Connect with us

Sumut

Sekolah di Medan Diinstruksikan Terapkan Gerakan LISA

Published

on



Medan, Geosiar.com – Seluruh sekolah di Medan diinstruksikan supaya menerapkan gerakan Lihat Sampah Ambil (LISA). Gerakan tersebut dalam upaya mendukung kebersihan di kota Medan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ketika menggelar pertemuan dengan seluruh kepala  sekolah mulai tingkat PAUD, SD dan SMP se-Kota Medan di Balai Kota, Senin (15/7/2019).

Dikatakan Akhyar Nasution, melalui gerakan itu, seluruh siswa diajak peduli dengan kebersihan baik di sekolah maupun tempat tinggalnya masing-masing. “Jika seluruh sekolah menerapkan Gerakan LISA, keinginan menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara bersih sampah dapat terwujud”, harap Akhyar.

Ditambahkan, gerakan itu akan lebih mudah diingat jika memiliki istilah yang easy listening. Untuk itu gerakan yang akan kita gaungkan ini diberi nama Gerakan LISA. Peduli akan kebersihan kita mulai dari para siswa dengan membangun karakter mereka. “Semoga upaya ini dapat memberikan efek dan dampak yang signifikan bagi kebersihan Kota Medan,” kata Ahkyar.

Diungkapkan Wakil Wali Kota, Gerakan LIA terinspirasi dan tercetus dari Rosmiati, Kepala Sekolah Taman Siswa I, Tanjung Sari. Dari pertemuan dengan kepala sekolah, Rosmiati mengaku Gerakan LISA sudah diterapkan di lingkungan sekolah mereka.  Hasilnya cukup efektif, setiap kali guru maupun kepala sekolah mengatakan LISA kepada siswa, mereka langsung beraksi mengutip sampah baik ketika berdiri, duduk maupun berjalan.

Guna merealisasikan Gerakan LISA, Wakil Wali Kota kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersinergi dan segera mensosialisasikannya ke sekolah-sekolah, baik PAUD, SD  hingga SMP  yang  merupakan wewenang Pemko Medan. “Kita harapan Gerakan LISA secepatnya diterapkan,” kata Wakil Wali Kota.

Dalam pertemuan dnegan kepala sekolah, Wakil Wali kota juga menekankan akan pentingnya penanaman karakter bagi seluruh peserta didik sejak dini. Sebab, apabila  karakter disiplin dan bersih dapat tertanam dalam diri setiap siswa, maka kebiasaan baik tersebut akan terus dibawa dan dipraktekkan kapan pun dan dimana pun mereka berada. (lamru)