melukai perasaan rakyat Indonesia, khususnya Papua atas ketidakpahaman terhadap sejarah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Selain itu, KBRI mengatakan pemberian penghargaan itu mengurangi kredibilitas kota Oxford sebagai salah satu pusat pendidikan terkemuka di dunia.

“Pemberian penghargaan kepada orang tersebut juga mengurangi kredibilitas kota Oxford sebagai salah satu pusat pendidikan terkemuka di dunia,” lanjut KBRI London.

Kendati demikian, pemerintah sangat menghargai sikap Inggris yang tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Indonesia.

“Pemerintah Indonesia menghargai sikap Inggris yang tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Indonesia, dan pengakuan bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia,” demikian lanjutan isi pernyataan itu.

Sebagai informasi, Pemerintah Inggris pernah memberi suaka kepada Benny pada 2002 silam dan membuat kelompok separatis semakin berseru ingin memisahkan Papua Barat dari kantornya di Oxford. Selain itu, mereka mendukung gerakan Papua Merdeka dan memberi izin pembukaan kantor Free West Papua Campaign di Oxford pada 2013 lalu.

Advertisement

Dunia

Badai Krosa Hantam Jepang, Seorang Kakek Tewas

Published

on

Badai Krosa

Geosiar.com, Jepang – Seorang pria tua (82) tewas akibat Badai Krosa yang menghantam prefektur Hiroshima, Jepang, pada Kamis (15/8/2019) kemarin. Kakek tersebut terjatuh ke laut dan tenggelam karena terhantam angin ketika tengah mengikat kapal.

Dikutip dari AFP, Jumat (16/8/2019), ada juga yang mengalami luka-luka di 13 prefektur, yaitu sebanyak 50 orang. Beberapa di antaranya mengalami cedera pada bagian paha, kepala serta jari tangan.

Pemerintah setempat sudah mengimbau lebih dari 430 ribu warga di wilayah barat dan utara Jepang agar mengungsi. Sebagian warga mengungsi saat tahu adanya peringatan potensi hujan deras, tanah longsor, ombak besar, dan banjir di sejumlah wilayah.

“Kami akan tetap waspada dengan adanya hujan deras tidak tentu,” ungkap Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Jepang, Takayoshi Sugimoto, kepada AFP.

Sementara Badan Meteorologi Jepang memperkirakan hujan deras disertai angin kencang bakal menghantam wilayah utara usai bergerak dari prefektur Hiroshima dan Shimane pada Sabtu besok.

Sebagai antisipasi, ratusan penerbangan juga dibatalkan setelah musim liburan Obon, sementara 48 penerbangan dialihkan ke Jumat pagi karena gangguan badai. Sejumlah maskapai mengimbau penumpang untuk mengikuti informasi penerbangan terkini.

Sejumlah acara peringatan akhir Perang Dunia II juga terpaksa dibatalkan di wilayah barat Jepang akibat cuaca buruk.

Aktivitas Badai Krosa awal minggu ini melemah saat di Samudera Pasifik, kemudian meningkat pesat dari kecepatan 35 kilometer per jam menjadi 126 kilometer per jam pada Kamis (15/8/2019) dini hari.

Continue Reading

Dunia

Ucapkan Selamat HUT RI, Menlu AS Harap Hubungan Bilateral Makin Erat

Published

on

Presiden Joko Widodo alias Jokowi berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta

Geosiar.com, AS – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael R. Pompeo mengucapkan selamat atas HUT ke-74 Republik Indonesia. Seiring ucapannya, ia berharap agar kemajuan Kemitraan Strategis, atau kerja sama bisnis dengan Indonesia semakin erat.

“Kami mengharapkan kemajuan Kemitraan Strategis terus berlanjut untuk kepentingan rakyat Indonesia dan Amerika, serta untuk mendukung perdamaian dan kemakmuran di kawasan dan di dunia,” tulis Michael dalam rilis yang diterima pada Jumat (16/8/2019).

Michael menambahkan, kedua negara ini perlu menjaga nilai-nilai dan kepentingan bersama guna menjaga hubungan baik antar keduanya.

“Nilai-nilai dan kepentingan kita bersama akan mendorong hubungan kedua negara yang lebih erat di tahun-tahun yang akan datang,” tambahnya.

Pernyataan itu disampaikan Michael dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 besok, Sabtu (17/8/2019).

Selain menuturkan ucapan selamat merayakan hari kemerdekaan, Michael juga memperingati 70 tahun hubungan diplomatik resmi dengan Amerika Serikat.

“Amerika Serikat menghargai Indonesia sebagai pemimpin yang demokratis di kawasan Indo-Pasifik, dan sebagai suara penting untuk prioritas global,” ungkap Michael

Continue Reading

Dunia

PM Justin Trudeau Diduga Langgar Aturan Etika

Published

on

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

Geosiar.com, Kanada – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau diduga sudah melanggar aturan soal etika ketika mencoba mencampuri kasus hukum sebuah perusahaan. Oleh karenanya, ia menerima laporan lembaga pengawas etika independen, namun Trudeau menolak minta maaf pada Rabu (14/8/2019).

Dilansir dari reuters pada kamis (15/8/2019), komisi etika independen Mario Dion menyebut PM Trudeau dan timnya pada tahun lalu sudah berupaya merusak sebuah keputusan yang dibuat jaksa penuntut federal bahwa pembangunan yang dilakukan perusahaan SNC-Lavalin Group Inc harus dibawa ke persidangan untuk mengungkap dugaan korupsi.

“Saya sepenuhnya menerima laporan ini. Saya mengambil tanggung jawab sepenuhnya,” ungkap Trudeau, walaupun dia tidak setuju dengan kesimpulan Dion.

Laporan Dion yang tebalnya hingga 58 halaman yang diterima Trudeau itu kemungkinan dapat mencederakan peluang Trudeau untuk mempertahankan jabatannya pada pemilu Kanada yang akan digelar Oktober 2019 mendatang.

Skandal SNC-Lavalin mencuat pada awal Februari 2019 lalu. Perusahaan itu pada 2018 ingin mengambil keuntungan dari sebuah undang-undang yang memungkinkan SNC-Lavalin ‘menyelamatkan diri’ dengan membayar denda ketimbang menghadapi persidangan atas diduga telah menyuap beberapa pejabat di Libya.

Kasus hukum SNC-Lavalin mempertaruhkan Trudeau sebagai pemimpin muda yang melindungi pemerintah dan berjanji akan bersikap terbuka dan transparan.

Kini Trudeau sudah menjadi PM Kanada pertama yang diduga sudah menciderai aturan etika federal.

Trudeau mengaku telah mencoba membujuk mantan Menteri Kehakiman Jody Wilson-Raybould supaya memikirkan kembali keputusan jaksa penuntut. Dirinya menganggap apa yang telah terjadi dimasa lalu tidaklah hal yang baik, tapi saat yang sama dia tidak bisa meminta maaf karena mempertahankan lapangan kerja bagi masyarakat Kanada.

Menurut Dion, PM Trudeau sudah melanggar aturan konflik kepentingan yang melarang para pemegang jabatan publik mencoba mendorong kepentingan pribadi orang lain secara tidak layak.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com